Barasuara Tampil Kembali di Soundrenaline 2025, Menyuarakan Perjalanan dan Menjaga Kepedulian

2 months ago 32

Liputan6.com, Jakarta - Barasuara kembali menjadi salah satu nama yang meramaikan Soundrenaline 2025 di Istora District, Bengkel Space, SCBD Jakarta, pada Minggu (21/12/2025). Bagi band ini, tampil di festival Soundrenaline 2025 bukan sekadar agenda manggung, tetapi juga bagian dari perjalanan panjang mereka di industri musik Indonesia.

Vokalis dan gitaris Barasuara, Iga Massardi, mengatakan Soundrenaline selalu punya tempat khusus bagi band mereka. Ia merasa bahwa kesempatan untuk tampil di festival ini selalu terasa seperti sebuah penghargaan.

“Rasanya senang ya, karena ini salah satu festival tertua dan terbesar di Indonesia. Selalu merasa terhormat bisa main di Soundrenaline dari zaman dulu di GWK sampai konsepnya berubah seperti sekarang,” ujar Iga saat diwawancarai Showbiz Liputan6.com di Bengkel Space, Jakarta Selatan, Minggu (21/12/2025).

Bagi barasuara, tampil di panggung tersebut menjadi kesempatan untuk merangkum perjalanan musik mereka. Pada penampilan di hari terakhir Soundrenaline Sana Sini Jakarta 2025, Barasuara berencana untuk membawakan sekitar 11 lagu.

Proses Kreatif Kolektif di Balik Lagu

Barasuara dikenal sebagai band yang mengedepankan pentingnya kerja sama dalam proses penciptaan lagu. Setiap lagu yang diciptakan lahir dari diskusi dan eksplorasi bersama seluruh personel. Proses penciptaan ini biasanya dimulai dari sesi workshop internal di mana mereka melakukan brainstorming dan mencoba berkali-kali sampai menemukan bentuk yang paling sesuai.

“Prosesnya ada workshop bareng, brainstorming, trial dan error. Siapa yang bawa ide dan siapa yang nulis lirik, kita olah terus sampai akhirnya suka sama materi yang ada,” ujar vokalis perempuan Barasuara, Puti Chitara.

Lagu Terbuang dalam Waktu dan Perjalanan Tak Terduga

Salah satu lagu Barasuara yaitu “Terbuang dalam Waktu”, menjadi sebuah perjalanan yang tidak terduga ketika masuk nominasi di Festival Film Indonesia 2025 melalui film Sore meski telah dirilis dua tahun yang lalu. Keterlibatan Barasuara dalam proses kreatif film tersebut membuat karya mereka menjangkau audiens yang lebih luas dan membuka peluang untuk tampil di kota-kota baru.

“Perasaanya pasti senang, nggak nyangka. Lagu itu sudah dua tahun lalu, tapi bisa hidup lagi dan menyebar lebih jauh lewat film,” ungkap gitaris bas Barasuara, Gerald Situmorang.

Kepeduliaan Sosial dan Pandangan ke Depan

Di luar aktivitas bermusik, Barasuara juga menunjukkan kepedulian terhadap isu sosial, khususnya bencana alam yang terjadi di Indonesia. “Bencana itu devastating buat kita semua, tapi juga memunculkan banyak gerakan independen dari warga yang mau saling membantu,” ujar Iga.

Sebagai respons, Barasuara merilis merchandise khusus dengan hasil penjualan yang disumbangkan untuk korban bencana, sekaligus mengajak para pendengar mereka untuk ikut berpartisipasi dalam aksi kepedulian yang sama.

Di sisi lain, Barasuara berharap industri musik Indonesia terus bergerak menuju arah yang lebih baik. Mereka juga mengatakan bahwa kehadiran musisi muda dengan ide-ide barunya menjadi sinyal baik bagi perkembangan industri musik ke depan.

Aisyah Ichsani Maulida, Ratnaning AsihTim Redaksi

Share

Read Entire Article
Dunia Televisi| Teknologi |