Jadi intinya...
- Rumah komika Apos Hutagaol di Jakarta Timur terendam banjir untuk kedua kalinya dalam kurun waktu kurang dari enam bulan
- Banjir disebabkan luapan Kali Ciliwung yang mengakibatkan kerusakan harta benda termasuk dua motor miliknya
- Apos terpaksa absen dari syuting program sahur di YouTube Vindes akibat musibah banjir tersebut
Liputan6.com, Jakarta Musibah banjir kembali menimpa komika Apos Hutagaol. Melalui akun Instagram pribadinya, @apos_hutagaol, ia membagikan kondisi rumahnya yang terendam banjir, tepatnya pada Minggu, 7 Juli 2025. Dengan gaya khasnya yang penuh humor, Apos justru menuliskan caption menggelitik.
“Info perahu karet cing..” tulisnya.
Dalam video tersebut, Apos terlihat berdiri di tengah halaman rumah yang tergenang air sembari berekspresi dramatis. Namun di balik gaya komedi itu, tersimpan keresahan nyata. Rumah yang baru ia tempati selama kurang dari enam bulan ini sudah dua kali kebanjiran. Lokasinya berada di kawasan Bekasi, daerah yang kerap terdampak genangan saat hujan deras.
Apos juga menyebut bahwa rumah lain yang hanya berjarak 300 meter dari rumahnya tidak terkena banjir. Hal ini menegaskan bahwa persoalan bukan pada curah hujan semata, melainkan pada buruknya sistem drainase lokal di sekitar perumahannya. Berikut ulasan selengkapnya.
1. Ekspresi Kocak Apos di Tengah Genangan
Dalam foto pertama, Apos berdiri di halaman rumah dengan genangan air setinggi betis. Ia mengenakan kaus kuning dan celana pendek, menengadah ke atas dengan tangan terbuka, seperti sedang merayakan "musim banjir". Aksinya itu dibumbui dengan caption jenaka, menambah nuansa humor khas Apos di tengah situasi darurat.
Di latar belakang tampak perumahan dengan barisan pepohonan, serta mobil yang turut terjebak dalam genangan. Genangan ini tidak hanya sekadar hujan sesaat, tetapi cukup tinggi untuk mengganggu aktivitas rumah tangga.
Pose dramatis Apos mencuri perhatian warganet, namun juga menggarisbawahi betapa seriusnya banjir yang terjadi. Ia mengemas keresahan warga dalam bentuk satire visual yang mudah diterima publik.
2. Lantai Dalam Rumah Sudah Tergenang
Gambar kedua menunjukkan kondisi bagian dalam rumah Apos. Air sudah masuk ke ruang utama, dan genangan terlihat cukup jelas di atas permukaan keramik. Dua pasang kaki — kemungkinan milik Apos dan anggota keluarganya — tampak berdiri di tengah air setinggi mata kaki.
Refleksi cahaya pada lantai menunjukkan bahwa air tidak hanya mengalir, tapi telah mengendap. Ini bisa mengancam perabot rumah tangga, terutama jika tidak segera ditangani.
Masuknya air ke area utama rumah mempertegas bahwa sistem pembuangan di kawasan ini benar-benar tidak mampu menampung volume air hujan yang turun.
3. Barang-Barang Diselamatkan dengan Balok
Foto ketiga memperlihatkan balok putih yang digunakan untuk mengganjal barang rumah agar tidak terkena air. Ini adalah langkah spontan dan umum yang dilakukan warga ketika banjir datang secara tiba-tiba.
Permukaan lantai masih tergenang, meskipun lebih surut dibanding foto sebelumnya. Namun langkah darurat ini menyiratkan bahwa tidak ada sistem evakuasi atau penanggulangan cepat dari pengelola perumahan.
4. Menutup Celah, Bertahan dari Serbuan Air
Gambar keempat menangkap Apos yang sedang berjongkok menutup celah pintu rumah. Ia tampak serius meletakkan balok dan mungkin kain pel atau pengganjal untuk mencegah air terus mengalir ke dalam.
Ini merupakan aksi darurat yang sangat umum dilakukan warga kota. Celah pintu menjadi titik paling rentan dan jika tidak ditutup, bisa membawa air ke area kamar atau ruang vital lainnya.
Meski hanya bermodal material sederhana, langkah ini membuktikan bahwa Apos tetap mencoba bertahan, bukan sekadar bercanda di media sosial.
5. Halaman Belakang Juga Tergenang Air
Pada gambar kelima, terlihat area belakang rumah Apos yang juga tergenang air. Beberapa pot tanaman dan dua unit sepeda berada di tengah paving block yang tertutup air.
Air tampak mengalir tenang namun stabil, memperlihatkan bahwa area ini tak memiliki saluran pembuangan yang mengarah ke luar. Sebagai tempat terbuka, seharusnya halaman belakang bisa menjadi jalur pembuangan alami.
Fakta bahwa bagian belakang rumah juga terendam membuktikan bahwa air masuk dari berbagai sisi, bukan hanya dari depan atau satu titik saja.
6. Jendela Jadi Titik Rawan Masuknya Air
Foto terakhir memperlihatkan bagian luar rumah yang diambil dari balik kisi jendela. Tampak air di luar rumah sudah hampir menyentuh level bawah jendela. Dinding rumah mulai tampak basah dan terkelupas, menandakan risiko kerusakan dinding mulai terjadi.
Kondisi ini sangat berbahaya karena dapat memicu jamur dan kerusakan struktural jangka panjang. Apalagi jika air sempat masuk dari sela jendela, maka risiko kesehatan pun meningkat.
FAQ
1. Di mana lokasi rumah Apos Hutagaol?
Rumah Apos berada di kawasan Bekasi, Jawa Barat. Ia menyebutnya dalam beberapa unggahan dan komentar di Instagram.
2. Sudah berapa kali rumah Apos kebanjiran?
Dalam kurun waktu kurang dari 6 bulan sejak ditempati, rumah Apos sudah dua kali mengalami kebanjiran.
3. Apakah Apos mengeluhkan kondisi ini secara serius?
Meskipun disampaikan dengan cara lucu, unggahan Apos di Instagram menyiratkan kekesalan dan keprihatinannya.
4. Apa penyebab banjir di kawasan rumah Apos?
Kemungkinan besar akibat sistem drainase yang buruk dan kurangnya perencanaan tata air di kawasan perumahan tersebut.