Dear Deva Mahenra, Lebih Red Flag Mana, Aris Dalam Ipar Adalah Maut Atau Reza di Film La Tahzan?

2 weeks ago 17

Liputan6.com, Jakarta Aktor Deva Mahenra bersiap kembali ke layar lebar lewat film La Tahzan karya sienas Hanung Bramantyo. Dalam film ini, ia memerankan Reza, ayah satu anak yang main gila dengan pembantu di rumah.

Belum dirilis, Deva Mahenra mengaku siap dibenci ibu-ibu seperti ketika memerankan Aris dalam Ipar Adalah Maut yang merangkul 4,8 jutaan penonton tahun lalu. Label red flag pun disematkan publik kepada Aris maupun Reza.

Pertanyaan yang kemudian muncul, lebih parah mana level red flag-nya, karakter Reza di film La Tahzan atau Aris dalam box office Ipar Adalah Maut? Ditanya ini, Deva Mahenra punya jawaban sendiri.

“Yang lebih red flag dari dua laki-laki itu sebenarnya Deva Mahenra karena Deva-nya mau lagi memainkan peran ini ha ha ha,” katanya kepada Showbiz Liputan6.com di MD Place, Jakarta Selatan pekan ini.

Promosi 1

Mengobrol dengan Manoj Punjabi

Bintang film Kisah Tanah Jawa kemudian mengenang momen kali pertama bertemu produser MD Pictures, Manoj Punjabi, untuk membahas La Tahzan tahun lalu. Kala itu, ia menolak karena merasa La Tahzan dan Ipar Adalah Maut sama saja.

“Tapi, waktu mengobrol sama Pak Manoj, pas dapat ceritanya, saya pikir idenya sama dengan Ipar Adalah Maut. Begitu membaca, wah gila, ini lebih ribet. Makanya jadi mau,” Deva Mahenra berbagi cerita.

Menaikkan Level

“Kalau lo berhasil melakukan sesuatu, lo hebat. Tapi kalau lo berhasil melakukan sesuatu secara beruntun, lo luar biasa. Ini lebih ke tantangan untuk diri sendiri, menaikkan level, bagaimana bermain dengan spektrum akting yang penuh siasat,” imbuhnya.

Deva Mahenra lalu berterima kasih kepada Manoj Punjabi karena memberi tantangan baru lewat La Tahzan dari kisah nyata karya Elizasifaa. Dalam La Tahzan, ia beradu akting dengan Ariel Tatum dan Marshanda.

Darah dan Daging Ikut Merasakan

Sementara itu, Marshanda mengaku, memerankan Alina, karakter utama La Tahzan sebagai sesuatu yang sakral. Dalam pandangannya, Alina istri baik, salihah, perharian kepada suami maupun anak dan orang-orang di sekitarnya. Namun, ujian untuk Alina amat berat.

“(Untuk memerankan tokoh ini) pertama-tama, saya harus memercayai dulu bahwa yang Alina alami itu real. Sesuatu yang... darah daging saya pun merasakan itu. Nanti, harapannya penonton merasakan juga bahwa itu real,” Marshanda membeberkan.

Read Entire Article
Dunia Televisi| Teknologi |