Liputan6.com, Jakarta - Lagu "Pelangi di Matamu" dari Jamrud menjadi salah satu lagu ikonik dalam sejarah industri musik di Indonesia. Dirilis pada tahun 2000, lagu ini termasuk dalam album "Ningrat" dan langsung menarik perhatian banyak pendengar. Keberadaan lagu ini memperkuat posisi Jamrud sebagai band rock terkemuka yang meraih perhatian para penikmat musik kala itu.
Popularitas "Pelangi di Matamu" tidak hanya bertahan di masa perilisannya, tetapi terus berlanjut hingga kini. Lagu ini sering dipilih dalam berbagai kesempatan, terutama saat berkumpul dengan teman-teman. Ini karena kejujuran tiap liriknya yang mewakili perasaan banyak orang, terutama saat bertemu dengan wanita impiannya. Dari sana, kemudian banyak yang ingin mempelajari petikan khasnya yang mewarnai sepanjang lagu.
Kord gitar yang mudah dimainkan menjadikannya favorit di kalangan penggemar musik yang ingin bernyanyi sambil bermain gitar. Dengan melodi yang sederhana dan lirik yang menyentuh, lagu ini menawarkan pengalaman mendengarkan yang berbeda dari karya-karya Jamrud lainnya. Berikut chord Pelangi di Matamu yang diciptakan oleh sang gitaris Aziz MS, dirangkum Liputan6, Senin (22/12).
Chord dan Lirik Pelangi di Matamu oleh Jamrud
Lagu "Pelangi di Matamu" memiliki struktur kord yang mudah dipahami. Kord dasar lagu ini sering dimainkan dari kunci C atau A, memungkinkan para pemula maupun pemain gitar berpengalaman untuk mengiringi lagu ini dengan nyaman.
Bagian awal lagu dimulai dengan lirik yang menggambarkan suasana hening dan perasaan resah, hingga selanjutnya menyiratkan waktu yang terbuang sia-sia karena tidak segera menyatakan perasaan. Dikutip dari situs KapanLagi, berikut lengkapnya:
A/C (2x)
A Dm
Tiga puluh menit kita di sini
A E
Tanpa suara
A A+ D Dm
Dan aku resah harus menunggu lama
A E A
Kata darimu
A Dm
Mungkin butuh kursus merangkai kata
A E
Untuk bicara
A A+ D Dm
Dan aku benci harus jujur padamu
A E A
Tentang semua ini
D Dm
Jam dinding pu tertawa A A7
Karna kuhanya diam dan membisu
D Dm
Ingin kumaki diriku sendiri
B E
Yang tak berkutik di depanmu
A C#7
Ada yang lain di senyummu
D E
Yang membuat lidahku gugup tak bergerak
A C#7
Ada pelangi di pola matamu
D Dm
Dan memaksa diri tuk bilang
A
Aku sayang padamu
Dm A
Aku sayang padamu
F C F E A Dm
Mungkin sabtu nanti kuungkap semua
A E
Isi di hati
A A+ D Dm
Dan aku benci harus jujur padamu
A E A
Tentang semua ini
D Dm
Jam dinding pu tertawa A A7
Karna ku hanya diam dan membisu
D Dm
Ingin kumaki diriku sendiri
B E
Yang tak berkutik di depanmu
A C#7
Ada yang lain di senyummu
D E
Yang membuat lidahku gugup tak bergerak
A C#7
Ada pelangi di pola matamu
D E
Seakan memaksa dan terus memaksa
A
Ada pelangi
A C#7 D Bbm E A C#7
Ada yang lain di senyummu
D E
Yang membuat lidahku gugup tak bergerak
A C#7
Ada pelangi di pola matamu
D Dm
Dan memaksa diri tuk bilang
A
Aku sayang padamu
Dm A
Outro.
Lagu Pelangi di Matamu Kisahkan Perasaan Gugup Pria yang Bertemu Wanita Pujaannya
Berdasarkan informasi di studi dalam Jurnal Mahasiswa Pendidikan Bahasa Indonesia Vol. 4 No. 2 Agustus 2024 berjudul "Interpretasi Makna Konotatif dan Denitatif Pada Lirik Lagu Pelangi di Matamu Karya Jamrud" oleh Wirdatul Adha dkk dari Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Negeri Medan diketahui bahwa lagu tersebut menyimpan sejumlah makna konotatif atau harfiah serta denotatif atau kiasan.
Lirik lagu Pelangi di Matamu secara jelas mengisahkan perasaan gugup seorang pria saat berhadapan dengan wanita yang ia kagumi. Pria tersebut merasakan ketidakberdayaan dalam menyampaikan perasaannya, meskipun keinginan untuk berbicara sangat kuat. Kondisi ini sering terjadi ketika seseorang merasakan kekaguman yang mendalam, sehingga kata-kata sulit terucap.
