Liputan6.com, Jakarta Konser Linkin Park di Senayan, Jakarta, yang telah sukses digelar pada Minggu (16/2/2025) kemarin, temtunya menyisakan kesan bagi para penggemarnya serta pendengar musik metal. Namun, pendengar punk rock pastinya masih belum bisa move on dengan penampilan Green Day di Jakarta sehari sebelumnya
Ya, aksi Billie Joe Armstrong (vokal, gitar), Mike Dirnt (bass, vokal latar), dan Tre Cool (drum) saat ketiganya tampil di Pantai Carnaval, Ancol, Jakarta, pada Sabtu (15/2/2025) lalu, memang sangat prima dan patut mendapatkan apresiasi dari para penggemar Green Day maupun pecinta musik punk rock.
Sekitar lebih dari 1 jam 40 menit Green Day membawakan dereran lagu-lagu hits yang membuat penonton semangat dan antusias. Sejumlah hits dari era 1990-an hingga 2020-an, mulai dari lagu seperti "Basket Case", "Minority","American Idiot", "Know Your Enemy", hingga "The American Dream Is Killing Me" yang diambil dari album terbaru mereka, Saviors.
Namun begitu, lantaran waktu dan tenaga yang terbatas, tentunya tak mudah untuk membawakan semua single atau lagu-lagu hits. Alhasil, ada sejumlah lagu yang dikorbankan sehingga tak dibawakan oleh mereka sepanjang konser bertema Green Day Live In Jakarta ini.
Alih-alih membawakan lagu hits dari berbagai album, Green Day lebih banyak membawakan lagu-lagu katalog non-single mereka dari album American Idiot. Sebut saja "Are We the Waiting", "St. Jimmy", "Give Me Novacaine", dan "Letterbomb".
Lantas, dari 20-an lagu yang dibawakan Green Day selama konser di Ancol, Jakarta pada akhir pekan ketiga Februari 2025 lalu, lagu-lagu hit apa saja yang tak dibawakan Billie Joe Armstrong dan kawan-kawan? Yuk kita simak deretannya!
1. Hitchin' a Ride
Lagu "Hitchin' a Ride" yang dirilis pada 1997, merupakan single yang terdapat dalam album Nimrod. Dahulu, setelah Green Day merilis album Nimrod dan dijual di Indonesia pada 1997, video klip musik lagu ini kerap berseliweran di televisi swasta.
Bahkan, banyak anak-anak muda yang besar pada tahun 1990-an tumbuh bersama lagu yang irama dan video musiknya mengingatkan kita pada nuansa ala Broadway.
Sayangnya, lagu ini tak dibawakan oleh Green Day selama di Ancol, Jakarta. Padahal jika lagu ini menjadi pilihan, justru bisa menambah warna panggung mereka.
2. Redundant
Redundant juga terdapat dalam album Nimrod. Lagu berirama mellow ini memiliki nada yang sangat melekat di kepala dengan nuansa menyentuh hati meskipun dikemas dengan musik punk rock.
Nasib lagu hit dari albun Nimrod ini juga seperti "Hitchin' a Ride" sewaktu empunya manggung di Ancol. Green Day memilih tak memainkan lagu yang versi fisik single-nya meraih dobel platinum ini.
Alih-alih, Green Day menutup konser dengan lagu yang paling populer dari album Nimrod, yakni "Good Riddance (Time of Your Life)".
3. Waiting
"Waiting", lagu yang ada di dalam album Warning, rilis tahun 2000, juga tak menjadi pilihan Green Day selama mereka tampil di Ancol.
Padahal seharusnya, lagu ini mungkin bisa menimbulkan nuansa penuh ungkapan kerinduan lantaran mereka sudah 29 tahun tak ke Indonesia sejak 1996 silam.
4. Warning
Lagu pembuka album Warning (2000) juga berjudul sama ini, turut tak menjadi pilihan Green Day di hadapan para penggemarnya di Jakarta.
Padahal lagu Warning sempat masuk ke sejumlah chart musik berbagai negara. Namun begitu, wajar jika Green Daya melewatkan "Warning" sewaktu di Ancol kemarin.
Pasalnya, mereka sebelumnya pernah absen membawakan lagu ini di atas panggung selama 21 tahun sejak 2001 dan kembali memainkannya pada 2022 lalu.
5. Oh Love
"Oh Love" merupakan single pertama Green Day dari album ¡Uno! yang rilis pada 2012 lalu, sebuah rangkaian dari trilogi album "¡Uno!, ¡Dos!, ¡Tré!".
Tak hanya lagu "Oh Love", lagu-lagu lain dari ketiga album tersebut juga tak ada yang dimainkan sama sekali oleh Green Day di hadapan fans Indonesia selama di Ancol.
6. Walking Contradiction
"Walking Contradiction" yang berasal dari album Insomniac (1995), juga tak dimasukkan ke dalam daftar lagu yang dimainkan Green Day di Ancol.
Padahal lagu ini sempat menarik perhatian banyak penggemar dunia dengan nuansa punk yang sangat kental serta makna lirik yang kuat. Video musiknya juga sempat menjadi sorotan lantaran konsepnya yang bombastis.