Agnez Mo Tulis Kata-Kata Bijak di Tengah Kisruh Royalti Lagu, Mengutip Kalimat Plato hingga Ayat Alkitab

1 month ago 42

Liputan6.com, Jakarta Agnez Mo akhirnya buka suara di tengah gugatan atas royalti lagu ciptaan Ari Bias yang tengah melandanya. Namun begitu, penyanyi bernama Agnes Monica ini lebih memilih untuk mengungkapkan isi kepalanya melalui media sosial. Alih-alih bicara terang-terangan soal konflik tersebut, Agnez Mo menyentil halus kondisi yang menimpanya dengan menuliskan kata-kata bijak.

Menyimak media sosial Agnez Mo, yakni akun Instagram @agnezmo, sang penyanyi sempat mengunggah kalimat di Instagram Stories yang berbunyi, "The narcissist is the king of 'Entitlement'." Bila diartikan kalimat tersebut bermakna, "Orang narsistik adalah raja yang merasa berhak."

Hingga kabar ini disusun, belum diketahui apa maksud dari kalimat tersebut dan dari mana Agnez Mo mengutipnya. Namun, pada unggahan di feed Instagram, Agnez Mo mengutip sejumlah kalimat yang berasal dari filsuf Yunani era sebelum masehi, Plato, dan beberapa filsuf lain. Agnez Mo juga mengutip ayat suci dari Alkitab.

Kata-kata bijak yang dituliskan Agnez Mo ini diiringi oleh unggahan videonya sedang membersihkan wajah. Namun sebelum itu, ia mengucapkan kalimat, "The word of the day is (kata-kata hari ini adalah) 'F**ktose Intolerent'... The condition of being completely unable to tolerate other people's bulls**t (kondisi menjadi benar-benar tak bisa menoleransi omong kosong orang lain)," ujar penyanyi yang juga berkarier di Amerika Serikat ini.

Kalimat ini tampaknya merupakan pelesetan dari Fructose intolerance atau intoleransi fruktosa, suatu kondisi yang membuat tubuh sulit mencerna fruktosa, gula sederhana yang ditemukan dalam banyak makanan. Secara tersirat, Agnez Mo seolah menggambarkan kondisi yang sedang dialaminya.

Kata-Kata Bijak yang Disampaikan

Dalam keterangan unggahan tersebut, barulah Agnez Mo menuliskan kata-kata bijak dari sejumlah tokoh besar, yakni Plato, Montesquieu (filsuf Prancis abad 17-18), dan Plutarch (filsuf Yunani abad 1-2):

The worst form of injustice is PRETENDED justice (Bentuk ketidakadilan terburuk adalah keadilan yang pura-pura).” - Plato.

There is no crueler tyranny than that which is perpetuated under the shield of law and in the name of justice (Tidak ada tirani yang lebih kejam daripada tirani yang dilakukan dengan dalih hukum dan atas nama keadilan).” - Montesquieu.

The loudest voices are rarely the wisest (Suara yang paling keras jarang yang paling bijaksana).” - Plutarch.

Mengutip Kitab Suci

Selain itu, Agnez Mo juga mengutip salah satu ayat suci dari Alkitab: “Do not repay evil for evil, bless, for to this you were called (Janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan, tetapi memberkatilah, karena untuk itulah kamu dipanggil).” - 1 PETER 3:9.

Menutup unggahan tersebut, Agnez Mo juga menuliskan kalimat, "Calm in the midst of noise… (Tenang di tengah kebisingan)." Seolah-olah menguatkan bahwa kata-kata bijak dan ayat suci di atas ditujukan untuk isu yang sedang ramai menerpanya.

Kisruh Agnez Mo dan Ari Bias

Sebelumnya, musisi Ari Bias menggugat Agnez Mo, soal penggunaan lagu ciptaannya, "Bilang Saja" tanpa izin di tiga konser berbeda. Majelis Hakim Pengadilan Niaga Jakarta Pusat pun menyatakan bahwa Agnez Mo bersalah dan didenda Rp1,5 miliar.

Ari Bias menyebut bahwa banyak pihak yang memprediksi gugatannya terhadap Agnez Mo tidak membuahkan hasil. Setelah pengadilan mengabulkan semua gugatannya terhadap Agnez Mo, putusan itu langsung ramai dibicarakan, khususnya oleh para penyanyi.

Pasalnya dalam hal ini, para penyanyi dinyatakan harus ikut bertanggung jawab atas lagu yang dinyanyikan dalam sebuah pertunjukan. Selama ini, industri musik menitikberatkan penyelenggara yang bertanggung jawab atas royalti lagu yang dibawakan penampil.

Read Entire Article
Dunia Televisi| Teknologi |