Ray Sahetapy Syahadat dan Disalatkan Kali Terakhir di Masjid Istiqlal Jakarta, Anak Sebut Atas Izin Allah

13 hours ago 2

Liputan6.com, Jakarta Setelah disemayamkan di rumah duka RSPAD Gatot Soebroto Jakarta, jenazah Ray Sahetapy dimakamkan di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan, Jumat (4/4/2025). Sebelumnya, jenazah bintang film The Raid disalatkan di Masjid Istiqlal Jakarta.

Rama Sahetapy, putra mendiang Ray Sahetapy, mengucap syukur karena jenazah ayahnya dapat disalatkan di Masjid Istiqlal. Sebelumnya, sang ayah juga mengucap dua kalimat syahadat untuk memeluk Islam di situ.

"Kemarin masyaallah-nya, pertama kali ayah mengucapkan syahadat menjadi mualaf itu di Istiqlal. Saksinya adalah Om Wendi," ungkap Rama Sahetapy di usai prosesi pemakaman Ray Sahetapy.

"Terakhir, atas izin Allah, untuk terakhir kalinya ayah dapat juga kembali ke Istiqlal. Itu benar-benar masyaallah, atas izin Allah," akunya. Seperti diketahui, Ray Sahetapy meninggal dunia pada 1 April 2025 di Jakarta. 

Bukan Permintaan Beliau

Rama Sahetapy mengungkap bahwa semua ini atas izin Allah sehingga ayahnya dapat bersyahadat memeluk Islam dan disalatkan terakhir kalinya di Masjid Istiqlal Jakarta

"Itu bukan permintaan beliau, tapi atas izin Allah kita dapat jalan untuk bisa shalat di Istiqlal," Rama Sahetapy menyambung.

Paling Memorable

Sebagai ayah, Ray Sahetapy meninggalkan banyak kenangan berharga bagi anak-anaknya. Salah satu yang paling membekas bagi Rama Sahetapy adalah kecintaan mendiang pada sepak bola.

"Paling memorable, sebenarnya ada banyak, tapi yang di core memory saya, ayah orang pertama kali mengajarkan saya bola," kenangnya.

Pemain Real Madrid

Kecintaan Rama Sahetapy pada klub Real Madrid, Spanyol pun tak luput dari peran Ray Sahetapy. Bahkan, sang ayah memiliki nama yang diambil dari pemain Real Madrid.

"Nama ayah Ferenc Raymond Sahetapy, Ferenc itu pemain Real Madrid. Dari situ ayah mewariskan nama Ferenc Raymond, nama pemain Real Madrid, sampai akhirnya saya suka Real Madrid sampai sekarang. Itu paling berkesan," pungkas Rama Sahetapy.

Read Entire Article
Dunia Televisi| Teknologi |