Liputan6.com, Jakarta Haidar Rasyad, putra bungsu dari almarhum Mat Solar, mengungkapkan pengalaman mendalam yang dialaminya saat malam takbiran menjelang Lebaran Idul Fitri 2025. Dalam mimpinya, ia merasakan kehadiran sang ayah seolah-olah Mat Solar hidup kembali dan membangunkannya untuk melaksanakan salat Id. 'Semalam, aku didatangi mimpi oleh ayah. Ini baru pertama kali dan aku kaget banget, apalagi pas mau Lebaran,' kata Haidar di TPU H Daiman, Ciputat, Tangerang Selatan, Senin (31/3).
Pengalaman ini sangat berkesan bagi Haidar, terutama karena ini adalah Lebaran pertama tanpa kehadiran Mat Solar, yang meninggal dunia pada 17 Maret 2025. Kehilangan yang mendalam dirasakannya, mengingat kedekatannya dengan sang ayah. Dalam mimpinya, Haidar merasa Mat Solar berusaha membangunkannya untuk salat Id, menambah makna pada momen tersebut.
Haidar menceritakan, 'Jadi, aku kan tidur sendiri. Mungkin ayah takut aku enggak bangun salat Id, jadi aku dibangunin.' Momen ini membuatnya teringat betapa dekatnya hubungan mereka selama ini. Ia bahkan sempat mencari arti mimpi tersebut di Google, berharap dapat memahami makna dari pengalaman tersebut.
Momen Tak Terlupakan di Malam Takbiran
Malam takbiran menjadi waktu yang penuh haru bagi Haidar. Ia merasa sangat terkejut dengan mimpi tersebut, terutama karena datang menjelang hari raya. 'Di mimpinya, sih, ayah kayak mati suri. Ayah kayak hidup lagi, enggak tahu kenapa. Terus dari situ aku langsung bangun, kaget,' ungkapnya.
Setelah terbangun, Haidar menceritakan mimpi ini kepada ibunya dan kakak-kakaknya. Mereka semua tergerak untuk mendoakan Mat Solar, menandakan betapa pentingnya keluarga dalam menghadapi kehilangan ini. 'Ya, mereka ajak doa-doain yang baik untuk ayah. Aku sampai cari di Google soal pertanda ayah hidup lagi di mimpi,' tambahnya.
Haidar merasa bahwa mimpi tersebut bisa jadi pertanda dari sang ayah yang ingin memberikan semangat kepada keluarganya. Momen ini menjadi pengingat bagi Haidar akan cinta dan kasih sayang yang selalu diberikan oleh Mat Solar.
Kebiasaan dan Kenangan Bersama Mat Solar
Haidar mengenang kebiasaan ayahnya yang selalu membagikan uang THR kepada orang-orang di sekitar mereka saat Lebaran. Hal ini menjadi salah satu tradisi yang sangat diingat oleh Haidar dan keluarganya. 'Ayah suka banget makanan buatan mama yaitu ketupat sayur sama rendang. Ayah suka banget. Tahun ini tetep ada. Cuma, ayah enggak bisa makan juga,' kenangnya.
Ketupat sayur dan rendang menjadi hidangan yang selalu dinantikan oleh Mat Solar setiap Lebaran. Meskipun tahun ini hidangan tersebut tetap disajikan, rasa kangen akan kehadiran ayahnya sangat terasa. 'Ya pasti buat anak-anaknya, tapi ya itu, kangen,' ungkap Haidar dengan penuh emosi.
Rasa kehilangan semakin mendalam ketika Haidar menyadari bahwa ini adalah Lebaran pertama tanpa sang ayah. 'Menurutku ya, paling deket (ayah) sama aku, karena kakakku juga udah enggak di rumah. Sisa aku doang sama mama, jadi aku pasti aku kangen banget sama ayah,' tuturnya.
Kenangan Terindah Bersama Sang Ayah
Haidar menceritakan betapa dekatnya ia dengan Mat Solar. Setiap hari, ia selalu menjaga dan menemani ayahnya, baik saat membaca maupun saat melakukan aktivitas lainnya. 'Setiap hari aku jaga ayah, selalu lihatin ayah, kalau lagi baca atau apa. Aku juga selalu bantu ayah untuk berdiri dan lain-lain,' jelasnya.
Hubungan mereka yang erat membuat momen Lebaran kali ini terasa sangat berbeda. Haidar merasakan kekosongan yang mendalam tanpa kehadiran Mat Solar. 'Aku pasti kangen banget sama ayah,' ujar Haidar dengan mata yang berkaca-kaca, menandakan betapa besar cintanya kepada sang ayah.
Mat Solar, yang bernama asli Nasrullah, meninggal dunia pada usia 62 tahun setelah berjuang melawan infeksi paru-paru dan stroke selama dua tahun terakhir. Kehilangan ini tidak hanya dirasakan oleh Haidar, tetapi juga oleh seluruh keluarga dan penggemar Mat Solar yang mengenang kehangatan dan kebaikan hatinya.