Liputan6.com, Jakarta Razman Nasution buka suara soal mundur dari posisi kuasa hukum Vadel Badjideh. Dalam pernyataan sikapnya, ada sejumlah poin yang disorot antara lain klaim telah memberi bantuan hukum semaksimal mungkin.
Seperti diketahui, pihak Polres Metro Jakarta Selatan menetapkan Vadel Badjideh jadi tersangka kasus pencabulan anak di bawah umur dan aborsi dengan korban Lolly. Mereka pernah berpacaran namun kini dikabarkan bubar jalan.
Lewat video yang diunggah di akun Instagram terverifikasi, Kamis (3/4/2025), Razman Nasution menyebut Vadel Badjideh menyembunyikan sesuatu kala menghadapi laporan Nikita Mirzani di Polres Metro Jakarta Selatan.
“DR. RAN menyampaikan alasan menarik diri, mundur dirinya dan tim dari Kuasa Hukum sdr. Vadel Alfajar Badjideh karena diduga ada yg disembunyikan sdr. Vadel Alfajar Badjideh,” cuitnya di medsos.
7 Bulan Bantuan Hukum
“Meski begitu DR. RAN selama 7 bulan tetap memberikan bantuan hukum maksimal dan ke depan tetap akan memberikan pendapat hukum dan memantau kasus sdr. Vadel,” Razman Nasution menyambung.
Ia menyebut, kuasa hukum yang baru berjanji mengupayakan penangguhan penahanan bahkan menghentikan kasus (SP3) Vadel Badjideh. Hingga artikel ini disusun, upaya tersebut belum membuahkan hasil.
Hanya Dapat Apes
Tampaknya, tak ada konflik antara keluarga Vadel Badjideh dengan Razman Nasution. Terbukti, Razman Nasution mengajak publik mendoakan bekas klien. Ia pun menyebut Vadel Badjideh tak dapat apa-apa dari Lolly kecuali apes.
“Yuk...kita doakan semoga sdr. Vadel Alfajar Badjideh bisa lolos dari jeratan hukum karena sesungguhnya menurut DR. RAN bahwa sdr. Vadel Alfajar Badjideh hanya dapat apesnya saja saat berpacaran dgn sdri. Loly,” ujarnya.
Permohonan Penangguhan Penahanan Ditolak
Sementara itu, Showbiz Liputan6.com pada 7 Maret 2025 mengabarkan bahwa Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan, AKP Nurma Dewi mengungkap permohonan penangguhan penahanan pihak Vadel Badjideh telah ditolak.
Mengingat, kasus ini berkaitan dengan Undang-undang Perlindungan Anak. “Kalau penangguhan penahanan dalam kasus UU Anak di bawah umur itu tidak ada atau tidak bisa (diwujudkan),” ujarnya kepada awak media di Jakarta.