Liputan6.com, Jakarta Tanggal 29 Oktober 2018 menjadi momen penuh makna bagi Maia Estianty. Di tengah kesejukan musim gugur di Tokyo, penyanyi sekaligus produser ternama Tanah Air ini resmi menikah dengan Irwan Mussry, seorang pengusaha sukses yang dikenal kalem dan rendah hati. Tanpa kemegahan pesta atau sorotan media berlebihan, keduanya menggelar akad secara sederhana dan intim di Masjid Tokyo Camii, hanya dihadiri oleh keluarga dekat dan segelintir sahabat terpilih.
Bukan kemewahan yang menjadi sorotan, melainkan kesakralan suasana yang dihadirkan. Irwan tampak elegan dalam balutan jas formal, sementara Maia tampil memukau dalam kebaya putih elegan rancangan Anne Avantie. Kebaya panjang berwarna putih gading itu tampil begitu mewah namun tetap lembut, dengan detail bordir halus dan aplikasi payet yang disusun simetris di sepanjang lengan dan tubuh.
Berikut potretnya, dilansir dari laman Instagram @agrasuseno, fotografer yang terpilih untuk mengabadikan momen sakral tersebut.
Anggun dan Sakral, Kebaya Pernikahan Maia Estianty Bernuansa Klasik
Kebaya pernikahan Maia dirancang khusus oleh desainer Anne Avantie, salah satu maestro kebaya ternama di Indonesia. Kebaya tersebut berbahan lace penuh yang menyelimuti tubuh dari leher hingga pergelangan tangan, menciptakan kesan tertutup namun tetap feminin.
Potongan tinggi di bagian leher (high neckline) dipadukan dengan siluet fit di bagian tubuh, membentuk postur anggun yang elegan sekaligus sesuai dengan nuansa sakral pernikahan di masjid. Motif renda yang rumit namun halus menjadi sorotan utama, memberi kesan mewah tanpa terlihat berlebihan.
Detail lain yang memperkuat karakter kebaya ini adalah bagian lengan panjang yang sepenuhnya transparan dengan sentuhan brokat, serta aksen payet halus yang terdistribusi merata namun tidak mencolok. Pilihan warna putih gading bukan hanya menonjolkan kesucian momen pernikahan, tapi juga menambah kesan timeless yang bisa dinikmati dari masa ke masa.
Dilengkapi dengan Veil Mewah nan Lembut
Melengkapi kebaya putih gading yang penuh keanggunan, Maia Estianty memilih veil atau kerudung pengantin berbahan tulle transparan dengan detail renda. Veil ini menjuntai lembut dan menyatu harmonis dengan kebaya bertekstur lace yang ia kenakan, menciptakan tampilan klasik yang romantis dan sangat elegan. Aksen bordir renda pada tepian veil menjadi poin fokus tersendiri—membingkai wajah Maia dengan anggun dan memberi sentuhan vintage yang sangat timeless.
Selain berfungsi sebagai pelengkap simbolik dalam pernikahan religius, veil Maia juga menambah kesan dramatis tanpa harus mencuri perhatian dari kebaya itu sendiri. Pilihan material yang ringan membuatnya jatuh alami dan tidak kaku, sementara motif renda klasik memperkuat nuansa sakral dan feminin.
Sentuhan Makeup Maia Estianty di Hari Bahagianya
Tampil sebagai pengantin dalam balutan kebaya putih klasik, Maia Estianty memilih gaya riasan yang memperkuat nuansa lembut dan elegan. Look makeup-nya mengedepankan kesan flawless dengan complexion yang mulus dan bercahaya, menghadirkan efek glowing yang natural tanpa terlihat berat.
Foundation bertekstur ringan namun buildable membaur sempurna dengan warna kulitnya, dipadukan dengan highlighter halus di area tulang pipi dan hidung untuk efek dimensi yang subtil namun memikat. Sapuan blush bernuansa rosy peach memberikan kesan segar dan manis pada pipi, menyempurnakan aura pengantin yang hangat dan bersahaja.
Untuk bagian mata, Maia memilih tampilan yang menyeimbangkan kelembutan dan definisi. Eyeshadow bernuansa cokelat muda dan champagne shimmer diaplikasikan lembut untuk menciptakan kedalaman, sementara eyeliner tipis dan bulu mata lentik mempertegas bentuk mata tanpa menghilangkan kesan natural.
Alis ditata rapi dan ringan mengikuti garis alaminya, sedangkan bibir dipoles dengan lipstik nude pink yang lembut, menyatu manis dengan keseluruhan tampilan. Makeup ini menjadi bukti bahwa keanggunan sejati justru terpancar dari riasan yang minim namun presisi, sangat cocok untuk calon pengantin yang ingin tampil timeless dan elegan dalam momen sakral.
Memori Indah di Tokyo yang Penuh Kehangatan
Sudah hampir tujuh tahun berlalu sejak Maia Estianty dan Irwan Mussry mengikat janji suci pada 29 Oktober 2018, namun momen sakral pernikahan mereka masih terus dikenang sebagai salah satu peristiwa paling menyentuh di kalangan publik figur Tanah Air. Digelar secara tertutup di Masjid Tokyo Camii, Jepang, pernikahan ini hanya dihadiri oleh keluarga inti seperti ketiga putra dan orang tua Maia, serta beberapa orang terdekat. Hal ini menjadikannya momen personal yang begitu intim.
Pernikahan Maia dan Irwan benar-benar menggambarkan esensi cinta yang dewasa dan tulus. Tidak ada pesta mewah atau selebrasi yang berlebihan—yang ada hanyalah kehangatan, penghormatan terhadap tradisi, dan ketulusan untuk memulai lembaran baru dalam kehidupan. Sebuah pernikahan yang tak hanya menyatukan dua insan, tapi juga mempererat ikatan keluarga dengan penuh cinta dan keteduhan.
Pertanyaan Umum Seputar Topik
1. Kapan dan di mana Maia Estianty menikah dengan Irwan Mussry?
Maia Estianty resmi menikah dengan Irwan Mussry pada tanggal 29 Oktober 2018. Akad nikah digelar secara tertutup di Masjid Tokyo Camii, Jepang, hanya dihadiri oleh keluarga dan orang-orang terdekat.
2. Siapa desainer kebaya pernikahan Maia Estianty?
Kebaya pernikahan Maia Estianty dirancang oleh desainer kenamaan Anne Avantie. Kebaya berwarna putih gading tersebut menampilkan kombinasi lace klasik dengan siluet elegan dan nuansa religius.
3. Apa yang membuat gaya makeup pengantin Maia Estianty menarik?
Maia memilih riasan natural dengan hasil akhir glowing yang memperkuat kesan anggun dan bersahaja. Fokus pada complexion flawless, eyeshadow lembut, dan lipstik nude menjadikannya tampak elegan tanpa berlebihan.
4. Siapa saja yang hadir dalam momen pernikahan tersebut?
Pernikahan ini dihadiri oleh keluarga dekat, termasuk ketiga putra Maia—Al Ghazali, El Rumi, dan Dul Jaelani—yang tampak kompak dan khidmat mendampingi sang ibunda di momen sakral tersebut.
5. Apa yang membuat pernikahan Maia dan Irwan begitu berkesan?
Kesederhanaan, keintiman, dan suasana penuh makna menjadi ciri utama pernikahan ini. Alih-alih pesta megah, Maia dan Irwan memilih nuansa religius yang hangat dan personal, menjadikannya contoh pernikahan yang penuh nilai dan keanggunan.