Potret Celine Evangelista dengan Paes Jawa Hijab di Gala Premier Film Danyang Wingit

3 months ago 41

Liputan6.com, Jakarta Artis Celine Evangelista baru-baru ini "mengubah total" penampilannya dengan mengenakan baju adat Jawa khas pengantin. Penampilannya tampak cantik, dengan riasan natural dan beberapa aksesoris bunga melati yang menjuntai. Dengan riasan kepala Paes, penampilannya dianggap berbeda namun tetap tampak anggun.

Usut punya usut, Celine tidak benar-benar berdandan Paes Jawa. Karena ia masih mengenakan hijab, yang menyatu dengan outfit tradisional tersebut lewat penampilan yang 'Javanese Bride Look' mewah. Berdasarkan keterangan di unggahan, penampilan tersebut dikenakannya untuk kegiatan gala premiere film horor Danyang Wingit Malam Jumat Kliwon, di mana dirinya memegang peran sentral dan penokohan yang kuat.

Yuk simak penampilan Celin Evangelista selengkapnya, lewat busana Paes Jawa Modern yang khas, dirangkum Liputan6, Senin (10/11).

Celine Mengenakan "Paes Jawa Hijab" untuk Gala Premiere

Di unggahan Instagram make up artis, Hepi David, Celine Evangelista tampak mencuri perhatian dengan penampilan bak pengantin Jawa di acara Gala Premiere film terbarunya. Pemilihan untuk mengenakan Paes Jawa, yang identik dengan upacara pernikahan tradisional, merupakan keselarasan dari tokoh yang tengah ia perankan di sana.

Dirinya mengenakan kebaya beludru berwarna hijau tua yang dihiasi bordiran dan payet mewah, lengkap dengan cunduk mentul di kepala dan ronce (untaian) bunga melati panjang yang menjuntai hingga bahu. Penampilan ini menampilkan perpaduan keanggunan budaya Jawa dengan pesona pribadinya yang kini lebih tertutup.

Paes Jawa yang terlukis di dahi yang juga berfungsi sebagai mahkota utama, diketahui telah dimodifikasi tanpa menghilangkan sisi hijabnya. Di sana, kemudian outfit bagian atasan tersebut jadi lebih tampak natural.

Riasan Paes Jawa Membuatnya Anggun Tanpa Membuka Aurat

Tantangan terbesar dalam penampilan ini adalah menyatukan riasan Paes Jawa dengan kewajiban menutup aurat (berhijab). Secara tradisional, riasan Paes dilukis langsung pada kulit dahi, meninggalkan bagian dahi terbuka. Namun, agar tetap menutup rambut dan dahi, penata rias menggunakan teknik adaptasi yang cerdas.

Riasan Paes (termasuk elemen Gajahan dan Pengapit) dilukis di atas inner atau ciput berwarna kulit yang menutupi seluruh garis rambut. Teknik ini memungkinkan bentuk dan filosofi Paes tetap terlihat otentik, sambil memastikan seluruh rambut tertutup sempurna oleh inner dan disamarkan oleh sanggul buatan yang tertutup untaian melati. Dengan modifikasi ini, Celine berhasil menampilkan Paes tanpa harus melanggar prinsip hijab.

Make Up Bold Begitu Menyatu dengan Outfit Paes Jawa yang Dikenakan Celine

Gaya riasan yang diaplikasikan pada wajah Celine Evangelista mencoba menyeimbangkan antara estetika tradisional Paes Jawa dengan tren makeup modern yang kuat. Untuk mengimbangi busana adat yang mewah dan riasan Paes yang tegas, fokus riasan wajah diberikan pada area mata.

Dirinya kemudian dirias dengan smokey eyes bernuansa cokelat keemasan yang terkesan dramatis, dilengkapi dengan eyeliner tajam dan bulu mata tebal yang membuat matanya tampak hidup dan besar. Kontras yang lembut ditawarkan pada area bibir, dengan pemilihan warna nude atau coral yang diberi sentuhan glossy agar terkesan segar namun tetap cantik ala perempuan Jawa.

