Zee Asadel Respons Perubahan Judul Danur Senjakala Jadi The Last Chapter, Akhir Kisah Risa Saraswati

5 hours ago 2

Jadi intinya...

  • "Danur: The Last Chapter" akan menjadi film terakhir kisah Risa Saraswati.
  • Zee Asadel dan Prilly Latuconsina membintangi film arahan sutradara Awi Suryadi.
  • Film Danur sebelumnya sukses besar, mengubah persepsi genre horor di Indonesia.

Liputan6.com, Jakarta - Sebelum pandemi Covid-19, beredar bocoran jilid kempat Danur berjudul Senjakala. Waktu bergulir. Kini MD Pictures mengumumkan Prilly Latuconsina dan Zee Asadel memperkuat film horor anyar, Danur: The Last Chapter dengan Awi Suryadi duduk di kursi sutradara.

Terkait perubahan judul film Danur: Senjakala menjadi Danur: The Last Chapter, Zee Asadel menyebutnya sebagai pernyataan sikap yang terang-terangan. Danur: The Last Chapter akan menjadi akhir perjalanan Risa Saraswati yang legendaris.

“Kayaknya ini statement dari Pak Manoj, Pak Awi, dan Bu Lele, ini memang terakhir dari ceritanya Risa Saraswati. Bukan Danur Universe,” kata Zee Asadel dalam wawancara eksklusif dengan Showbiz Liputan6.com di Gedung KLY Jakarta Pusat, belum lama ini.

Danur: The Last Chapter menandai kali pertama Zee Asadel bekerja sama dengan Awi Suryadi. Aktris film Ancika: Dia Yang Bersamaku 1995 menyebut Awi Suryadi yang suskes lewat KKN Di Desa Penari sebagai sosok perfeksionis yang pernah ditemuinya.

“Dia menurutku adalah orang yang paling perfeksionis, detail banget. Tapi aku mengerti kenapa. Sebetulnya bukan pressure sih, tapi menyadari bahwa this is the last Danur, pasti dia kayak ingin memberikan yang terbaik dan paling gong,” Zee Asadel membeberkan.

“Dia orang yang sangat detail karena bisa banget syuting 30 shot satu adegan. Atau, satu scene bisa dua hari. Dia bisa melihat sesuatu yang orang lain enggak melihat,” beri tahunya.

Mengenang Pencapaian 2,7 Juta

Menurutnya, Danur punya tempat istimewa dalam sejarah film Indonesia. Kali pertama waralaba ini menyapa bioskop, lewat Danur: I Can See Ghosts yang mendulang 2,7 jutaan penonton. Padahal, hari pertama penayangan “hanya” mampu mengais 80 ribuan penonton.

“Bahkan 2,7 jutaan zaman dulu itu probably sekarang standarnya bisa setara 4 jutaan karena di tahun itu, bioskop belum sebanyak sekarang. Peminat bioskop belum sebanyak sekarang. Promosi di medsos juga belum segila sekarang,” Zee Asadel mengulas.

Jadi Nobar Anak Sekolah

Danur: I Can See Ghosts menciptakan euforia besar pada 2017. Genre horor yang dulu identik dengan darah dan adegan syur mulai disorot. Hantu-hantu cilik yang menemani Risa Saraswati membuka pintu bagi anak-anak sekolah menonton Danur di bioskop.

“Jadi nobar anak-anak sekolah karena baru banget ada film horor yang diomongin seluas itu. Akhirnya aku ikut menonton dan berpikir, kayak film-film The Conjuring,” ucapnya, lalu menyebut Danur: The Last Chapter akan jadi perjalanan paling emosional Risa Saraswati.

Menari Itu Capai Banget

Bagi Zee Asadel, membintangi Danur: The Last Chapter adalah mimpi yang jadi nyata. Ada banyak momen membekas di hatinya selama syuting. Salah satunya, menari balet seperti yang tampak pada trailer. Sungguh melelahkan.

“Aku tahu, menari itu capai banget. Karena menari bukan sekadar menggerakkan tubuh. Ada kamera yang merekam, shot-nya banyak. Betul, dan ada emosi yang harus kita sampaikan. Aku ada adegan menari sambil kesurupan, itu capai banget,” pungkas Zee Asadel.

Saksikan Sinetron Jejak Duka Diandra Episode Kamis 5 Maret Pukul 21.30 WIB di SCTV.

Read Entire Article
Dunia Televisi| Teknologi |