Liputan6.com, Jakarta - Beberapa pengguna laptop Windows belakangan ini dibuat kesal karena tidak bisa menginstal atau menjalankan Google Chrome.
Muncul pesan error yang berisi "This app can't run on your PC", yang menyatakan bahwa program tidak didukung di perangkat mereka.
Ternyata, masalah ini berasal dari file instalasi Chrome (ChromeSetup.exe) yang bermasalah dan berdampak pada pengguna Windows 10 dan Windows 11.
Sebaliknya, pengguna macOS tidak mengalami kendala saat mengunduh dan memasang Chrome.
Mengutip Phone Arena, Jumat (4/4/2025), yang menarik, error ini hanya terjadi pada mereka yang mencoba menginstal Chrome baru.
Setelah dikonfirmasi ke Google dan Microsoft, perwakilan Google menyatakan bahwa mereka sudah mengetahui masalah ini dan telah memperbarui file instalasi Chrome agar kompatibel dengan perangkat Windows.
Namun, penyebab pastinya masih belum jelas, dan tidak ada indikasi kalau update Chrome pada 21 Maret atau pembaruan sistem Windows yang menjadi penyebab bug ini.
Bagi pengguna yang masih mengalami error saat menginstal Chrome, solusinya cukup mudah:
- Segarkan browser atau hapus cache sebelum mengunduh ulang file instalasi dari situs resmi Chrome.
- Pastikan kamu mendapatkan versi terbaru dari ChromeSetup.exe yang sudah diperbaiki oleh Google.
Dengan langkah ini, seharusnya Google Chrome bisa kembali diinstal tanpa kendala di laptop Windows kamu.
Disebut Lakukan Monopoli, Google Tolak Usulan Jual Chrome
Untuk diketahui, sejak 2023, Google dituding melakukan monopoli dengan berbagai produk dan layanan.
Salah satu yang paling hangat adalah produk mesin pencarinya, Google Chrome. Departemen Kehakiman AS (DOJ) pun mengatakan, Google melakukan monopoli ilegal dalam hal mesin pencarian hingga pengadilan akhirnya menyetujui hal ini Agustus lalu.
Atas hal tersebut, DOJ ingin agar Google menjual mesin pencari populernya, Chrome. Meski begitu, Google meyakini kalau penjualan Chrome justru akan merusak keamanan mesin pencari tersebut. Google juga menolak gagasan tersebut.
Google pun berupaya mengajukan banding atas hal ini. Meski begitu, sebelum mengajukan banding, Google wajib mengajukan proposal penyelesaian.
Proposal dari Google ini menguraikan langkah-langkah yang bisa diambil perusahaan untuk memperbaiki masalah monopoli ilegal tersebut.
Terbaru, mengutip Apple Insider, Selasa (24/12/2024), Google menjelaskan, mereka bisa mengubah kontrak tentang peramban, seperti Apple dan Mozilla.
Pengguna Bisa Mengubah Penyedia Pencarian Default Setiap 12 Bulan
Berdasarkan usulan ini, perusahaan-perusahaan memiliki pilihan untuk menerapkan mesin pencari default yang berbeda pada platform berbeda.
Pengguna bisa mengubah penyedia pencarian default mereka tiap 12 bulan. Sekadar informasi, pada 2022, Google membayar Apple sebesar USD 20 miliar agar bisa menjadi mesin pencari default di platformnya.
Kesepakatan ini diungkapkan dalam sebuah pernyataan oleh Wakil Presiden Senior Layanan Apple Eddie Cue selama berlangsungnya proses hukum.