Polisi Investigasi Percobaan Pembobolan Rumah Jungkook BTS di Seoul

2 months ago 32

Liputan6.com, Jakarta Kasus percobaan pembobolan rumah Jungkook BTS terus bergulir di ranah hukum. Dilansir dari Korea JoongAng Daily, Selasa (1/7/2025), kabar ini disampaikan agensi grup ini, BigHit Music, via Weverse. 

"Kami secara aktif bekerja sama dengan penegak hukum untuk memastikan pelaku menghadapi tuntutan pidana yang sesuai, termasuk dengan menyerahkan rekaman pengawasan dan bukti lainnya," kata agensi tersebut.

Ditambahkan, bahwa agensi Jungkook langsung menempuh jalur hukum begitu kasus ini terkuak. “Kami segera melaporkan kejadian tersebut kepada polisi dan mengajukan perintah penahanan sehingga para pelaku dapat ditangkap,” kata pihak BigHit.

Mereka juga memastikan bahwa pelaku akan mendapat ganjaran setimpal. “Kami mengambil sikap tegas tanpa toleransi terhadap tindakan apa pun yang mengancam privasi dan keselamatan artis kami.”

Kronologi Kejadian

Kasus ini bermula pada malam tanggal 11 Juni 2025, saat seorang wanita warga negara Tiongkok berusia 30-an ditangkap pihak kepolisian Korea Selatan.

Ia diketahui mencoba membobol rumah Jungkook BTS. Kejadian ini berlangsung di distrik Yongsan, Seoul, sekitar pukul 23.20 waktu setempat, beberapa jam setelah Jungkook menyelesaikan wajib militernya.

Ingin Ketemu Jungkook

Wanita tersebut tertangkap basah saat berulang kali menekan kode pintu depan rumah Jungkook. Pihak kepolisian menerima laporan warga yang curiga dengan tindakan wanita tersebut dan segera melakukan penangkapan di lokasi kejadian.

Dalam pemeriksaan awal, wanita itu mengaku datang ke Korea Selatan untuk bertemu Jungkook setelah ia menyelesaikan wajib militer. Ia menyatakan bahwa aksinya merupakan bentuk dukungan terhadap sang idola.

Akan Lebih Ketat

Di sisi lain, BigHit memastikan pihaknya akan meningkatkan keamanan para member BTS. 

"Para anggota baru saja menyelesaikan tugas militer mereka dan kembali kepada penggemar. Kami akan menanggapi dengan lebih tegas untuk mencegah segala bentuk kerusakan dari rumor jahat atau konten yang mencemarkan nama baik," kata pihak agensi, yang juga minta bantuan fans untuk melaporkan hal-hal yang merugikan grup.

Read Entire Article
Dunia Televisi| Teknologi |