Liputan6.com, Jakarta Aktor Tio Pakusadewo mengenang almarhum Ray Sahetapy sebagai pribadi yang memiliki cinta besar terhadap dunia film dan Tanah Airnya. Tio menyebut Ray tak pernah lelah membicarakan Nusantara.
Namun kini Ray Sahetapy telah pergi untuk selamanya, setelah memberikan kontribusinya terhadap dunia film Tanah Air. Ray Sahetapy meninggal dunia pada Selasa malam, 1 April 2025.
"Ray itu punya cinta yang besar pada film nasional, sama negeri ini. Dia selalu membicarakan Nusantara," ujar Tio Pakusadewo di Rumah Duka RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, Rabu (2/4/2025).
"Sampai akhirnya Nusantara luka, cinta meninggalkan dia. Di tikungan terakhir dia harus menerima kalau dayanya sudah habis," Tio Pakusadewo menambahkan.
Lebih lanjut Tio menyebut Ray sosok yang menginspirasi banyak orang dengan kepeduliannya terhadap bangsa. Ia selalu membimbing dan mengampanyekan kecintaannya terhadap Indonesia.
"Dia punya cinta yang besar sama Indonesia sampai memutuskan banyak hal tentang Nusantara sebagai jalan keluar. Dia selalu membimbing, mengampanyekan bangsanya sendiri," kata Tio.
Bakat dalam Dunia Musik
Tak hanya dikenal sebagai aktor, Ray ternyata memiliki kecintaan pada dunia musik. Bahkan Tio dan Ray sempat berencana membuat sesuatu yang menggabungkan seni peran dan musik.
"Kita mau bikin, kita ini aktor, kita punya juga kecintaan sama musik. Ray itu hidupnya kayak notasi. Dia mahir suling, perkusi, dia juga mahir. Piano juga, ya kalau saya mungkin harmonika. Kita sama-sama punya kesamaan tentang hal tersebut. Sempat berencana lah," cerita Tio.
Seni Peran
Bagi Tio, seni peran bukan sekadar memahami karakter, tetapi juga menyelaraskan ritme dan detail dalam setiap adegan. Hal inilah yang ingin mereka sampaikan melalui proyek yang sempat direncanakan.
"Aktor itu tidak hanya mengenal karakter, tapi harus memahami irama, memberikan pemahaman bahwa hal-hal detail itu bisa dimulai dari ketukan. Itu yang mau kita sampaikan," ucap Tio Pakusadewo.