Review Film The Furious: Ini Dia Pertarungan yang Asyik, Ada Gregetnya

4 hours ago 6

Liputan6.com, Jakarta - Di atas kertas, ada banyak alasan untuk menonton film aksi Hong Kong The Furious. Pertama ini adalah reuni dua bintang laga kelas berat di Indonesia: Joe Taslim dan Yayan Ruhian. Kedua, sutradaranya adalah Kenji Tanigaki yang sebelumnya dikenal sebagai koreografer aksi untuk film-film seperti Rurouni Kenshin, Shinjuku Incident, dan stunt coordinator untuk Raging Fire.

Alasan ketiga, review film ini di situs agregator Rotten Tomatoes mendapat cap "Fresh." Saat tulisan ini dibuat pada Selasa (16/6/2026), skornya sangat tinggi, 97 persen yang disarikan dari 113 review kritikus film. 

Tapi apa betul, ketiga alasan di atas menjadi jaminan mutu The Furious? Sebelum nonton langsung di bioskop Indonesia yang mulai menayangkannya pada Rabu (17/6/2026) besok, simak dulu ulasannya berikut ini. 

The Furious mengisahkan tentang sosok pria bisu misterius (Xie Miao), yang bekerja sebagai tukang reparasi. Ia menekankan pentingnya belajar seni bela diri ini pada putri tunggalnya, Rainy (Yang Enyou), yang melakukannya dengan setengah hati. Gadis kecil ini hanya ingin berada bersama sang ayah, setelah ibunya tiada. 

"Kamu harus belajar kung fu. Karena ayah tak selalu ada di sisimu untuk melindungimu," kata pria ini dengan bahasa isyarat. 

Sindikat Penculikan dengan Beking Kuat

Aslinya, pria ini sama sekali tak ingin mencampuri urusan orang lain. Termasuk saat preman lokal berulah, maupun isu penculikan melanda kota. 

Sampai akhirnya, Rainy diculik sindikat perdagangan anak. Pria bisu ini mati-matian mengejar penculik anaknya. Dalam pengejarannya, ia bertemu dengan Navin (Joe Taslim), seorang jurnalis yang mencari istrinya. Wanita yang juga jurnalis investigatif ini, menghilang setelah menelusuri deretan penculikan anak yang diduga untuk perdagangan manusia.

Tanpa mereka sadari, sindikat ini punya bekingan yang begitu kuat, melibatkan orang-orang penting dan berkuasa.

Berhasilkah keduanya bertemu kembali dengan orang yang mereka cintai?

Plot Biasa, Aksi Juara

Sesungguhnya, The Furious memakai formula yang sudah berkali-kali digunakan film laga. Mulai dari Taken yang dibintangi Liam Neeson, Stolen dengan bintang utama Nicolas Cage, hingga film klasik Commando-nya Arnold Schwarzenegger. Tentang seorang ayah yang mau melakukan apa pun, demi menyelamatkan putrinya yang diculik. 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Namun daya tarik The Furious memang bukan dari inovasi cerita, melainkan adegan laga yang ditampilkan. Kenji Tanigaki membuktikan kepiawaiannya dalam meramu adegan aksi yang penuh dinamika.  Ada porsi perkelahian yang terlihat begitu indah. Kala berkelit atau melontarkan serangan, sang petarung melompat, meliukkan badan, dan berakrobat, seakan tengah membawakan tarian mematikan. Namun ada pula bagian pertarungan yang terasa begitu liar, tidak "indah" secara visual tapi penuh emosi yang mewakili rasa kalut keputusasaan saat nyawa terancam. Apalagi, para petarung di film ini bak punya sembilan nyawa. Dihantam seperti apa pun tak juga tumbang. 

Read Entire Article
Dunia Televisi| Teknologi |