Secara kiasan, "pelangi di matamu" menjadi pusat penggambaran kekaguman pria tersebut terhadap wanita yang telah lama ia kagumi. Ungkapan ini menunjukkan keindahan yang memikat dari mata wanita yang dicintai, seolah-olah ada keajaiban yang terpancar. Keindahan ini membuat pria tersebut terpaku, lidahnya kelu, dan pikirannya kosong, sehingga ia hanya bisa terdiam.
Perasaan gugup ini tidak hanya muncul dari kekaguman, tetapi juga dari ketidakmampuan untuk merangkai kata. Lirik "mungkin butuh kursus merangkai kata, untuk bicara" menggambarkan upaya pria tersebut dalam mencari cara untuk berkomunikasi. Namun, pada akhirnya, ia merasa benci karena harus jujur tentang perasaannya, menunjukkan adanya konflik batin antara keinginan untuk mengungkapkan dan ketakutan akan respons yang mungkin terjadi.
Gambarkan Perasaan yang Tulus Namun Sulit Diungkapkan
Lagu "Pelangi di Matamu" berhasil menggambarkan perasaan tulus namun sulit diungkapkan secara verbal. Pria dalam lagu ini memiliki perasaan yang mendalam, namun hambatan komunikasi karena kondisi psikologis yang hanya fokus terhadap kekaguman sekaligus ketakukan untuk memulai percakapan, membuatnya hanya bisa memendam. Situasi ini mencerminkan pengalaman banyak orang yang merasakan cinta atau kekaguman, tetapi kesulitan dalam menyatakannya karena berbagai hal.
Ketidakmampuan untuk berbicara bukan berarti perasaan itu tidak ada atau tidak kuat. Justru, lirik lagu ini menunjukkan bahwa perasaan tersebut begitu kuat sehingga membuat sang pria kehilangan kemampuan untuk merangkai kata. Senyuman dan tatapan mata wanita yang dicintai memiliki kekuatan untuk membuat pria tersebut terdiam, menunjukkan kedalaman emosi yang dirasakan.
Pada akhirnya, lagu ini menyampaikan pesan tentang kejujuran hati yang terpendam. Meskipun sulit, ada keinginan untuk mengungkapkan semua isi hati, bahkan jika itu berarti harus menunggu waktu yang tepat. Lirik "Mungkin suatu nanti ku ungkap semua isi di hati" menunjukkan harapan akan momen di mana perasaan tulus itu dapat tersampaikan sepenuhnya.
Jadi Lagu Romantis Milik Jamrud
Jamrud dikenal sebagai band rock dan heavy metal asal Cimahi, Jawa Barat. Mereka berhasil membawa musik rock menjadi populer di Indonesia pada era 1990-an. Karya-karya mereka seringkali identik dengan aransemen musik yang keras, cepat, dan lirik yang lugas. Album-album seperti "Nekad", "Putri", dan "Terima Kasih" menunjukkan karakter musik rock yang kuat dari Jamrud.
Namun, "Pelangi di Matamu" hadir sebagai pengecualian yang menunjukkan sisi lain dari Jamrud. Lagu ini memiliki nuansa yang lebih melodis dan romantis, berbeda dengan lagu-lagu mereka yang cenderung menghentak seperti "Berakit-rakit", "Halo Penjahat" atau "Dokter Suster". Kehadiran lagu ini membuktikan kemampuan Jamrud dalam menciptakan karya yang beragam, tidak hanya terpaku pada satu genre musik saja.
Perbedaan karakter musik ini tidak mengurangi kualitas "Pelangi di Matamu". Justru, lagu ini menjadi salah satu karya Jamrud yang paling dikenal dan disukai, bahkan berhasil meraih penghargaan AMI Award untuk kategori lagu rock terbaik. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa Jamrud tidak hanya piawai dalam menggarap musik cadas, tetapi juga mampu menyentuh hati pendengar melalui melodi dan lirik yang lebih lembut.
Jamrud Selalu Buat Musik Secara Jujur
Jamrud dikenal dengan pendekatan jujur dalam bermusik, terutama dalam penulisan lirik. Lirik-lirik lagu mereka seringkali menggambarkan kondisi masyarakat Indonesia dengan bahasa sehari-hari yang mudah dipahami. Sejak awal kemunculannya di tahun 1980-an, Jamrud yang mulanya bernama Jamrock itu selalu berusaha menyuarakan kondisi sekitar yang biasa dirasakan oleh masyarakat kelas menengah.
Sang gitaris Aziz MS, sekaligus motor dari band ini sempat mengatakan bahwa Jamrud memang mulanya mengusung genre thrash metal. Ketika itu, mereka banyak membawakan lagu-lagu dari Sepultura dan Anthrax dan menggabungkan dengan lirik sehari-hari khas band-band beraliran grunge. Dari berbagai perspektif tersebut, kemudian masuklah bait-bait humor dan kombinasi banyak unsur genre yang lebih variatif.
"Krisyanto itu awalnya suaranya lembut, tapi saat itu kami mainkan thrash metal kaya Sepultura, Anthrax dia kemudian mengikuti. Makanya kaya di lagu Pelangi di Matamu dia bisa halus, terus di Putri bisa serak metal," kata Aziz, dilansir dari tayangan Youtube Dewa Budjana.
