Liputan6.com, Jakarta - YouTube terus memperbarui fitur Shorts demi bersaing dengan TikTok dan Instagram Reels. Kali ini, YouTube menghadirkan fitur editor baru dengan kontrol yang lebih presisi, serta bocoran fitur AI yang digadang-gadang bakal hadir dalam waktu dekat.
Editor Baru dengan Kontrol Lebih Detail
Dengan pembaruan ini, pengguna YouTube Shorts bisa lebih mudah menyusun dan mengedit klip dengan fitur zooming dan snapping, memungkinkan penyesuaian waktu secara presisi.
Selain itu, seperti dikutip dari Engagdet, Sabtu (5/4/2025), YouTube juga menambahkan opsi untuk:
- Menambahkan musik dan teks berjangka waktu (timed text).
- Menyusun ulang atau menghapus klip dengan lebih fleksibel.
- Melihat pratinjau video kapan saja selama proses editing.
Fitur AI Akan Hadir, Bisa Sinkronisasi Klip ke Lagu!
YouTube juga berencana menghadirkan fitur sinkronisasi otomatis klip ke lagu, mirip seperti yang sudah ada di TikTok. Selain itu, pengguna juga akan bisa:
- Membuat stiker dari foto di galeri atau menggunakan AI image generator bawaan.
- Menggunakan template dengan lebih mudah, termasuk dukungan untuk overlay gambar dan filter efek.
Yang menarik, YouTube juga akan memberikan kredit otomatis kepada kreator template yang digunakan orang lain, sesuatu yang bisa menjadi daya tarik bagi kreator konten di Shorts.
Selama ini, TikTok dan aplikasi edit videonya, CapCut, dianggap sebagai standar emas dalam pengeditan video di ponsel. Namun, dengan ketidakpastian masa depan TikTok di AS, YouTube mungkin melihat celah menjadikan Shorts sebagai alternatif utama.
Untuk diketahui, ini bukan pertama kalinya YouTube meniru fitur TikTok. Pada 2024, Shorts juga menambahkan fitur narasi teks-ke-suara (text-to-speech) yang mirip dengan yang ada di TikTok.
YouTube Alami Penurunan Kualitas Video Mendadak, Mentok di 360p
Untuk diketahui sebelumnya, beberapa pengguna YouTube mengalami masalah kualitas video yang tiba-tiba menurun sampai 144p atau 360p, walau memiliki koneksi internet yang stabil.
Mengutip Android Police, Jumat (21/3/2025), YouTube telah mengonfirmasi masalah ini melalui halaman dukungannya dan sedang menyelidikinya lebih lanjut.
Masalah ini dilaporkan terjadi pada berbagai perangkat, termasuk iOS, browser di desktop, dan Smart TV. Pengguna yang mencoba meningkatkan kualitas video YouTube ke 1080p atau lebih tinggi justru malah mengalami buffering.
Saat ini, belum ada perbaikan resmi dari YouTube. Namun, laporan terkait gangguan ini mulai bermunculan di situs DownDetector dan halaman bantuan YouTube.
Belum juga jelas seberapa luas dampaknya dan apa penyebab utama gangguan ini.
Sebagai alternatif sementara, pengguna dapat mencoba mengakses YouTube melalui browser web untuk melihat apakah masalah masih terjadi. YouTube akan memberikan pembaruan terkait masalah ini melalui halaman dukungannya.
YouTube Shorts Makin Atraktif, Pengguna Bisa Buat Background Video Pakai AI
Seblumnya, YouTube lagi-lagi membuat gebrakan baru buat kreator di Shorts. Fitur Dream Screen yang sebelumnya hanya bisa bikin background gambar, sekarang sudah bisa bikin background video berbasis AI.
Mengutip TechCrunch, Minggu (24/11/2024), fitur baru YouTube Shorts ini hadir berkat teknologi dari Google DeepMind, Veo, yang mampu membuat klip video 1080p dengan berbagai gaya sinematik. Cara menggunakannya juga mudah.
Pengguna hanya tinggal buka kamera Shorts, pilih ikon green screen, lalu klik Dream Screen. Masukan teks seperti “Candy landscape” atau “Magical forest with a stream”, pilih gaya animasinya, dan klik Create.
Kemudian, pengguna kamu akan menemukan beberapa opsi latar belakang video yang siap dipakai untuk membuat konten makin keren.
Setelah pilih background video Shorts, pengguna juga bisa langsung rekam video dengan latar tersebut. YouTube mengatakan fitur ini sangat cocok untuk membuat suasana kreatif.
Tidak hanya itu, ke depannya YouTube juga memilki rencana memberikan fitur membuat klip video mandiri berdurasi enam detik langsung dari Dream Screen.
Fitur Dream Screen ini sekarang sudah tersedia di Amerika Serikat, Kanada, Australia, dan Selandia Baru. Belum diketahui, apakah fitur ini juga akan hadir di negara lain, termasuk Indonesia.