Perpaduan antara Paes yang klasik dan teknik contouring serta highlight modern berhasil menciptakan tampilan flawless yang menonjol, dan mendukung proses Gala Premiere dari film tersebut.

Apa Makna Mendalam Paes Jawa yang Terlukis di Dahi Celine?

Paes Jawa sendiri merupakan riasan berupa lekukan-lekukan hitam di dahi, dengan bentuk mengikuti pola hairline rambut. Paes ini memiliki simbol adiluhung yang sarat dengan doa dan filosofi. Riasan ini terbuat dari pidih (sejenis lilin malam) dan setiap bentuknya memiliki makna. Berikut makna mendalamnya:

  • Gajahan (atau Panunggul): Lekukan terbesar di tengah dahi, menyerupai ujung telur bebek. Melambangkan harapan agar pengantin wanita dihormati, ditinggikan derajatnya, dan memiliki hati yang suci.
  • Pengapit: Dua lekukan runcing di kiri dan kanan Gajahan. Fungsinya mengapit atau mengendalikan Gajahan, melambangkan harapan agar pasangan mampu membedakan yang baik dan buruk serta selalu berjalan lurus menuju tujuan mulia.
  • Penitis: Lekukan yang lebih kecil di samping Pengapit. Melambangkan bahwa segala sesuatu yang dilakukan harus memiliki tujuan yang tepat dan efektif, termasuk dalam mengelola rumah tangga.

Dengan mengenakan Paes, Celine secara tidak langsung membawa serta doa dan harapan luhur dari tradisi Jawa dalam penampilan publiknya.

Penampilan Celine di Film Danyang Wingit Malam Jumat Kliwon

Kehadiran Celine di Gala Premiere adalah untuk mendukung film terbarunya, Danyang Wingit Jumat Kliwon, yang merupakan sebuah film horor dengan kisah bahaya hasrat kekuasaan. Seperti dikatakan kepada Liputan6, sang produser, Agus Riyanto, mengatakan bahwa di sana Celine berperan sebagai Citra yang merupakan keponakan Mbok Ning (Djenar Maisa Ayu) asisten dari seorang dalang bernama Ki Mangun Suroto.

Rupanya, dalam pertunjukannya, Celine tak mengetahui bahwa pengangkatannya sebagai sinden merupakan upaya tumbal untuk eksistensi Ki Mangun Suroto. Sang dalang ingin menguasai ilmu-ilmu kuno untuk memperkaya diri dan mencapai hidup abadi. Celine kemudian menjadi korban dari hasrat dan kekuasaan di film tersebut.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Topik (People Also Ask)

1. Apa perbedaan utama Paes Jawa yang dikenakan Celine Evangelista dengan Paes pengantin tradisional?

Jawaban: Paes yang dikenakan Celine dimodifikasi dengan teknik rias modern di mana Paes dilukis di atas ciput atau inner hijab, sehingga rambut dan dahi tertutup penuh sesuai syariat, namun bentuk dan filosofi Paes (Gajahan, Pengapit) tetap terlihat. Paes tradisional biasanya dilukis langsung pada kulit dahi.

2. Apa makna dari riasan Paes Jawa bagian "Gajahan"?

Jawaban: Gajahan adalah lekukan yang paling besar di tengah dahi. Gajahan melambangkan harapan agar pengantin wanita dihormati, ditinggikan derajatnya, dan menjadi simbol kesempurnaan.

3. Apa saja elemen hiasan kepala yang digunakan Celine Evangelista selain Paes?

Jawaban: Selain Paes yang dilukis di dahi, hiasan kepala tradisional yang digunakan adalah cunduk mentul (hiasan mahkota tegak di atas sanggul) dan ronce melati panjang yang menjuntai di sisi kepala, melengkapi nuansa pengantin Jawa.

Read Entire Article
Dunia Televisi| Teknologi |