Fuji Ngaku Kena Mental! Bongkar Dugaan Penggelapan Dana yang Dilakukan Eks Karyawan

6 hours ago 9

Jadi intinya...

  • Fuji melaporkan mantan manajer atas dugaan penggelapan dana dan penyalahgunaan aset.
  • Uang Fuji digunakan untuk gaya hidup mewah, termasuk mobil mantan kekasih terlapor.
  • Fuji alami trauma mental, tetap proses hukum meski terlapor sudah minta maaf.

Liputan6.com, Jakarta - Fuji mengungkapkan kelakuan mantan manajer atau adminnya, yang kini terjerat kasus dugaan penggelapan dana. Fuji merasa sangat sakit hati karena uang hasil keringatnya justru disalahgunakan untuk membiayai gaya hidup mewah orang lain.

Fuji menyebut bahwa terlapor pernah membelikan mantan kekasihnya sebuah mobil. Ia pun berharap perempuan yang bersangkutan mengembalikan kepadanya.

"Uangnya untuk kayaknya seingat aku dia pernah beliin mobil ke mantannya ya, jadi mobilnya tuh masih ada di mantannya. Untuk mantannya siapa tahu nonton ya," ujar Fuji di Polres Metro Jakarta Selatan, Senin (20/4/2026).

"Ngenes nggak, Uti sudah kerja keras uangnya buat dibeliin mobil ke mantan. Ya siapa tahu mantannya lihat kan, tolonglah uang haram itu. Karena uang itu bukan uang yang halal, itu dari korupsi jadi tolong dibalikin saja," sambung Fuji.

Kekecewaan Fuji kian mendalam karena selama bekerja, sang admin sebenarnya sudah mendapatkan gaji dan bonus yang sangat layak. Ia merasa dikhianati oleh orang yang seharusnya menjaga kepercayaan dalam mengelola kontrak kerja dengan berbagai brand.

"Gaji dan bonus ada dua digit tiap bulan Kak, ada. Dari rekrutmennya dari Uti tuh dulu dari kayak kita nyebar info loker oh ya bener dia dapat chat aku terus kualifikasi dan kerjanya masa awal-awal oke setahun setengah kerjanya sama aku," ungkapnya.

Fuji Sebut Barangnya Sering Diambil

Tidak hanya soal uang, Fuji juga menyoroti perilaku terlapor yang sering memberikan barang-barang miliknya kepada orang lain tanpa izin. Akses pribadi yang dimiliki pelaku dimanfaatkan untuk meraup keuntungan pribadi dengan cara yang tidak sah.

"Ya semoga kalau misalnya ada ya (aset yang disita), tapi setahu aku sih uangnya untuk membiayai orang lain mulu. Jadi otaknya tuh benar-benar duit cuma memanfaatkan ini dan kadang barang-barang endorse-an diambil-ambilin dikasih ke pasangannya gitu," tuturnya.

Selama ini, Fuji tidak menyadari adanya kebocoran dana karena sistem kerja yang manipulatif dilakukan pelaku. Pelaku diduga melakukan doktrin kepada karyawan baru agar ikut menutupi kejahatan yang dilakukannya.

Fuji Mengaku Kena Mental

Dampak dari kasus ini membuat Fuji mengalami trauma psikis yang cukup berat, hingga harus mencari bantuan profesional. Ia merasa sangat terpukul karena orang yang dipercayanya justru menjadi duri dalam daging dalam kariernya.

"Oh kena mental banget, saya menghubungi psikiater lagi tuh nggak jadi ya. Untung teman-teman saya juga waktu itu lagi solid-solidnya jadi saya bersyukur atas kehadiran teman saya menemani saya pas lagi depresi. Karena bukan sekadar duit doang Kak, karena pertama dia mempunyai akses buat itu untuk Instagram pribadi saya atau TikTok saya, dia screenshot chat-chat pribadi saya disebarluaskan untuk jadi dia bahan ketawa-ketawaan ngata-ngatain saya di belakang," paparnya.

Terlapor Minta Maaf, Apa Reaksi Fuji?

Meski terlapor sudah meminta maaf melalui pesan singkat, Fuji bersikeras untuk melanjutkan proses hukum. Baginya, kata maaf tidak cukup untuk menghapus penderitaan dan kerugian yang telah ditimbulkan.

"By WhatsApp sih personal ya. Lanjut proses saja sih Kak sudah enggak perlu saya sama uangnya just you," pungkas Fuji.

Ade Hubart Gandeng Ian Antono di Single Come On, Kisahkan Pergulatan Batin

Read Entire Article
Dunia Televisi| Teknologi |