Lirik Lagu Sesi Potret dari Enau feat Ari Lesmana: soal Pilunya Kehilangan, Susahnya Mengikhlaskan

4 hours ago 1

Liputan6.com, Jakarta - Selama beberapa waktu terakhir, musisi Indonesia banyak mengeksplorasi tema yang sebelumnya tak begitu sering disentuh, salah satunya adalah tentang rasa kehilangan orang-orang terdekat karena datangnya kematian. Salah satu yang melakukannya adalah Putra Permana yang lebih dikenal lewat nama panggung eńau, lewat lagu bertajuk "Sesi Potret."

Lagu yang dirilis pada awal 2026 mendapat sambutan hangat dari pendengar. Salah satunya terlihat dari pencapaian di tangga lagu mingguan Top Songs Indonesia dalam platform Spotify. Saat artikel ini ditulis pada Jumat (29/5/2026), "Sesi Potret" menduduki posisi kedua, naik dari pekan sebelumnya, menggeser lagu viral "Ada titik-titik di ujung doa" dari Sal Priadi. 

Dalam "Sesi Potret", eńau menggandeng kakaknya sendiri, Ari Lesmana. Isi dalam lagu ini pun terbilang personal bagi mereka berdua: bicara soal rasa kehilangan yang sama-sama dialami, tapi dari sudut pandang masing-masing. 

"Lagu yang jadi pengingat saya pribadi dan banyak orang soal “Waktu” dengan orang-orang tercinta. Terkadang gengsi juga menjadi alasan kita mengulur-ulur waktu untuk berjumpa atau memberikan pelukan hangat untuk orang-orang terkasih. Jangan sampai ada kata terlambat, karena benar adanya waktu tidak bisa diulang lagi," tulis eńau dalam caption yang menyertai video musik lagu ini, di kanal YouTube miliknya.

Berikut, lirik lagu "Sesi Potret" dari eńau. 

Lirik Lagu Sesi Potret dari Enau

Tahun lalu berjuta alasanku

Maaf tak bisa pulang penghasilanku pas-pasan

Kali ini sudah lumayan

Berkat doamu diijabah Sang Maha Kaya

Dan tahun ini, kubisa pulang

Oleh-oleh sudah di tangan

Tapi anehnya, bukan kau yang menyambutku

Ohh ternyata, kau yang lebih dulu pulang

Ku bertamu ke rumah barumu

Tak ada kamu

Hanya papan dan namamu

Mana ocehan, wewangian khasmu

Jarak ini terlalu jauh,kalau rindu aku tak mampu

Soal ikhlas ternyata aku masih amatir

Gengsi menyelimutiku, manusia ini kehilanganmu

Sesi potret yang selalu ku benci

Aneh rasanya kau tak di sini Susunan barisannya tak sama lagi Ooh… Satu… dua… tiga… Ini nyata, kau telah pergi… Ku bertamu kerumah barumu Tak ada kamu Hanya papan dan namamu Mana ocehan, wewangian khasmu Jarak ini terlalu jauh Kalau rindu aku tak mampu Sesal hatiku tak sempat temani kamu Harusnya kubisikan kata ajaib ke telingamu Soal ikhlas ternyata aku masih amatir Masih sangat amatir Gengsi menyelimutiku Manusia ini kehilanganmu Kehilanganmu

Read Entire Article
Dunia Televisi| Teknologi |