5 Daya Tarik Sinetron SCTV Asmara Gen Z Ala Aqeela Calista, Naskah Bagus Hingga Lawan Main Suportif

18 hours ago 3

Liputan6.com, Jakarta Karier Aqeela Calista mengangkasa bersama sinetron Asmara Gen Z yang tayang tiap hari di layar kaca Satu Untuk Semua. Sebagai Aqeela Calista yang berkonflik dengan Arya Mohan, ia mengaku sangat menikmati peran ini.

Aqeela Calista menyebut sinetron SCTV ini tak menyajikan kisah cinta rumit dan dramatis. Konfliknya beragam lantaran memotret tema cinta, sekolah, pertemanan, dan keluarga. Yang ditonjolkan memang cinta. Keragaman konflik jadi daya tarik pertama.

Karena tak dibikin sok rumit dan dramatis, maka kisah cinta yang tersaji dalam Asmara Gen Z terasa dekat dengan kehidupan pemirsa setia. Aqeela Calista menilai ini daya tarik kedua yang juga susah ditepis.

“Sebenarnya enggak rumit sih, ini kayak kisah cinta anak SMA pada umumnya saja. Mungkin kalian juga pernah mengalami gitu. Tapi seru buat aku, seru banget. Menarik karena ini juga mengambil kayak sisi kreatifnya,” katanya.

Asmara Gen Z dan Anak Muda

Melansir video wawancara di kanal YouTube SCTV pekan ini, Aqeela Calista menyebut Asmara Gen Z adalah potret kreativitas anak muda berikut interaksi yang tercipta di antara mereka. Benturan antar karakter memantik konflik menarik.

“Kreatifnya anak muda, Gen Z, ada Jefan, Gema, Mohan, Adit, sama Noel. Mereka ceritanya bikin band-lah. Dan aku sebagai manajernya. Seru banget menghadapi lima lelaki dengan sifat berbeda-beda. Seru sekali!” Aqeela Calista menyambung.

Arahan Sutradara Sangat Penting

Terkait penokohan, Aqeela Calista menyebut karakternya punya masalah dengan kontrol emosi. Emosinya kerap meledak bersama situasi yang kurang ideal menurutnya. Dalam episode baru, ia menjanjikan karakter Aqeela Calista bangkit.

“Sebenarnya enggak susah memerankan ini, aku menjalaninya enjoy saja karena (daya tarik ketiga) didukung penulisan skrip yang sangat bagus. (Keempat) Bu Vemmy selalu membantu kami. Kasih nasihat ke para pemain, sangat membantu aku juga,” akunya.

Salingf Dukung Antarpemain

Aqeela Calista menyebut peran sutradara sangat krusial. Arahan Vemmy Sagita efektif membantu para pemain bertemu karakter kemudian berempati pada hidup mereka. Aqeela Calista lantas menguak daya tarik terakhir.

“Aku enggak merasakan adanya kesusahan atau gimana karena aku benar-benar menikmati. Enggak pusing, yang penting membaca (naskah) dan memahami karakter. Kita saling dukung antar lawan main juga,” Aqeela Calista mengakhiri.

Lawan main yang suportif memungkinkan aksi reaksi di depan kamera tampak natural. Tak dibuat-buat. Aqeela Calista tak henti bersyukur. Karena lawan main suportif, maka vibes di lokasi syuting pun positif. Hasil akhirnya pun positif.

Read Entire Article
Dunia Televisi| Teknologi |