The Strokes Tampil Bernyali di Coachella 2026, Kutuk Serangan AS ke Iran dan Konflik Gaza

9 hours ago 5

Jadi intinya...

  • The Strokes kritik keras pemerintah AS dan CIA di Coachella 2026.
  • Visualisasi panggung menuduh CIA konspirasi dan keterlibatan pembunuhan MLK Jr.
  • Band ini menyoroti pengeboman di Iran dan Gaza, mendukung Palestina.

Liputan6.com, Jakarta - Sejumlah penampilan artis di pekan kedua Coachella 2026 membetot perhatian publik. Salah satunya The Strokes, yang dengan penuh nyali menyampaikan pernyataan sangat keras terhadap pemerintah Amerika Serikat. Dilansir dari Variety dan Pitchfork, di pengujung penampilan mereka pada Sabtu (18/4/2026) malam waktu setempat, band asal AS ini membawakan lagu “Oblivius."

Salah satu penggalan lirik dalam lagu ini berbunyi “What side you standing on?" (Kalian berada di pihak mana?), dinyanyikan berulang-ulang oleh sang vokalis, Julian Casablancas. Sementara pada layar raksasa di panggung, diperlihatkan sejumlah visualisasi yang menampilkan tuduhan terhadap CIA dan kritik atas pemerintah AS. 

The Strokes menampilkan montase video yang menyebut CIA membantu dan bersekongkol dalam peralihan kekuasaan di Chili, Bolivia, Republik Demokratik Kongo, dan banyak lagi. Foto mantan Perdana Menteri Iran Mohammed Mossadegh, mantan presiden Bolivia Juan Torress, dan mantan presiden Chili Salvador Allende, muncul dengan tudingan bahwa CIA berkonspirasi untuk menggulingkan mereka.

Tak hanya itu, muncul pula foto Martin Luther King, Jr. dengan tulisan “USGOVT dinyatakan bersalah atas pembunuhannya dalam persidangan perdata.” Pernyataan ini merujuk pada persidangan tahun 1999, yang mana juri dengan suara bulat memutuskan bahwa telah terjadi konspirasi pemerintah untuk membunuh sang aktivis gerakan hak sipil dan kulit hitam. Sebelumnya, ditampilkan juga visualiasi perbudakan di Amerika Serikat. 

Pernyataan The Strokes soal Iran dan Gaza

Variety mencatat bahwa di pengujung lagu tersebut, The Strokes menampilkan backdrop masjid yang bercahaya, sementara layar LED menampilkan pengeboman yang dilakukan AS dan Israel di Timur Tengah. 

Caption yang disertakan dalam visualisasi ini berbunyi, "Lebih dari 30 universitas di Iran dihancurkan." Video ini langsung disambung dengan rekaman lain yang memperlihatkan bangunan di Gaza yang dihancurkan dalam ledakan. 

"Universitas terakhir yang berdiri di Gaza," begitu tulisan yang disertakan dalam video ini. 

Beda dengan Penutupan The Strokes di Coachella Pekan Lalu

Pernyataan keras The Strokes ini menjadi kejutan besar untuk hadirin Coachella pekan kedua. Pasalnya, minggu lalu grup ini tak menampilkan hal seperti ini dalam penampilannya. Di panggung pekan perdana Coachella, sang vokalis "hanya" menyentil perang yang dikobarkan Presiden AS Donald Trump. 

"Kalian semua semangat dengan draft ya? Oh tunggu, bukan draft NFL," kata dia kala itu, memelesetkan kata draft yang sama-sama bermakna wajib militer dan susunan pemain. 

Dukungan The Strokes untuk Palestina

Sebagai catatan, The Strokes diketahui memberikan dukungan kepada Palestina dalam konflik panjang dengan Israel. Pada 2021, vokalis grup ini ikut menandatangani surat terbuka “Musicians for Palestine” (Musisi untuk Palestina) pada 2021.

Dalam surat tersebut, Julian Casablancas menutut dihentikannya penindasan di Palestina dan penjuru dunia lain. 

Annisa Bahar dan Ratu Meta Jalani Pemeriksaan Terkait Laporan Dugaan Kasus Penipuan

Read Entire Article
Dunia Televisi| Teknologi |