Presenter Riska Kartini Resmi Jadi Notaris, Tandai Babak Baru dari Dunia Seni ke Bidang Hukum

11 hours ago 3

Jadi intinya...

  • Riska Kartini, figur publik, resmi dilantik sebagai notaris, menandai transformasi karier.
  • Pelantikan ini hasil perjalanan panjang, menekankan tanggung jawab, integritas, dan independensi.
  • Ia menyoroti pentingnya adaptasi teknologi, namun integritas dan ketelitian tetap utama.

Liputan6.com, Jakarta - Kabar membanggakan datang dari Riska Kartini. Dikenal sebagai presenter, politikus, sekaligus pengusaha, ia kini resmi dilantik sebagai notaris. Momen ini menandai transformasi besar dalam kariernya, dari figur publik ke profesi hukum yang sarat dengan tanggung jawab.

Riska Kartini menjelaskan, pelantikan ini bukan proses instan melainkan perjalanan panjang yang penuh pembelajaran dan pengorbanan. Meski panjang, persohor dengan 28 ribuan pengikut di Instagram ini menikmati proses hingga akhirnya menjemput gelar notaris.

“Ini bukan hanya tentang gelar atau jabatan, tapi tentang tanggung jawab yang lebih besar dan legitimasi hukum sebagai pejabat umum,” kata Riska Kartini lewat pernyataan tertulis yang diterima Showbiz Liputan6.com, pada Jumat, 6 Maret 2026.

Bagi Riska Kartini, notaris bukan sekadar profesi tambahan dalam daftar panjang kariernya. Notaris adalah pengingat tentang komitmen menjaga integritas dan kepercayaan masyarakat. Langkahnya ke dunia kenotariatan menunjukkan sisi lain yang lebih formal dan teknis.

Riska Kartini menilai pengalaman di berbagai bidang justru membentuknya jadi pribadi adaptif, memahami beragam karakter, dan dinamika kepentingan yang bergulir di sekitarnya. Gelar notaris meneguhkan komitmen Riska Kartini terhadap independensi dan integritas.

“Pengalaman lintas bidang memperkaya perspektif saya. Dalam profesi ini, independensi dan integritas tetap jadi pegangan utama,” ungkap Riska Kartini seraya menyadari ekspektasi publik terhadapnya tidak kecil. Jabatan notaris menuntut sikap netral dan profesional.

Integritas dan Ketelitian adalah Fondasi

Keberanian untuk berkata tidak terhadap hal-hal yang meragukan adalah bagian dari menjaga amanat. “Integritas dan ketelitian adalah fondasi. Kita harus sensitif terhadap hal-hal yang tak wajar,” Riska Kartini menjelaskan.

Di sisi lain, ia sadar perkembangan teknologi dan perubahan zaman tak dapat dibendung. Di era digital, Riska Kartini menyoroti pentingnya adaptasi teknologi dalam layanan hukum.

Teknologi Itu Penting

Teknologi telah jadi bagian hidup manusia. Teknologi pula yang memudahkan manusia dalam banyak urusan. Namun kemudahan digital tak boleh mengorbankan asas kehati-hatian.

“Teknologi itu penting, tetapi integritas tetap yang utama,” Riska Kartini mengingatkan. Sebagai figur yang terbiasa berinteraksi dengan masyarakat, ia mengajak publik tidak mudah tergiur iming-iming.

Lebih Baik Teliti dan Bertanya

Apalagi, belakangan banyak yang menawarkan proses cepat atau biaya murah dalam urusan hukum. “Lebih baik teliti dan bertanya, daripada menyesal di kemudian hari,” cetus Riska Kartini.

Langkah Riska Kartini jadi notaris menunjukkan evolusi karier bisa berjalan beriringan dengan komitmen profesional. Dari panggung publik menuju meja akta, ia menegaskan satu hal, menjaga kepercayaan publik adalah prioritas utama.

Ammar Zoni Jalani Ramadan di Balik Jeruji, Lebih Religius dan Rajin Salat Tahajud di Lapas Cipinang

Read Entire Article
Dunia Televisi| Teknologi |