Lee Cronin's The Mummy Tayang di Bioskop, Ini Bedanya dengan Film Mumi Lainnya

6 hours ago 6

Jadi intinya...

  • Film The Mummy terbaru Lee Cronin fokus horor keluarga dan misteri.
  • Pasangan jurnalis menemukan putri mereka kembali janggal setelah 8 tahun hilang.
  • Sutradara ingin kembalikan mumi ke akar horornya, bukan firaun atau politik.

Liputan6.com, Jakarta - Mumi sudah berkali-kali diangkat ke jagat sinema, dan yang terbaru adalah Lee Cronin's the Mummy yang tayang di Indonesia pada Rabu (15/4/2026) kemarin. Meski mengangkat makhluk yang bukan "barang baru," sang sutradara film meyakinkan bahwa The Mummy menghadirkan elemen yang belum dieksplorasi dalam tema sejenis. 

Namun sebelumnya, seperti apa sinopsis film ini?

The Mummy berkisah tentang pasangan suami istri jurnalis, Charlie dan Larissa Cannon (Jack Reynor dan Laia Costa) yang kehilangan putri mereka, Katie (Natalie Grace) di gurun pasir Mesir delapan tahun lalu. 

Mereka mulai berdamai dengan masa lalu, sampai akhirnya muncul sebuah panggilan telepon yang menginformasikan bahwa anak mereka ditemukan di sarkofagus kuno. Katie tak sendirian, ada 57 orang lain yang ditemukan dengan cara serupa. 

"Apa ada orang lain yang selamat?" Charlie bertanya-tanya tentang siituasi yang dihadapi putrinya, seperti disaksikan dalam trailer. 

Perasaan keluarga ini berkecamuk, antara kebahagiaan bisa kembali bertemu dengan Katie, tapi juga perasaan jengah dan ngeri atas kondisi Katie yang janggal setelah kembali pulang. 

Ada apa dengan Katie sebenarnya?

Perbedaan Utama dengan Film Mumi Lainnya

Dalam wawancara dengan The Entertainment Weekly, Lee Cronin mengungkap satu hal yang paling membedakannya dengan film bertopik sejenis. 

"Perbedaan utamanya, ini adalah film mumi yang benar-benar mengerikan," kata Lee Cronin. 

Ia menambahkan, "Ini juga merupakan film mumi yang sebagiannya berlatar belakang keluarga. Jadi, alih-alih tentang rahasia besar soal politik dan hierarki, ini sebenarnya adalah rahasia keluarga kecil."

Kembalikan Identitas Monster

Lee Cronin juga menjelaskan bahwa proses mumifikasi dalam film ini diniatkan untuk tujuan yang berbeda.

"Kalau biasanya saat bicara tentang Mumi orang langsung berpikiran tentang para firaun, raja, ratu, dan orang kaya, salah satu yang kami bicarakan di awal adalah: apa yang terjadi bila hal ini menimpa orang biasa?" kata dia. 

Dalam wawancara yang juga Jason Blum--bos rumah produksi Blumhouse yang menggarap film ini--menyebut bahwa The Mummy versi Lee Cronin membawa monster ini pada "fitrahnya."

"Yang unik tentang filmnya Lee Cronin ini adalah kita kembali ke akar dari para monster ini, yaitu bahwa mereka menyeramkan dan misterius. Ada misteri yang hebat dalam film ini," kata dia. 

Unsur Terpenting dalam The Mummy

Lee Cronin menambahkan, " Ada unsur body horror di dalamnya, juga ada elemen kerasukan dengan setting keluarga. Namun di bawah itu semua, ada lapisan terpenting yaitu misteri"

Saksikan FTV Kisah Nyata di Indosiar, Kamis 16 April Via Live Streaming Pukul 13.30 WIB

Read Entire Article
Dunia Televisi| Teknologi |