Viral Tarian Pacu Jalur Riau, Gekrafs Dorong Potensi Ekonomi Kreatif Mirip Efek Lagu Despacito

1 month ago 31

Liputan6.com, Jakarta Tarian Pacu Jalur Riau kini jadi perbincangan hangat dunia setelah bocah laki-laki bernama Dhika viral. Dhika mendunia setelah cuplikan videonya tengah menari di atas kapal diunggah salah satu akun klub sepak bola Eropa via TikTok.

Setelah viral, ibunda Dhika, Rani Ridawati menyebut, ada dua negara mengajak putranya berkolaborasi yakni Jerman dan Dubai. “Mau ketemu langsung sama Dhika-nya,” katanya melansir video wawancara yang diunggah akun Instagram terverifikasi Liputan6 SCTV, pekan ini.

Rani Ridawati menjelaskan, Dhika belajar menari autodidak. Bocah 11 tahun itu eksis di atas perahu sejak tahun 2024. Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional atau Gekrafs merespons viralitas Tarian Pacu Jalur Riau ala Dhika.

Gekrafs melihat potensi besar Tarian Pacu Jalur Riau ini untuk mendongkrak perekonomian lokal, meniru jejak sukses lagu “Despacito” dari Luis Fonsi featuring Daddy Yankee yang mampu membangkitkan ekonomi Puerto Rico.

Teringat Fenomena Lagu Despacito

Berkaca pada fenomena Tarian Pacu Jalur, gerakan energik dan kekayaan budaya yang terpancar darinya menembus batas-batas geografis dan menjadikannya ikon baru penarik minat dunia internasional.

Ketua Umum Gekrafs, Kawendra Lukistian, menyambut hangat fenomena Tarian Pacu Jalur lalu teringat lagu “Despacito.” “Puerto Rico, negara yang hampir bangkrut, namun bisa bangkit dengan lagu 'Despacito' yang viral,” urainya.

Momentum Emas

“Ini mengandung ekonomi kreatif, bisa mendatangkan turis-turis asing untuk berkunjung ke negara tersebut. Ini bisa membuat ekonomi negara tersebut bangkit,” ungkap Kawendra Lukistian lewat pernyataan tertulis yang diterima Showbiz Liputan6.com, Senin (7/7/2025).

Senada dengan Kawendra Lukistian, anggota Banom UMKM DPP Gekrafs, Budi Ridhollah S.I.Kom., menilai viralnya Tarian Pacu Jalur momentum emas yang harus dimanfaatkan. Popularitas tarian ini adalah aset berharga.

Strategi Ekonomi Kreatif yang Tepat

Gekrafs yakin Tarian Pacu Jalur tak sekadar hiburan melainkan gerbang untuk mengenalkan kekayaan budaya Indonesia ke mata dunia sekaligus menarik investasi maupun kunjungan wisatawan. Kuncinya ada pada strategi dan pengelolaan.

“Jika dikelola dengan strategi ekonomi kreatif yang tepat, seperti promosi destinasi wisata Riau terkait dengan Pacu Jalur, pengembangan merchandise, dan lokakarya tari bagi turis. Maka, dampaknya terhadap UMKM dan sektor wisata di Riau akan signifikan,” ulasnya.

“Kita punya potensi besar di tiap daerah. Tarian Pacu Jalur buktinya. Ini bukan hanya tentang tarian, tapi cerita di baliknya, masyarakatnya, dan ekosistem ekonomi kreatif yang bisa tumbuh bersamanya,” Budi Ridhollah menambahkan.

Gekrafs mendukung penuh inisiatif dan program yang memaksimalkan potensi ekonomi kreatif dari fenomena Tarian Pacu Jalur Riau. Tarian ini inspirasi bagi daerah lain di Indonesia untuk berinovasi dan menjadikan kekayaan budaya sebagai kekuatan ekonomi.

Read Entire Article
Dunia Televisi| Teknologi |