Sarwendah Bantah Persulit Ruben Onsu Temui Anak, Ajak Duduk Bareng Benahi Komunikasi

6 hours ago 6

Jadi intinya...

  • Sarwendah tidak larang Ruben bertemu anak, masalahnya kurang komunikasi.
  • Keterlambatan balas pesan bukan berarti mempersulit akses bertemu anak.
  • Penyelesaian masalah melalui komunikasi langsung, hindari polemik publik.

Liputan6.com, Jakarta - Sarwendah melalui kuasa hukum, Chris Sam Siwu, menanggapi tudingan mempersulit Ruben Onsu bertemu anak-anak. Chris Sam Siwu menegaskan tak pernah ada larangan bagi Ruben Onsu untuk menemui buah hatinya.

"Saya sebenarnya tidak mengerti, tapi mungkin wajar jika dari versi Bang Minola menyebut dipersulit, sementara dari versi kami tidak. Kami ingin bertanya, bagian mana mempersulitnya? Tunjukkan kepada kami," ujarnya dalam wawancara via Zoom, Sabtu (20/6/2026).

Menurut Chris Sam Siwu, masalah yang terjadi lebih kepada kurang lancarnya komunikasi. Ia menilai segala sesuatu masih dapat dibicarakan dengan baik.

"Rumahnya jelas, posisinya ada. Tinggal dikomunikasikan saja kapan jadwal anak yang kosong, lalu silakan datang atau dijemput. Sekali lagi, klien kami sudah bukan istri dari klien Bang Minola. Jadi tidak bisa lagi disuruh-suruh secara langsung," kata Chris Sam Siwu.

Menurutnya, keterlambatan membalas pesan tak dapat diartikan sebagai upaya mempersulit akses bertemu anak.

"Jika anaknya ada dan jadwalnya kosong, silakan datang atau jemput. Bukan tiba-tiba mengirim pesan singkat satu-dua kali, lalu karena tidak langsung dibalas karena kesibukan, langsung dibilang dipersulit selama berbulan-bulan. Kan agak lucu," tambahnya.

Lebih lanjut Chris Sam Siwu menanggapi keberadaan pihak lain di sekitar anak-anak kliennya. Ia menilai, selama orang-orang tersebut memberi kasih sayang dan pengaruh positif, maka tak perlu dipersoalkan.

"Terkait kehadiran pihak ketiga, keempat, atau kelima yang memberikan kasih sayang kepada anak-anak klien kami, apakah itu harus menjadi masalah besar? Yang seharusnya menjadi masalah besar itu kalau anak-anak dikelilingi orang-orang yang tidak sayang, orang yang mau mencelakai, atau orang yang berniat tidak baik," tutur Chris Sam Siwu.

Hanya Karena Tak Sempat Bertemu

Pertemuan resmi dua tim kuasa hukum dijadwalkan pada 11 Juli 2026 untuk mencari solusi terbaik demi kepentingan anak-anak. Ia mengimbau untuk tak membuat opini yang justru menyudutkan salah satu pihak.

"Jika permasalahannya hanya karena tidak sempat bertemu di suatu acara, cukup komunikasi saja yang diperbaiki antara ibu dan bapaknya. Jangan langsung diframing seolah-olah dipersulit," Chris Sam Siwu menyambung.

Menahan Diri

Kuasa hukum Sarwendah lainnya, Abraham Simon, mengajak seluruh pendukung kedua pihak menahan diri dan menghentikan polemik di ruang publik.

"Mari para pendukung untuk menahan diri. Kita sudahi polemik ini di ruang publik, dan kita selesaikan melalui ruang tertutup untuk mencapai kesepakatan yang bijaksana dan kekeluargaan demi masa depan anak-anak," pungkasnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Oki Rengga dan Nita Gunawan Bintangi Serial Tetangga Maha Benar, Dinamika Warga Multikultural

Read Entire Article
Dunia Televisi| Teknologi |