Presenter Kathleen Victoria dan Kimberly Georgia Rintis Karier di TV, Ajak Anak Cintai Matematika

20 hours ago 6

Liputan6.com, Jakarta - Industri televisi Tanah Air diwarnai sejumlah bakat baru di bidang presenting. Yang mencuri perhatian antara lain Kimberly Georgia dan Kathleen Victoria. Kisah mereka jadi presenter berawal dari pengalaman di rumah, ketika sang ayah meminta Kimberly Georgia mengajari adik yang usianya hanya beda dua tahun. Dari situ, ia belajar dasar-dasar mengajar dan sadar, mengajar itu menyenangkan. Ia kemudian ingin membuat matematika terasa lebih mudah dan tidak menakutkan melalui visualisasi konsep beragam sehingga mudah dipahami orang lain.

“Melihat kebutuhan ini, saya ingin membagikannya ke lebih banyak anak. TVRI memberi kesempatan untuk mewujudkannya. Saya pikir, jika fisika, kimia dan biologi memiliki laboratorium, matematika pun seharusnya bisa memiliki ruang eksplorasi,” kata Kimberly Georgia diiakan Kathleen Victoria. Keduanya lahir pada 22 Februari 2009 dari pasutri Teddy Darmawan dan Laura Christine. Kimberly Georgia dan Kathleen Victoria bersekolah di ACS Jakarta dan kini masih kelas 11. Di tangan keduanya, matematika jadi lebih menyenangkan.

Dalam wawancara via telepon dengan Showbiz Liputan6.com, Minggu (3/5/2026), Kimberly Georgia dan Kathleen Victoria menguak tantangan menjadi tuan rumah program Bermain Matematika. Tantangan utama adalah belum terbiasa tampil di depan publik hingga gugup.

“Selain itu, menyampaikan materi edukasi di televisi harus jelas, menarik, dan singkat. Namun, hal ini terbantu dukungan kru dan antusiasme anak-anak yang hadir,” ujar Kathleen Victoria seraya menyebut presenter favoritnya Najwa Shihab.

Dianggap Sulit dan Ada Stigma

Kimberly Georgia dan Kathleen Victoria mengakui, matematika identik dengan sulit. Gurunya pun sering dicap galak atau “killer.” Walhasil, matematika kerap jadi momok bagi banyak siswa. Kimberly Georgia dan Kathleen Victoria bukan tak menyadari fenomena ini.

“Ya, ⁠matematika sering dianggap sulit karena bersifat abstrak dan ada stigma pelajaran ini menakutkan. Dari pengalaman saya, matematika bisa lebih mudah dipahami jika diajarkan secara menyenangkan dengan bantuan visualisasi atau alat peraga,” ucap Kimberly Georgia.

Tahu Jawaban dan Paham Konsep

Salah satu cara membuat matematika terasa lebih menyenangkan, dengan membantu siswa membayangkan konsep. Misalnya, setengah dibagi 1/6 dapat dijelaskan dengan membayangkan berapa banyak potongan 1/6 yang mengisi setengah piza.

“Dengan pendekatan ini, siswa tidak hanya tahu jawaban, tapi juga memahami konsepnya,” ulas Kathleen Victoria seraya menjelaskan manfaat belajar matematika. Pertama, membantu membentuk cara berpikir yang logis dan terstruktur. Kedua, siswa dilatih untuk memecahkan masalah dan mencari solusi. Ini keterampilan yang berguna dalam kehidupan sehari-hari serta berbagai bidang di masa depan, meski kelak pekerjaan anak tak bersinggungan langsung dengan matematika atau berhitung.  

Read Entire Article
Dunia Televisi| Teknologi |