7 Kebaya Nadine Chandrawinata yang Sarat Makna, Bukan Sekadar Fashion

1 month ago 26

Liputan6.com, Jakarta Kebaya bukan sekadar pakaian bagi Nadine Chandrawinata, melainkan cermin dari filosofi dan latar budaya yang ia hayati dalam kesehariannya. Dari kebaya brokat Bali hingga lurik Jawa, setiap busana yang ia kenakan terlihat sarat makna dan tidak pernah sembarangan. 

Menariknya, gaya-gaya tersebut tidak selalu ditampilkan dalam acara besar atau perhelatan adat. Banyak di antaranya justru muncul dalam momen sederhana seperti foto keluarga atau kunjungan budaya, membuat tampilannya makin jujur dan membumi. Tujuh foto Nadine yang ia unggah melalui Instagram @nadinelist memperlihatkan transformasi kebaya dari spiritual, formal, hingga kontemporer dengan tetap menjaga akar budaya. 

Kebaya Putih Bali: Suci dan Elegan dalam Kesederhanaan

Tampilan ini menampilkan Nadine dalam kebaya putih brokat transparan dengan motif bunga, dipadukan dengan kamen songket kuning-putih dan selendang kuning khas adat Bali. Aksesori bunga kamboja di telinga dan kaki tanpa alas memberi kesan spiritual yang kuat.

Gaya ini sangat mencerminkan kesederhanaan yang sakral. Kebaya model kutubaru modern dengan warna putih memberi kesan bersih dan tenang, seolah disiapkan khusus untuk sembahyang atau upacara adat. Elegansi muncul dari keselarasan warna dan keheningan busana itu sendiri.

Kebaya Hijau Olive: Berani Bermain Warna dan Etnik

Pada tampilan ini, Nadine mengenakan kebaya hijau olive dengan bordiran warna-warni yang kaya di bagian kerah dan tangan. Kain jarik batik dan kain tenun tumpuk menambah tekstur, ditambah riasan bold dan anting panjang yang menegaskan ekspresi kuat.

Gaya ini memadukan nuansa tradisional Jawa dan Nusa Tenggara dengan keberanian bereksperimen. Perpaduan bordiran dan tenun menunjukkan semangat lintas budaya yang tetap membumi. Tampilan ini cocok untuk acara budaya yang memadukan seni, fashion, dan warisan etnik.

Kebaya Cokelat Hangat: Kebersahajaan dalam Nuansa Keluarga

Dengan kebaya cokelat tua berkerah V sederhana dan jarik motif parang merah, Nadine tampil membumi. Anak-anak dalam foto juga mengenakan batik dan kebaya cerah, memperlihatkan suasana keluarga yang hangat dan harmonis.

Warna cokelat menekankan keanggunan klasik yang tidak mencolok. Tampilan ini cocok untuk perayaan seperti Hari Kartini atau acara keluarga yang mengedepankan nilai lokal. Kesan membumi muncul dari kesamaan tema dan keharmonisan gaya seluruh anggota keluarga.

Kebaya Kartini Modern: Bersih, Tradisional, dan Rapi

Kebaya brokat putih dengan potongan pas badan dan lengan ¾ dipadukan dengan batik sogan klasik serta sepatu selop. Rambut dibiarkan tergerai, menghadirkan kontras antara tradisional dan kasual yang seimbang.

Look ini mengingatkan pada gaya Kartini modern yang kuat namun tetap anggun. Kebersihan desain dan siluet ramping menjadikan gaya ini cocok untuk acara resmi atau semi-formal. Penampilannya bersih, sopan, tapi tetap stylish tanpa kehilangan nuansa budaya.

Kebaya Navy Formal: Glamor yang Tetap Klasik

Dalam acara formal malam hari, Nadine tampil dengan kebaya lace biru navy dan kain batik biru-putih. Dilengkapi dengan bros emas besar di tengah dan berdampingan dengan pasangan berpakaian beskap, kesan anggun langsung terasa.

Warna biru tua memberi kesan dewasa, stabil, dan cocok untuk suasana pernikahan atau acara ballroom. Model kutubaru modern yang dikenakan memancarkan kemewahan yang tidak berlebihan. Bros emas menjadi titik fokus yang memberi efek regal dan timeless.

Kebaya Encim Feminin: Lembut tapi Meriah

Nadine mengenakan kebaya encim pink muda dari brokat transparan, dipadukan dengan kain tenun merah-gold bermotif bunga Bali. Sandal selop dan masker putih menyesuaikan kondisi acara di era pandemi.

Warna pastel dari kebaya menciptakan suasana lembut dan feminin, sementara kain bawah yang mencolok memberikan kontras meriah. Perpaduan khas Betawi-Tionghoa dengan elemen Bali memperlihatkan keberagaman budaya yang bisa disatukan secara estetik. Look ini sangat cocok untuk pernikahan keluarga.

Lurik Kembar: Kesederhanaan sebagai Simbol Kebersamaan

Dalam gaya yang paling kasual, Nadine dan Dimas Anggara tampil kompak dengan atasan lurik cokelat bergaris. Ia memadukannya dengan rok batik motif bunga dan gaya rambut terurai tanpa aksesori mencolok.

Lurik adalah simbol kesederhanaan khas Jawa yang penuh makna filosofis. Penampilan ini memperlihatkan cinta budaya dengan cara yang tidak berlebihan, cocok untuk momen foto keluarga atau kampanye sosial bertema lokal. Kesan romantis muncul dari kekompakan dan pilihan busana senada.

People Also Ask

Q: Apakah gaya kebaya Nadine mencampurkan berbagai daerah?

A: Ya, ia memadukan elemen Bali, Jawa, Betawi, hingga Nusa Tenggara dalam satu narasi visual yang harmonis.

Q: Kebaya Nadine paling cocok untuk acara apa?

A: Mulai dari upacara adat, perayaan keluarga, hingga acara resmi atau kampanye budaya.

Q: Kenapa Nadine sering memilih kain brokat atau tenun?

A: Karena bahan ini memperkuat kesan tradisional sekaligus elegan, serta mencerminkan akar budaya lokal.

Q: Apa arti simbolik lurik yang dikenakan Nadine?

A: Lurik melambangkan kesederhanaan, kejujuran, dan nilai keseharian dalam budaya Jawa.

Read Entire Article
Dunia Televisi| Teknologi |