6 Tokoh Film Dua Nafas Dibintangi Aty Cancer dan Syakir Daulay, Kasih Sayang Nenek Tanpa Batas

4 hours ago 4

Liputan6.com, Jakarta - Syakir Daulay memasuki babak baru dalam karier dengan menjadi produser film Dua Nafas karya sineas Hasto Broto. Aty Cancer dan aktor cilik Auzan Noh Karepesina didapuk sebagai pemeran utama. Dua Nafas yang akan tayang di bioskop Indonesia mulai 2 Juli 2026 ini hasil kolaborasi Indonesia dan Korea Selatan. Selain Syakir Daulay, produser film ini Park Joung Kuk. Ia mengakui besarnya penerimaan masyarakat Indonesia terhadap karya seni Korea Selatan jadi salah satu pertimbangan dalam memproduksi film Dua Nafas.

“Musik, film, dan drama Korea mendapat sambutan luar biasa. Kenyataan itulah yang mendorong kami untuk berani bekerja sama dengan sineas Indonesia dalam memproduksi Dua Nafas. Kami yakin film ini akan jadi sesuatu yang beda dan diterima dengan antusias oleh penonton Indonesia,” kata Park Joung Kuk kepada Showbiz Liputan6.com di Jakarta Selatan, Jumat, 19 Juni 2026.

Sementara itu, produser eksekutif Kwon Dae Hyung menjelaskan, Dua Nafas adalah adaptasi dari karya Korea Selatan. Ini bukan tanpa alasan. “Sejatinya, seni, budaya, serta karakter masyarakat Indonesia dan Korea memiliki banyak kesamaan. Kedua masyarakat ini sangat menghormati orang tua terutama nenek dalam keluarga. Karena itulah cerita ini terasa dekat dan mudah diterima di dua negara,” ulasnya.

Naskah film Dua Nafas digarap Jo Hyeon Suk dan Exan Zen. Laporan khas Showbiz Liputan6.com kali ini merangkum 6 tokoh kunci dalam film Dua Nafas. Selamat menonton.

1. Nenek Mariyam (Aty Cancer)

Hidup sendiri di salah satu desa di Jawa Barat, Mariyam atau Nenek Yam tinggal di rumah yang terbuat dari kayu dan anyaman bambu. Sehari-hari, Mariyam menyambung hidup dengan menjual sayur-sayuran di pasar. Ia tak dapat bicara namun bisa mendengar.

Anak laki-lakinya merantau ke Jakarta, menikah dengan Wati, lalu dikaruniai seorang putra. Sayang, putra Mariyam meninggal dunia. Pasang surut kehidupan membentuk watak Mariyam sebagai wanita paruh baya yang tegar, penuh welas asih, dan peduli pada sekitar.

2. Wati (Adelia Rasya)

Menantu Mariyam ini membesarkan putranya sendiri di Jakarta. Suatu hari, Wati mudik ke rumah Mariyam bersama anaknya, Anto. Kepada Mariyam, Wati mengaku sedang berjuang melawan penyakit, akan menempuh operasi besar, dengan masa pemulihan sekitar dua bulan.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Dalam trailer tampak, Wati berlinang air mata kala menceritakan masalah hidupnya kepada Mariyam. Hatinya terasa berat karena tak bisa berbagi beban hidup dengan Anto yang masih kecil. Dada makin sesak saat Wati harus berpisah dengan Anto yang belum paham situasi.  

Read Entire Article
Dunia Televisi| Teknologi |