Gandhi Fernando Klaim Film Horor Penunggu Rumah: Buto Ijo Beda, Tanpa Adegan Darah dan Kekerasan

1 month ago 30

Liputan6.com, Jakarta - Penunggu Rumah: Buto Ijo tayang di bioskop seluruh Indonesia mulai hari ini, Kamis (15/1/2026). Film horor karya sineas Achmad Romie ini dibintangi Gandhi Fernando, Celine Evangelista, Valerie Thomas, Meryem Hasanah, hingga Adnan Djani.

Dalam Penunggu Rumah: Buto Ijo, Gandhi Fernando merangkap jabatan sebagai produser, penulis skenario sekaligus pemain. Bintang film The Right One dan Tuyul mengklaim, Penunggu Rumah: Buto Ijo menghadirkan pendekatan yang berbeda.

Di tengah maraknya film horor di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir, Penunggu Rumah: Buto Ijo tampil beda tanpa menampilkan adegan darah dan kekerasan keji. Film ini dirancang sebagai horor ramah anak dan keluarga, tapi tetap menyajikan misteri juga ketegangan yang menghibur.

Penunggu Rumah: Buto Ijo adalah adaptasi bebas dari cerita rakyat Nusantara Timun Mas dengan pendekatan lebih kelam. Ceritanya memang ringan, tak melibatkan banyak pemain namun tokoh-tokoh yang dihadirkan memiliki fungsi dan motivasi jelas.

“Film ini sejak awal kami rancang sebagai horor yang aman ditonton bersama keluarga. Tidak ada adegan darah, tidak ada kekerasan keji. Kami menghadirkan horor yang tetap menegangkan, tapi tidak membuat anak-anak trauma,” kata Gandhi Fernando.

Lewat pernyataan tertulis yang diterima Showbiz Liputan6.com, pada Rabu (14/7/2026), pesohor dengan 1,2 jutaan pengikut di TikTok ini menambahkan, ide menghadirkan horor ramah anak lahir dari keinginannya memberi alternatif tontonan keluarga di bioskop.

Diakui sang produser, Manoj Punjabi, KKN di Desa Penari ini merupakan salah satu film horor yang memiliki budget cukup tinggi. Bahkan mengalahkan film drama yang pernah dibuatnya.

Fun, Ringan, dan Punya Nilai Hiburan

Gandhi Fernando menilai tak semua film horor harus identik dengan kekerasan ekstrem untuk bisa menarik perhatian penonton. Penunggu Rumah: Buto Ijo menyajikan terobosan ini tanpa mengabaikan unsur fun sehingga tetap menghibur.

“Kami ingin buktikan horor bisa hadir dengan cara yang lebih fun, ringan, dan tetap punya nilai hiburan. Lewat cerita rakyat seperti Buto Ijo, kami juga ingin mengenalkan kembali budaya Nusantara kepada generasi muda,” tambahnya.

Memperkaya Ragam Horor Indonesia

Selain menghadirkan ketegangan yang bersifat atmosferik, Penunggu Rumah: Buto Ijo juga menyelipkan pesan tentang keluarga, keberanian, dan nilai budaya lokal dengan durasi ringkas. Tak sampai 90 menit.

“Pendekatan ini diharapkan jadi pintu masuk bagi anak-anak untuk mengenal genre horor secara aman dan positif. Semoga jadi pilihan tontonan keluarga yang berbeda sekaligus memperkaya ragam horor Indonesia,” harap Gandhi Fernando.

Tentang Ali Dan Srini

Penunggu Rumah: Buto Ijo mengisahkan janda satu anak bernama Srini (Celine Evangelista). Belakangan, ia dan putrinya, Tisya (Meryem Hasanah) diganggu makhluk tak kasat mata. Penasaran, Srini minta bantuan mantan pacarnya, Ali (Gandhi Fernando).

Ali adalah kreator konten yang lagi butuh duit karena ibunya sakit. Obat rekomendasi dokter harus segera ditebus. Didukung adiknya, Lana (Valerie Thomas), Ali menerima tawaran kerja yakni merekam bukti keberadaan makhluk gaib di rumah Srini.

Lanjut Baca:

Saksikan FTV Kisah Nyata Pagi di Indosiar, Kamis 15 Januari Via Live Streaming Pukul 08.00 WIB

Read Entire Article
Dunia Televisi| Teknologi |