Jadi intinya...
- Ersya Aurelia bintangi film horor 'Kampung Jabang Mayit' yang syuting di Yogyakarta.
- Ersya berperan sebagai model bernama Weda yang kariernya terancam skandal.
- Ersya kulineran mangut lele dan bangun jam 3 pagi saat syuting film.
Liputan6.com, Jakarta Horor bukan hal baru bagi Ersya Aurelia mengingat tahun ini, ia mencetak box office lewat Pabrik Gula. Kini, Ersya Aurelia kembali lewat film Kampung Jabang Mayit karya sineas Wisnu Surya Pratama.
Dalam Kampung Jabang Mayit, ia memerankan model bernama Weda. Kariernya terancam hancur akibat skandal bareng pacar, Bagas (Bukie B. Mansyur). Syuting dilakukan di Yogyakarta sekitar tiga minggu.
“Pas dapat sinopsis film tertarik banget. Ini mengangkat kehamilan yang marak terjadi di anak-anak muda zaman sekarang. Latarnya diambil tahun 1989, ini problem zaman dulu. Cuma enggak terlalu dieskspos kayak sekarang,” kata Ersya Aurelia.
Laporan khas Showbiz Liputan6.com kali ini menghimpun 6 fakta Ersya Aurelia syuting Kampung Jabang Mayit yang tayang di bioskop mulai 24 Juli 2025. Syuting sehat, ia sempat berwisata kuliner dan menjajal mangut lele di Yogyakarta.
1. Syuting di Yogyakarta, sekitar 3 minggu
Syuting film Kampung Jabang Mayit di Yogyakarta sekiar tiga minggu. Kota Gudeg bukan tempat baru bagi Ersya Aurelia karena banyak film Indonesia syuting di sana. Namun, kali ini ia benaran jatuh cinta pada Yogyakarta, khususnya Gunung Kidul.
“Di Gunung Kidul bagus banget panoramanya. Ladang ilalang luas. Ada pegunungan dan monumen Rangkaspuna-nya. Set-nya di ladang itu. Aku enggak pernah lihat ini. Pas aku masuk ke setnya, kayak universe baru karena enggak pernah lihat sisi Jogja yang ini,” serunya.
2. Bangun Jam 3 Pagi
Adegan ritual dieksekusi di Gunung Kidul. Ersya Aurelia pun mengapresiasi kinerja kru yang berhasil mendapat lokasi secantik itu. Saking kagum, Ersya Aurelia foto-foto di sana. Yang juga disyukurinya, Kampung Jabang Mayit menerapkan syuting sehat. Jam 17 sudah selesai.
“Bagus banget, aku foto-foto di situ. Aksesnya pun gampang. Aku punya banyak memori baru setelah syuting,” urai Ersya Aurelia. “Jam 16 atau 17 kami sudah break. Maksimal jam 18. Tapi bangun subuh. Jam 3 pagi sudah bangun, jam 4 pagi jalan,” ia menyambung.
3. Wisata Kuliner Mangut Lele
Sering pulang sore membuat Ersya Aurelia dan para pemain lain punya kesempatan mengeksplorasi Yogyakarta. Salah satunya, dengan berwisata kuliner. Ini salah satu yang membekas di benak Ersya Aurelia.
“Setelah syuting bisa makan malam bareng, kulineran bareng. Kami makan mangut lele Mbah Marto, beuh mantap banget!” bintang film Susuk Kutukan Kecantikan dan Dosen Ghaib berbagi cerita.
4. Mengaku Mirip Weda
Ersya Aurelia punya sejumlah kemiripan dengan Weda. Salah satunya, berkarier di dunia seni. Melihat masalah Weda, ia pun bisa berempati. Kadang saat menghadapi masalah yang mengancam karier, perempuan mengalami krisis identitas dan merasa dunianya hancur.
“Ketika dihadapkan pada masalah-masalah dalam hidup, kadang kita mempertanyakan gue siapa? Gue maunya apa dalam hidup ini? Ketika itu terjadi, kadang enggak bisa berbuat apa-apa, selain menjalani lalu menemukan jawaban ketika sudah saatnya,” ulas Ersya Aurelia.
5. Kinerja Sutradara Bikin Visi Makin Jelas
Kali pertama diarahkan Wisnu Surya Pratama, Ersya Aurelia terkesan dengan gaya kerjanya yang sering mendatangi set dan mengarahkan pemain empat mata. Dengan demikian, Ersya Aurelia sebagai pemain lebih mudah membawakan karakter Weda.
“Dia suka banget ke set, terlibat langsung, ngobrol dengan pemain menyampaikan apa yang dia mau. Kita jadi lebih tahu apa yang ada di pikiran dia, adegan itu mau dibawa ke mana, visinya jadi lebih jelas. Nyaman banget,” paparnya panjang.
6. Jalan Bareng Bukie B. Mansyur
Ada momen yang bikin Ersya Aurelia ketar-ketir jelang syuting. Saat sesi reading, Bukie B. Mansyur beberapa kali berhalangan hadir. Padahal, Esya Aurelia ingin membangun chemistry sebagai sepasang kekasih agar tampil meyakinkan. Di sisi lain, waktu persiapan agak mepet.
“Setelah dia hadir, akhirnya kami keluar bareng, jalan, biar kami bisa lebih kenal satu sama lain. Lebih nyaman karena kalau sama sekali enggak ada interaksi sebelumnya itu kayak belum kenal, canggung dan di depan kamera pasti kelihatan,” Ersya Aurelia mengakhiri.