Pengakuan Annette Edoarda Nangis di Hari Terakhir Syuting Film Songko: Aduh Jangan Selesai Dulu...

8 hours ago 4

Jadi intinya...

  • Annette Edoarda memerankan Mikha di film horor "Songko", menantang gap usia dan bahasa Manado.
  • Syuting "Songko" berkesan kekeluargaan, membuat Annette Edoarda menangis haru di hari terakhir.
  • Film "Songko" mengisahkan teror makhluk misterius di desa Tomohon, memicu ketakutan dan tuduhan.

Liputan6.com, Jakarta - Ada banyak kenangan manis dari lokasi syuting film Songko yang membekas di hati Annette Edoarda. Songko karya sineas Gerald Mamahit adalah film horor dengan pilar drama kuat. Dalam film ini, Annette Edoarda memerankan perawan desa bernama Mikha berusia 17 tahun. Sementara Annette Edoarda aslinya berusia 26 tahun. Gap usia sembilan tahun harus “diisi” Annette Edoarda dengan mememukan kembali warna suara yang pas, pola pikir dan kondisi psikis Mikha kala menghadapi beragam masalah besar di desanya.

Peran Mikha jatuh ke tangan Annette Edoarda setelah ditawari Gerald Mamahit dan produser Gavriel Barnabas. Kali pertama ditawari naskah Songko, ia jatuh hati. Songko bukan sosok asing bagi Annette Edoarda. Mengingat, ia lahir dan besar di Manado, Sulawesi Utara.

“Kami ketemu di tempat makan terus ditawari, ‘Kita ada cerita nih tentang Songko.’ Aku lahir dan besar di Manado. Jadi cukup tahu tentang creature Songko. Aku tahu itu ada, tapi enggak pernah melihat langsung secara nyata di depan mataku,” kata Annette Edoarda.

Kepada showbiz Liputan6.com di Metropole XXI Jakarta, Senin (13/4/2026), ia bangga juga bersyukur bisa beradu akting dengan Imelda Therinne, Fergie Brittany, Tegar Satrya, dan Khiva Iskak. Annette Edoarda lalu mengaku menangis pada hari terakhir syuting film Songko. Menurutnya, ini syuting dengan rasa kekeluargaan tinggi. Tak terasa seperti bekerja.

“Dan kamu tahu enggak fun fact-nya? Mungkin ini salah satu film yang di saat wrap, aku benar-benar menangis, kita semua menangis. Kayak aduh jangan dulu selesai, enggak mau, dan setelah itu pun sampai sekarang kita semua jadi makin dekat,” beri tahunya.

80 Persen Bahasa Manado

Lewat Songko, Annette Edoarda mendapat kepuasan berakting dan keluarga baru yang teduh. Imelda Therinne membenarkan. Meski syuting rasa keluarga, bukan berarti perannya dalam film Songko minim tantangan.

“Mungkin challenge-nya aku belajar banyak di sini. Bahasa 80 persen bahasa Manado, ya! Ternyata memang bahasa tuh susah-susah gampang. Cuma karena banyak cece Manado di sini membantu sekali,” urai Imelda Therinne.

Cuaca Berat

“Tantangan lain, cuaca berat banget kayak kita lagi syuting di luar negeri. Dingin banget. Cuma pay off pemandangannya indah banget. Semoga ke-capture di film. Mudah-mudahan ini bisa memberi angin segar ke dunia perfilman Indonesia,” imbuhnya.

Annette Edoarda menjelaskan, Songko mengisahkan, teror di sebuah desa di Tomohon. Satu per satu wanita muda tewas mengenaskan tanpa penjelasan. Warga yakin desa mereka didatangi Songko, makhluk misterius yang mengincar darah suci perempuan muda demi memperoleh kekekalan.

Ketakutan Menjadi Kecurigaan

Ketakutan perlahan berubah menjadi kecurigaan. Saling tuduh terjadi hingga suasana makin keruh. Puncaknya, tuduhan itu mengarah ke keluarga Mikha (Annette Edoarda). Ibu tiri Mikha, Helsye (Imelda Therinne), dituding jadi dalang pemanggil Songko.

Annette Edoarda mengabarkan Songko tayang di bioskop mulai 23 April 2026. “Film ini membahas ketakutan, tuduhan, dan bagaimana desa bisa terpecah karena teror yang tak dipahami warga. Cerita Songko terasa emosional sekaligus mencekam,” ucap Annette Edoarda.

Teuku Rassya Klarifikasi Status Tamara Bleszynski Sebagai Tamu Resepsi Pernikahan: Mana Mungkin?

Read Entire Article
Dunia Televisi| Teknologi |