Liputan6.com, Jakarta Aktor legendaris Ray Sahetapy akhirnya dimakamkan di TPU Tanah Kusir Jakarta, Jumat (4/4/2025) setelah disalatkan di Masjid Istiqlal. Pemakaman berlangsung khidmat dihadiri sejumlah selebritas Tanah Air termasuk putranya, Surya Sahetapy.
Beberapa jam setelahnya, Surya Sahetapy mengunggah video lawas menampilkan interaksi hangat Ray Sahetapy dan putrinya, Gisca Putri Agustina Sahetapy. Gisca meninggal dunia 15 tahun silam setelah berjuang melawan penyakit Meningitis.
Melihat video lawas ini, Surya Sahetapy menangis. Meski demikian terselip keyakinan bahwa kini dua orang yang disayanginya telah berjumpa di keabadian dan bebas dari rasa sakit.
“Kenangan indah yang tak ternilai. Ayah baru pergi, Kakak Gisca sudah 15 tahun mendahului. Akhirnya berjumpa! Bebas dari sakit,” cuit bintang film Aisyah: Biarkan Kami Bersaudara.
Air Mata Pecah Lagi
Bersama video lawas ini diunggah di akun Instagram terverifikasi, Jumat (4/4/2025), Surya Sahetapy tak dapat menutupi kerinduan pada sang ayah dan kakaknya, Gisca Putri.
“Air mata pecah lagi melihat video ini. Berat untuk kehilangan 2 orang tercinta tetapi kami Insya Allah bisa melewati masa sulit bersama. Jangan khawatirkan kami. Miss you both,” Surya Sahetapy menyambung.
Al Fatihah untuk Ray Sahetapy
Dalam video tampak, Ray Sahetapy berkemeja putih lengan panjang kerah shanghai sementara Gisca Putri berbaju hitam motif floral. Keduanya berpelukan dan tersenyum bahagia. Sesekali Ray Sahetapy mengusap lengan putrinya.
Sejumlah selebritas menguatkan Surya Sahetapy menghadapi kehilangan. “Al fatihah,” Angkie Yudistia menulis di kolom komentar. “Surya #Peluk,” Yuni Shara menyemangati. “Turut berduka ya Kak,” Anwar BAB menyahut.
Sulit untuk Diuraikan
Diberitakan sebelumnya, Surya Sahetapy tiba di Indonesia, Kamis (3/4/2025), sekitar jam 23.38 WIB, lalu bergegas ke Rumah Duka Sentosa RSPAD Gatot Subroto, Jakarta, untuk memberi penghomatan terakhir kepada jenazah ayahnya, Ray Sahetapy.
Di Instagram Stories, Surya Sahetapy menyampaikan pernyataan sikap setelah kabar ayahnya meninggal dunia menyebar, “Pengalaman ini rasanya sulit sekali untuk diuraikan bahkan dibayangkan melalui bahasa isyarat dan bahkan tulisan.”