Lagu Pelangi di Matamu Cocok untuk Dinyanyikan Saat Nongkrong
"Pelangi di Matamu" sering menjadi pilihan utama untuk dinyanyikan dalam suasana santai, seperti saat berkumpul bersama teman-teman. Melodinya yang mudah diingat dan liriknya yang menyentuh membuat lagu ini cocok untuk mengiringi momen kebersamaan. Banyak orang merasa terhubung dengan cerita yang disampaikan dalam lagu ini.
Kemudahan kord gitar lagu ini juga menjadi faktor penting yang membuatnya populer di kalangan para pemain gitar amatir. Dengan kord dasar yang sederhana, siapa pun dapat dengan cepat mempelajari dan memainkan lagu ini. Hal ini mendukung terciptanya suasana akrab dan menyenangkan saat bernyanyi bersama.
Bahkan, beberapa versi akustik dari "Pelangi di Matamu" telah dibuat, menunjukkan fleksibilitas lagu ini untuk diaransemen ulang dalam format yang lebih santai. Versi akustik ini semakin memperkuat kesan lagu yang cocok untuk dinikmati dalam suasana tenang dan penuh perasaan, menjadikannya pilihan yang tepat untuk momen nongkrong.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Topik
Q: Kapan lagu 'Pelangi di Matamu' dirilis?
A: Lagu 'Pelangi di Matamu' dirilis pada tahun 2000 dan termasuk dalam album 'Ningrat'.
Q: Siapa pencipta lagu 'Pelangi di Matamu'?
A: Lagu 'Pelangi di Matamu' diciptakan oleh gitaris Jamrud, Azis M.S.
Q: Apa makna utama dari lagu 'Pelangi di Matamu'?
A: Makna utama lagu ini adalah tentang perasaan cinta yang kuat namun sulit diungkapkan secara langsung.
Q: Apakah Jamrud memiliki lagu romantis lainnya selain 'Pelangi di Matamu'?
A: Jamrud juga memiliki beberapa lagu dengan nuansa yang lebih lembut atau romantis.
Q: Mengapa lagu 'Pelangi di Matamu' cocok untuk gitaran sambil nongkrong?
A: Lagu ini cocok karena memiliki melodi yang mudah diingat dan kord gitar yang sederhana.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5520741/original/053141400_1772634319-WhatsApp_Image_2026-03-04_at_20.37.11.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5519226/original/038979300_1772537269-WhatsApp_Image_2026-03-03_at_18.02.39__1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5520697/original/002724500_1772630005-Main_Poster_-KSH.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5520572/original/043721600_1772620759-Screenshot_2026-03-04_172509.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5520292/original/040055300_1772611764-2__1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5519225/original/009543700_1772537268-WhatsApp_Image_2026-03-03_at_18.02.38.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4896846/original/000763900_1721478131-Fairuz_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5520003/original/059610800_1772603784-_Prime_Video__Siren_s_Kiss_____Stills__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5520326/original/030151100_1772612241-Screenshot_2026-03-04_144345.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3207885/original/047376500_1597304891-bts6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5520304/original/021655400_1772612077-TVN_Movies_-_Drive_-_Main_KV_-_Poster_-_KV_Master_Landscape.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5519227/original/039695100_1772537270-WhatsApp_Image_2026-03-03_at_18.02.39.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5519891/original/009166200_1772600530-potret_kamar_tidur_tarra_budiman_dan_gya_sadiqah_youtube_5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5520016/original/041844900_1772604258-Potret_Ruang_Makan_Tasyi_Athasyia.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5519806/original/031124900_1772597989-Screenshot_2026-03-04_110041.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5519716/original/005891000_1772594798-Anya_Zen_0.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5519854/original/086603000_1772599870-WhatsApp_Image_2026-03-04_at_11.21.26.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5519687/original/047691500_1772594069-Zee_2.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3355372/original/076163400_1611209361-CI4rCiFJ890.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5519449/original/086371500_1772562745-hq720.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5440546/original/019398900_1765437120-Vivo_X200_Ultra.jpg)



:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5449618/original/001686900_1766099380-Steam_Winter_Sale_2025_01.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5432645/original/060825700_1764818395-YouTube_Recap_2025_01.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5417477/original/023507800_1763534909-google-gemini-3.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5294447/original/065942700_1753404869-omid-armin-AGRtDoZlpYw-unsplash__1_.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5426068/original/091035700_1764253361-WhatsApp_Image_2025-11-27_at_7.13.00_PM.jpeg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5431956/original/014866300_1764751840-Apple_Hari_Disabilitas_Internasional_2025_01.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5429570/original/054081400_1764606003-MV5BMDAxOWRmNjMtYWZkOS00YzIxLTgxMDktNjhjOThhY2QxZjM3XkEyXkFqcGc_._V1_FMjpg_UY1995_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5417262/original/092794200_1763526594-cloudflare-outage.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5307781/original/080682700_1754481117-Ro.jpg)
