Liputan6.com, Jakarta - Bocoran harga dan spesifikasi Nintendo Switch 2 membuat penasaran para pembaca di kanal Tekno Liputan6.com, Kamis (3/4/2025) kemarin.
Berita lain yang juga populer datang dari Amazon yang disebut ingin membeli TikTok di pasar Amerika Serikat.
Lebih lengkapnya, simak tiga berita terpopuler di kanal Tekno Liputan6.com berikut ini.
1. Nintendo Switch 2 Rilis Juni 2025, Intip Bocoran Spesifikasi dan Harganya
Nintendo mengungkap semua detail konsol mereka yang akan datang, Nintendo Switch 2. Model ini hadir dengan desain yang diperbarui dan meningkatkan setiap aspek dari pendahulunya.
Mengutip GSM Arena, Kamis (3/4/2025), secara desain Nintendo Switch 2 hadir dengan ukuran lebih besar. Lebarnya 271,8mm dan tinggi 114,3mm dengan ketebalan yang tetap sama yakni 13,9mm. Secara bobot, konsol dan kontroler ini memiliki bobot 399 gram.
Dibandingkan desain yang lama, Nintendo Switch 2 memiliki penyangga yang jauh lebih besar di bagian belakangnya. Dengan begitu, memungkinkan jangkauan gerakan yang lebih luas.
Pada konsol ini terdapat dua port USB type C: satu di bagian atas dan satu di bagian bawah.
Konsol game Nintendo Switch 2 hadir dengan Joy-Con 2 yang baru dan lebih baik. Joy-Con 2 ini tidak lagi memiliki warna biru dan merah seperti Joy-Con aslinya. Namun, kini warnanya didominasi warna hitam gelap.
Nintendo Switch 2 disebut akan tersedia pada tanggal 5 Juni mendatang dengan pre-order bisa dilakukan mulai 9 April 2025 di Amerika Serikat dan 8 April 2025 di Inggris. Lantas, berapa harga Nintendo Switch 2?Baca selengkapnya di sini
2. Amazon Disebut Ingin Beli TikTok, Apa Motif di Baliknya?
Di tengah tenggat waktu larangan aplikasi TikTok yang semakin dekat, Amazon dilaporkan telah memasuki arena persaingan untuk mengakuisisi platform video pendek tersebut.
Menurut laporan The New York Times, raksasa ritel itu mengajukan "tawaran di menit terakhir" dan telah menghubungi Wakil Presiden JD Vance serta Menteri Perdagangan Howard Lutnick terkait proposal tersebut.
Diwartakan Engadget, Kamis (3/4/2025), motif di balik langkah Amazon yang terkesan mendadak ini masih belum jelas.
TikTok saat ini menghadapi tenggat waktu 5 April 2025 untuk mencapai kesepakatan, meskipun Presiden Donald Trump mengisyaratkan kemungkinan perpanjangan jika diperlukan.
The New York Times melaporkan bahwa pejabat Gedung Putih tampaknya tidak "secara serius" mempertimbangkan tawaran potensialnya dianggap kecil. Amazon menolak memberikan komentar terkait hal ini.
Amazon bergabung dengan sejumlah perusahaan dan investor lain yang telah mengajukan tawaran. Kelompok tersebut salah satunya mencakup YouTuber MrBeast (didukung oleh grup yang melibatkan CEO Roblox David Baszucki).
Ada juga pendiri Reddit Alexis Ohanian (yang bergabung dengan kelompok investor yang dikenal sebagai "Project Liberty"), dan Perplexity AI yang mengusulkan integrasi video pendek ke dalam mesin pencari mereka.
3. Nilai Saham Apple Jatuh Usai AS Umumkan Kebijakan Tarif Trump
Nilai saham Apple dilaporkan merosot lebih dari 6 persen pada perdagangan Rabu, 2 April 2025, kemarin.
Penurunan nilai saham Apple ini terjadi setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan kebijakan tarif baru antara 10-14 persen pada barang impor.
Mengutip laporan CNBC, Kamis (3/4/2025), sebagian besar pendapatan Apple berasal dari perangkat yang diproduksi di Tiongkok dan beberapa negara Asia lainnya.
Tidak hanya Apple yang terimbas dari penerapan tarif Trump. Nvidia yang memproduksi chip baru mereka di Taiwan dan merakit sistem kecerdasan buatannya di Meksiko juga mengalami penurunan saham sekitar 4 persen.
Adapun nilai saham perusahaan kendaraan listrik Tesla turun 4,5 persen.
Perusahaan-perusahaan teknologi lainnya juga mengalami penurunan nilai saham. Meliputi, Alphabet, Amazon, dan Meta yang semuanya nilai sahamnya turun antara 2,5-5 persen. Sementara, nilai saham Microsoft turun hampir 2 persen.
Bicara tentang Apple, jika kerugian pasca pasar Apple disamakan dengan perdagangan reguler pada Kamis, nilai penurunan saham itu jadi yang paling tajam sejak September 2020.