Gaya Febby Rastanty di Hari Bhayangkara ke-79, Anggun dalam Balutan Kebaya Velvet Burgundy

1 month ago 27

Liputan6.com, Jakarta Febby Rastanty menarik perhatian saat menghadiri peringatan Hari Bhayangkara ke-79 di Monas, Jakarta, pada 1 Juli 2025. Ia hadir mendampingi suaminya, AKP Drajad Djumantara, dalam balutan busana yang memadukan nilai tradisi dan estetika modern. Gayanya memancarkan keanggunan khas seorang figur publik yang menghormati konteks acara resmi.

Tiga potret yang ia unggah dalam Instagram story @febbyrastanty memperlihatkan bagaimana tiap elemen penampilannya dipilih dengan penuh pertimbangan. Warna, bahan, hingga siluet busana memperlihatkan kepekaan terhadap momen kenegaraan sekaligus refleksi karakter pribadi. Febby tidak hanya berpakaian rapi—ia menyampaikan pesan visual yang kuat.

Harmoni Busana saat Bersama Suami

Dalam foto pertama, Febby tampak berdiri berdampingan dengan suaminya, AKP Drajad Djumantara. Ia mengenakan kebaya velvet warna burgundy yang dihiasi bordiran emas berkilau—kombinasi yang menghadirkan kesan klasik, elegan, dan mewah. Pemilihan warna ini mencerminkan suasana formal dan kenegaraan, menunjukkan bahwa Febby tidak asal memilih busana. Sementara sang suami mengenakan seragam dinas lengkap dengan emblem pangkat, mereka tampil serasi sebagai pasangan publik figur dan perwira negara.

Makeup Febby bergaya soft glam—alis tegas, pipi merona, dan lipstik merah muda alami—menyempurnakan tampilannya tanpa mengalihkan fokus dari kebaya. Aksesori yang digunakan pun tidak berlebihan; ia hanya mengenakan anting mutiara kecil yang memberi sentuhan klasik. Keseluruhan tampilan ini menunjukkan harmonisasi antara kemewahan dan kesederhanaan, cocok untuk acara sekelas Hari Bhayangkara. Keduanya memperlihatkan citra pasangan yang elegan namun tetap membumi.

Duduk di Kursi: Perpaduan Tradisional dan Siluet Modern

Dalam foto kedua, Febby duduk anggun di kursi tamu, tersenyum tenang di tengah suasana resmi. Terlihat jelas kebaya velvet-nya menyatu apik dengan brokat emas yang rapi dan simetris. Busana atasannya tampak semakin eksklusif ketika dipadukan dengan celana panjang hitam berpotongan tailored—perpaduan yang jarang namun sangat efektif. Gaya ini memancarkan kesan praktis, modern, namun tetap sopan untuk acara kenegaraan.

Tas clutch hitam bertekstur kulit menjadi aksesori yang memperkuat kesan profesional dan modis. Febby berhasil menampilkan gaya yang inklusif: feminin, tradisional, dan modern sekaligus. Perpaduan kebaya dan celana panjang memberikan kesan powerful, seolah mengisyaratkan bahwa perempuan bisa tampil anggun sekaligus dinamis. Ini adalah gaya yang bukan hanya indah, tapi juga relevan dengan zaman.

Selfie Ceria dengan Detail Fashion yang Tak Tergantikan

Di kolase selfie yang dibagikan, Febby menampilkan berbagai ekspresi ceria yang memperlihatkan sisi pribadinya yang ramah dan approachable. Pencahayaan alami siang hari membuat detail brokat emas dan tekstur velvet tampak semakin hidup. Pilihan bahan beludru menonjolkan kemewahan tanpa perlu aksesori mencolok. Ini membuktikan bahwa Febby tetap tampil maksimal dalam berbagai angle.

Rambut panjangnya dibiarkan tergerai alami, memperkuat kesan feminin dan effortless. Makeup tetap konsisten: flawless dan tidak berlebihan, mendukung citra elegan tapi santai. Dalam momen ini, Febby menunjukkan bahwa penampilan anggun tidak harus selalu formal dan kaku. Justru lewat ekspresi santainya, ia memperkuat daya tarik busana yang dikenakan.

Gaya Tradisional Modern: Elegan dan Trendi Bisa Berjalan Bersama

Penampilan Febby di Hari Bhayangkara ke-79 bukan sekadar estetika, tapi juga representasi nilai budaya dan konteks sosial. Ia tidak hanya mengenakan kebaya sebagai simbol, tetapi mengolahnya menjadi gaya yang berkarakter dan kekinian. 

Febby juga menunjukkan bahwa tampil sopan dan nasionalis tidak berarti membosankan. Berkat mix dan match yang tepat, ia mampu tampil trendi, profesional, dan tetap relevan sebagai ikon publik. Inilah gaya kenegaraan versi 2025: menghormati tradisi, tapi tidak terjebak di masa lalu. Sosoknya menjadi representasi perempuan muda Indonesia yang tahu siapa dirinya dan bagaimana tampil di ruang publik.

People Also Ask (QNA)

Apa fungsi kebaya velvet dalam acara formal?

Kebaya velvet memberikan kesan mewah dan eksklusif, ideal untuk acara formal seperti upacara kenegaraan. Bahan velvet memantulkan cahaya dengan lembut, memberi efek kilau elegan. Hal ini membuat pemakainya tampak menonjol tanpa terlihat mencolok.

Apakah kebaya bisa dipadukan dengan celana panjang?

Ya, paduan kebaya dan celana panjang merupakan tren yang makin populer karena menawarkan kenyamanan dan mobilitas. Tetap mempertahankan nilai budaya, gaya ini cocok untuk perempuan aktif yang tetap ingin tampil sopan. Padanan ini juga memberi kesan modern dan edgy.

Siapa Drajat Djumantara?

Drajat merupakan lulusan Akademi Kepolisian tahun 2017. Baru-baru ini, Drajad Djumantara naik pangkat jadi Ajun Komisaris Polisi (AKP) dari sebelumnya Inspektur Polisi Satu (Iptu). Pangkat ini termasuk dalam golongan Perwira Pertama (Pama) dan berada di atas Inspektur Polisi Satu (Iptu) dan di bawah Komisaris Polisi (Kompol).

Read Entire Article
Dunia Televisi| Teknologi |