Acha Septriasa Dobrak Stigma Usai Syuting Film Suamiku Lukaku, Perempuan Berhak Punya Ambisi

18 hours ago 12

Jadi intinya...

  • Acha Septriasa menolak stigma perempuan tak boleh ambisius, penting untuk pengembangan diri.
  • Ia buktikan diri sebagai ibu aktif, menyiapkan bekal dan mengantar anak sekolah sendiri.
  • Syuting dengan anak kecil di film "Suamiku Lukaku" menantang emosionalnya sebagai ibu.

Liputan6.com, Jakarta - Ada banyak oleh-oleh yang didapat Acha Septriasa setelah syuting film Suamiku Lukaku karya sineas Sharad Sharan dan Viva Westi di Pangkal Pinang. Salah satunya, perspektif tentang perempuan yang sering menghadapi stigma sosial. Sebagai ibu satu anak, Acha Septriasa sering menghadapi beragam stigma di masyarakat. Salah satu yang paling mengganggu, bahwa perempuan tak boleh menonjol dan punya ambisi. Menurutnya, ambisi memungkinkan kaum hawa punya semangat mengembangkan diri dan menggapai cita-cita.

“Perempuan itu enggak boleh terlalu menonjol dari laki-laki dan enggak boleh ambisi. Enggak cocok. Karena menurut aku, titik di mana perempuan bisa mengembangkan diri dan tahu bagaimana menuju cita-cita itu yang justru membuat perempuan lebih merasa berharga dan punya tujuan dalam hidup. Ketika perempuan ditekan enggak boleh terlalu ambisius aduh, itu salah (menurutku),” kata Acha Septriasa dalam wawancara eksklusif dengan Showbiz Liputan6.com di Gedung KLY Jakarta Pusat, belum lama ini.

“Kita sudah banyak memberi sehari-hari dalam hidup. Kadang jadi kayak tidak punya pegangan saking banyak yang diberikan sehingga (sebagian) dalam hati terasa kosong. Ketika punya purpose atau cita-cita dalam hidup, kita jadi punya tujuan lagi,” beri tahunya.

Ambisi yang dimaksud tak selalu hal muluk. Berkaca pada pengalaman, Acha Septriasa menyebut, ambisi itu bisa berupa tak sekadar ada melainkan hadir untuk putrinya. Orang sering menganggap Acha Septriasa artis sibuk. Mana mungkin punya waktu buat anak?

Aku Adalah Seorang Ibu

“Oh salah. Aku adalah seorang ibu yang sangat bisa membuat bekal anakku Senin sampai Jumat. Masak, aku enggak pernah beli. Aku mengantar anakku sekolah, bukan dengan sopir,” Acha Septriasa membeberkan.

Saat putrinya ingin bekal makanan tertentu atau makan malam dengan menu spesifik, di situlah ambisi Acha Septriasa menyala. Ia belajar masak menu idaman buah hati di dapur. Ambisi atas nama sayang anak membuat Acha Septriasa bahagia.

Yang Paling Susah

Omong-omong soal anak, Acha Septriasa terkenang adegan paling susah dan menyita banyak energi saat syuting Suamiku Lukaku. Bukan saat jadi korban KDRT Irfan (Baim Wong) tapi ketika beradu akting dengan Azkya Mahira yang berperan sebagai anaknya.

“Yang paling susah adalah menghadapi Azkya di film itu. Balik lagi ketika syuting film itu, aku sedang enggak baik-baik saja. Walaupun aku enggak bisa me-refer Acha Septriasa menjadi sumber karakter Amina atau terinspirasi olehnya,” akunya.

Aku Berkaca Lagi

Acha Septriasa menilai wajah Azkya Mahira mirip anaknya. Dalam Suamiku Lukaku, Amina berjuang demi kebaikan dan kesehatan putrinya, Nadia. Dalam kehidupan nyata, Acha Septriasa pun ibu satu anak. Anaknya juga perempuan.

“Itu yang membuat aku berkaca lagi sebagai Acha yang juga punya anak perempuan. Apakah aku sudah baik sebagai orang tua? Apakah yang aku lakukan sehari-hari itu jadi contoh yang baik untuk anakku? Mulai agak kabur batas-batas antara Acha dan Amina,” pungkasnya.

Eks Admin Fuji Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penggelapan Dana, Kerugian Capai Rp1 Miliar

Read Entire Article
Dunia Televisi| Teknologi |