Review Film Qodrat 2: Elemen Aksi, Drama dan Horor dalam Porsi Pas, Lebih Dahsyat dari Pendahulunya

20 hours ago 6

Liputan6.com, Jakarta Salah satu yang paling saya khawatirkan dalam pertarungan Lebaran 2025 adalah Qodrat 2. Mengingat genrenya horor seperti Pabrik Gula sedangkan tiga film lainnya beda yakni Norma: Antara Mertua dan Menantu, Jumbo, serta Komang.

Syukurnya, kekhawatiran ini tak terbukti setelah pada hari pertama penayangan, Pabrik Gula dan film Qodrat 2 memimpin masing-masing dengan 203 ribuan serta 70 ribuan penonton. Norma: Antara Mertua dan Menantu malah jadi juru kunci.

Qodrat 2 adalah sekuel Qodrat, yang dirilis pada 2022. Dibintangi Vino G. Bastian dan Marsha Timothy, Qodrat membuka 10 besar film Indonesia terlaris 2022 bersama 1,7 jutaan penonton. Kini, sekuelnya dilepas pada Lebaran 2025.

Inilah review film Qodrat 2 yang menandai reuni Vino G. Bastian dan Acha Septriasa setelah 17 tahun pisah. Pada 2008, keduanya jadi pemeran utama In The Name of Love. Sayang, film karya Rudy Soedjarwo itu terlilit Tali Pocong Perawan.

Promosi 1

Setelah Mengalahkan Assualla...

Setelah mengalahkan Assualla dan membongkar kedok ustaz Zafar (Randy Pangalila), Qodrat melanjutkan hidup dengan melacak keberadaan istri, Azizah (Acha Septriasa) yang belakangan diketahui bekerja di pabrik tekstil.

Di sana, Azizah menjalin pertemanan dengan Purwanti (Della Dartyan) dan Yuni (Hana Saraswati). Suatu hari, Yuni meninggal dunia. Suaminya, Sukardi (Donny Alamsyah) curiga istrinya mangkat secara tak wajar.

Satpam selalu menghalangi Sukardi saat minta penjelasan para petinggi pabrik, termasuk Safih (Septian Dwi Cahyo). Purwanti mencium “bau busuk” skandal pabrik lewat buhul yang ditemukan pada peralatan karyawati yang tewas.

Purwanti dan Azizah mencoba menguak rahasia kelam pabrik. Di sisi lain, Qodrat bertemu Sukardi lalu menyusup ke pabrik. Azizah sendiri tengah bangkit dari trauma masa lalu setelah putranya, Alif (Jason Bangun) kesurupan lalu tewas.

Beda Warna dengan Pabrik Gula

Qodrat 2 dan Pabrik Gula sama-sama horor namun beda warna. Karya sineas Charles Gozali ini menegakkan karakternya lewat tiga unsur: drama keluarga, horor, dan action dengan porsi berimbang tanpa terasa tumpang tindih.

Nuansa drama dibangun dari kelamnya masa lalu bernama kehilangan dan pilihan-pilihan keliru yang dibuat para tokoh, khususnya Azizah. Dari sini, hukum sebab akibat diurai termasuk bagaimana memulihkan luka jiwa.

Nuansa Horor dari Menit Awal

Horor dalam Qodrat 2 terasa dari sejak menit awal. Acha Septriasa adalah magnet yang memungkinkan penonton merasakan segala bentuk emosi negatif dari ketakutan, dukacita, dan yang paling nyesek: penyesalan.

Puncaknya, ada di babak ketiga, saat Azizah menjalankan salat dua rekaat lalu iman digugat pihak seberang. Ekspresi ketakutan yang berubah warna menjadi keraguan, tetes air mata, dan sekali lagi semburat penyesalan ditransfer Acha Septriasa tepat sasaran.

Pengusiran Setan

Elemen horor juga dieksekusi dengan ciamik oleh Vino G. Bastian. Bagi yang non-Muslim tak perlu khawatir gagal paham dengan ayat-ayat yang dilantun karena ada teks berisi tejemahan. Ini memungkinkan kita paham konteks ayat yang digunakan.

Seperti halnya, Hollywood mengeksekusi adegan pengusiran setan dengan Mazmur 23 tentang Tuhan Gembalaku misalnya, atau mencuplik Mazmur Nabi Daud di pasal lain. Inilah pembeda tegas antara Qodrat dan film horor lain.

Ustaz Qodrat Melanjutkan HIdup

Alur ceritanya bukan membombardir penonton dengan teror lalu menguak selubung misteri perlahan hingga tanggal di babak ketiga. Ini murni soal ustaz melanjutkan hidup setelah ditinggal mati anak dan memenuhi panggilannya untuk mengusir setan.

Fokusnya bukan pada rentetan jumpscare untuk bikin penonton terkejut, tapi pada petualangan, pencarian makna cinta, dan jalan pulang. Jalan pulang ini bisa dirujuk sebagai semangat kembali kepada Tuhan seperti esensi Idulfitri.

Elemen aksi tidak menganibal horor sebagai “nyawa” film dan drama yang jadi tulang punggung Qodrat 2. Pewarnaan Qodrat 2 sejak awal terasa hangat lalu kesannya makin panas seiring konflik yang meruncing.

Hingga ke Detail Visual

Charlez Gozali menggarap filmnya dalam cermat hingga ke detail visual. Hasil akhirnya unggul di berbagai lini jika dibandingkan dengan jilid terdahulu. Vino G. Bastian dan Acha Septriasa sebagai ujung tombak memimpin cerita hingga ke babak akhir yang klimaks.

Pesona Qodrat 2 berada di babak ketiga. Habis-habisan bukan hanya dari penceritaan, tata kamera, dan koreografi. Adegan salat Acha Septriasa di babak akhir benar bikin ketar-ketir. Pun respons Vino G. Bastian setelahnya. Qodrat 2 lebih ciamik dari sebelumnya.

Yang mau menonton Qodrat 2 tak perlu khawatir tidak bisa mengikuti cerita. Mengingat, opening film menyajikan sejumlah adegan krusial Qodrat (2022). Setidaknya, Anda mendapat gambaran dan benang merah tentang siapa Qodrat dan panggilan jiwanya. 

Pemain: Vino G. Bastian, Acha Septriasa, Della Dartyan, Donny Alamsyah, Hana Saraswati, Septian Dwi Cahyo

Produser: Linda Gozali Arya

Sutradara: Charles Gozali,

Penulis: Gea Rexy, Asaf Antariksa, Charles Gozali

Produksi: Magma Entertainment, Rapi Film

Durasi: 115 menit

Read Entire Article
Dunia Televisi| Teknologi |