Liputan6.com, Jakarta Musisi sekaligus aktivis Yak Widhi Lamong berbagi kesibukan selama Ramadan 2025. Setidaknya ada dua kegiatan yang dijalani musisi kelahiran Lamongan, Jawa Timur, 2 Mei 1979 tersebut.
Pertama, Yak Widhi Lamong meluncurkan single terbaru “Puasa Ramadhan” dengan irama musik rancak semi-remix. Aransemen ini dipilih bukan tanpa alasan. Ia ingin masyarakat menjalani puasa dengan semangat dan tetap ceria.
“Setelah sukses dengan berbagai lagu bertema sosial dan kebangsaan, saya meluncurkan lagu terbaru ‘Puasa Ramadan’ dengan irama musik rancak semi-remix, menyemarakkan bulan suci,” kata Yak Widhi Lamong.
Selain itu, ia bikin Lomba Karaoke Puasa Ramadan yang didukung Kapolres Lamongan. Lomba ini terbuka untuk semua kalangan, baik remaja maupun dewasa. Biaya pendaftaran pun gratis.
Bikin Lomba Karaoke
Lewat pernyataan tertulis yang diterima Showbiz Liputan6.com, Sabtu (15/3/2025), Yak Widhi Lamong menjelaskan, lomba ini membuka kesempatan bagi pemenang untuk rekaman bersamanya.
“Selain itu, ada hadiah uang tunai total 5 juta rupiah berikut piala dari Kapolres Lamongan. Pendaftaran dibuka hingga 25 Maret 2025,” beri tahu musisi yang memulai karier sebagai vokalis sejak SMP.
Band Metal Jawa
Momen ini dijadikan Yak Widhi Lamong untuk mengilas balik perjalanan kariernya di dunia seni. Masih segar dalam ingatan, ia banting setir jadi gitaris saat SMA. Babak baru terjadi ketika Yak Widhi Lamong kuliah di Universitas Airlangga Surabaya.
“Saya bikin band Metal Jowo yang dikenal berkat lirik penuh kritik sosial dan aransemen rok menggema di kalangan mahasiswa Surabaya. Bahkan kami ikut ambil bagian dalam pergerakan reformasi 1998,” Yak Widhi Lamong menyambung.
Revolusi Indonesia
Setelahnya, ia melanjutkan karier solo dengan merilis dua album yang sukses di pasar indi. Album pertama, Beda Rasa Beda Telinga terjual lebih dari seribu kaset. Cukup sukses untuk ukuran musisi indi.
“Album kedua bertajuk Revolusi Indonesia membawa lagu-lagu hit seperti ‘Berita Korupsi’ dan ‘Kongkalikong’ yang hingga kini masih eksis di berbagai platform digital musik,” Yak Widhi Lamong mengakhiri.