Vino G Bastian Bintangi Film Tanah Runtuh, Petik Pesan Penting Soal Keluarga dan Toleransi

2 hours ago 6

Liputan6.com, Jakarta - Vino G Bastian kembali menunjukkan aktingnya dalam proyek layar lebar berjudul "Tanah Runtuh". Vino mengaku tersentuh dengan narasi yang menyoroti sisi kemanusiaan di balik isu konflik besar yang menjadi latar dari film ini.

Vino G Bastian menyampaikan bahwa pentingnya memperhatikan nasib anak-anak yang seringkali menjadi korban dalam sebuah kerusuhan. Vino memandang bahwa film Tanah Runtuh sebagai cerminan untuk lebih mensyukuri kondisi kehidupan saat ini.

"Buat saya, di luar bicara konflik yang besar saya memang setuju sekali dengan awal narasi film ini. Terlalu banyak orang menangkap yang besar dari peristiwa itu, tapi lupa dengan yang kecil. Dari kejadian besar, chaos, yang menjadi korban juga anak-anak," ujar Vino G Bastian di XXI Epicentrum, Jakarta Selatan, Kamis (18/6/2026).

"Mungkin inspirasi dari kisah atau peristiwa nyata bukan hanya ini. Nanti malam saya akan ajak anak saya menonton, mungkin dia akan belajar karena masih banyak anak-anak di luar sana yang kurang beruntung," lanjut pemeran karakter Idham tersebut.

Bagi Vino, nilai persatuan dan keharmonisan di Indonesia merupakan sesuatu yang tidak datang secara cuma-cuma. Ia menegaskan bahwa perjuangan menjaga toleransi harus selalu tumbuh dan berawal dari lingkungan yang paling dekat, yaitu keluarga.

"Satu hal yang saya dapat, toleransi dan persatuan itu harus diperjuangkan. Semakin kita menggembar-gemborkan itu semakin banyak yang mengacak-ngacak itu. Jadi toleransi itu harus diperjuangkan, dari mana? Ya dari keluarga dulu. Buat saya ini bukan cuma film yang penting, tapi film yang kita butuhkan," tuturnya.

Makna Kehadiran Vino G Bastian

Kehadiran Vino dalam proyek ini ternyata memberikan kesan mendalam bagi Denny Siregar selaku produser film Tanah Runtuh. Denny menceritakan proses panjang di balik layar serta alasannya memilih aktor profesional seperti Vino untuk menghidupkan cerita sejarah yang berisiko tinggi.

"Permasalahan di kita itu itu-itu saja. Saya merasa kita tidak belajar dari peristiwa yang ada. Kita ada banyak cerita, Poso, Ambon, bahkan Sriwijaya. Cuma tidak banyak Production House yang mau ambil cerita ini. Tapi kan harus ada yang memulai. Ini mungkin pertama kali saya bekerja sama dengan Vino, dan dia sangat profesional," kata Denny Siregar.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Sementara itu, sang sutradara Rudi Soedjarwo menyoroti keajaiban akting dari Ridho Khaliq, anak down syndrome yang menghidupkan karakter Ringgo. Ia menceritakan proses pengambilan gambar yang berlangsung secara alami berkat spontanitas yang ditunjukkan sang aktor cilik tersebut. "Ringgo ini kita pilih karena dia penuh dengan spontanitas. Kenapa jadi menarik, karena kamera saya hanya merekam, mereka yang bercerita. Ketika kamera saya ke sana tiba-tiba Ringgo belok, itu keajaibannya. Gimana dia bereaksi dengan pemeran lain, itu yang alami dan itu yang kita jaga," jelas Rudi.

Read Entire Article
Dunia Televisi| Teknologi |