Anya Zen Ambil Jus Lupa Hapus Makeup Hantu Danur: The Last Chapter, Driver Ojol Sampai Istighfar

2 hours ago 1

Jadi intinya...

  • Riasan karakter Canting minim prostetis, fokus pada body paint 6 lapis dan detail tempelan.
  • Anya Zen membuat ojol terkejut karena lupa menghapus riasan mengerikan Canting.
  • Adegan menari Canting melelahkan, butuh 6 jam, dilakukan sendirian dengan wujud berubah.

Liputan6.com, Jakarta - Ada banyak cerita seru dari lokasi syuting film Danur: The Last Chapter karya sineas Awi Suryadi. Salah satunya, dari Anya Zen pemeran hantu Canting dengan latar kelam plus desain karakter yang kompleks. Desain karakter ini diterjemahkan ke dalam riasan.

Biasaya, riasan hantu dalam film horor atau fantasi menggunakan prostetis yang ditempel di muka dan beberapa bagian tubuh. Visual Canting tak demikan. Prostetisnya minim, lebih banyak body paint dan detail tempelan di sejumlah bagian tubuh Anya Zen.

“Prosesnya itu ada enam lapisan warna. Enam warna, satu tempelan, satu lagi yang terakhir membentuk kerak kulit tubuh. Itu proses yang sangat panjang, di luar itu ada wig, gigi palsu, dan bajunya kebayaan terus. Itu full makeup,” Anya Zen menjelaskan.

“Dari semua kru aku paling banyak menghabiskan waktu dengan tim efek. Makeup 2,5 jam. Kalau syuting malam, masuk set dijadwalkan jam 18, saya tiba di lokasi syuting jam 15,” katanya seraya mengaku sering lupa menghapus riasan wajah dan rambut di lokasi syuting.

Di lokasi syuting Danur: The Last Chapter, Anya Zen satu ruangan dengan Prilly Latuconsina dan Zee Asadel. Keduanya sudah biasa melihat Anya Zen mondar-mandir dengan riasan wajah mengerikan. Suatu hari, ketiganya memesan jus lewat aplikasi ojek daring.

“Zee sama Prilly karena melihat aku terus, mereka sudah biasa. Pernah kami beli jus, pesanan datang. Saya keluar untuk mengambil jus. Saya lupa masih pakai makeup. Saat keluar bertemu bapak ojol, dia teriak astaghfirullahaladzim!” kenang Anya Zen lalu ngakak.

Sama-Sama 6 Jam

Dalam wawancara eksklusif dengan Showbiz Liputan6.com di Gedung KLY Jakarta Pusat, baru-baru ini, Anya Zen dan Zee Asadel mengungkap ada banyak persiapan untuk menyelami karakter Canting. Salah satunya, belajar menari.

Eksekusi adegan menari pun terbilang melelahkan. “Kita di hari yang berbeda, karena dua-duanya 6 jam. Kalau Riri menari sama teman-teman balet. Canting sendiri. Sudah sendiri, dan wujudnya berubah-ubah,” akunya.

Efek Makeup

“Dari makeup effect, misalnya pas gerakan berputar, rambutnya jadi bagaimana. Rambutnya diganti kemudian berputar lagi. Itu PR banget, terus ada penonton sebanyak 200. Dan mereka juga harus dipoles dengan efek visual,” Anya Zen menyambung.

Menari sebenarnya bukan hal baru baginya. Mengingat, saat sekolah Anya Zen belajar menari dan main teater. Justru di sinilah masalahnya. Telah lama meninggalkan dunia pertunjukan lalu kembali ke panggung ditonton 200 orang bikin deg-degan.

Naik Panggung, Disorot Lampu

Beruntung, Anya Zen bisa mengendalikan demam panggung dan gugup. Setelah 30 menit di atas panggung, bintang film Ali Topan bisa lebih relaks dan fokus pada perjalanan hidup Canting yang kompleks.

“Aku sudah lama banget enggak merasakan di atas panggung. Ditonton orang dengan lampu. Jadi awalnya aku deg-degannya karena itu, kayak: Oh my God, balik lagi ke atas panggung dan sendirian,” tutup Anya Zen.

Vindes Warnai Ramadan 2026 dengan Beragam Program, dari Konten Dracin Hingga Fan and Makers

Read Entire Article
Dunia Televisi| Teknologi |