Acha Septriasa Buka Kartu Tugas Terberat Istri Sekaligus Ibu, Habis Syuting Film Suamiku Lukaku

16 hours ago 10

Jadi intinya...

  • Perempuan dituntut multifungsi, sering jadi korban stigma sosial dan KDRT.
  • Stigma sosial menuntut perempuan menutupi KDRT, padahal itu tindak pidana.
  • Peran Amina memberi Acha kekuatan untuk bangkit dari keterpurukan hidup.

Liputan6.com, Jakarta - Memerankan Amina, istri sekaligus ibu korban kekerasan dalam rumah tangga atau KDRT membuat Acha Septriasa menarik banyak hikmah. Pertama, tuntutan terhadap perempuan sebagai istri sekaligus ibu dalam keluarga tak pernah mudah. Belum lagi, tuntutan masyarakat terhadap perempuan. Bintang film Heart menyebut, perempuan dipandang sebagai makhluk multifunctional namun kerap jadi korban stigma sosial. Bahkan, saat jadi korban KDRT pun, perempuan diminta menutup aib rumah tangga. Padahal, KDRT adalah tindak pidana.

“Stigma sosial. Perspektif dari luar, dianggapnya dalam masyarakat bahwa perempuan yang baik harus terlihat anggun, proper, dan baik-baik saja. Mungkin, ini warisan era kolonialisme, di mana perempuan harus menahan aib rumah tangga. Harus jadi pion terdepan citra sebuah keluarga. Peran yang berhubungan dengan kestabilan keluarga. Wajah stabilitas,” kata Acha Septriasa dalam interviu eksklusif dengan Showbiz Liputan6.com di Gedung KLY Jakarta, belum lama ini. Perempuan dikondisikan harus kuat dan sering tak punya banyak pilihan.

Jika rumah tangga ibarat negara, suami adalah presiden. Istri kerap dianggap wakil presiden merangkap menteri kesehatan, keuangan, perlindugan anak, dan sederet jabatan strategis lain. Semua jabatan ini harus bisa dilakukan dengan baik namun wanita tetap rentan disalahkan.

“Misalnya nanti dalam keluarga, keuangannya bocor, pasti dibilang istrinya boros. Enggak bisa mengatur keuangan,” ujarnya. “Tugas terberat istri sebenarnya, sabar. Itu paling berat,” Acha Septriasa menyambung.

Perempuan dan Kesabaran

Perempuan harus bisa menjadi pasangan yang sepadan. Saat jadi ibu, tugasnya bertambah lagi, yakni harus bisa menjadi contoh yang bagus buat anaknya. Akhirnya, kaum hawa harus bisa beradaptasi dalam beragam “jabatan” dan situasi. Sabar adalah kunci.

“Ketika perempuan bisa sabar, sebenarnya dia sudah menyelesaikan 50 persen dari (masalah) pernikahannya. Kalau laki-laki itu secara finansial cukup, ia sudah menyelesaikan 50 persen urusan keluarga,” Acha Septriasa berbagi perspektif.

Tambah Enggak Karuan

Karenanya, saat memerankan Amina, korban KDRT sekaligus sexual abuse, hatinya benar-benar bergolak. Terang-terangan, Acha Septriasa yang kala itu tengah berdamai dengan keadaan setelah perceraian merasa lelah.

“Pada saat syuting, aku merasa kayak desperate, capai sekali emosinya, tambah enggak karuan ha ha ha. Tapi, ternyata aku baru sadar, ketika pulang ke rumah, ke Australia dan menjadi Acha, itu ada satu kekuatan yang aku dapat dari Amina,” urainya.

Jadi Ada Kekuatan

“Jadi ada kekuatan (dari Amina) bahwa, kamu harus bangkit. Mungkin kamu bisa salah memilih dalam hidup, dan itu wajar pasti pernah salah. Tapi, harus bisa bangkit lagi (dari keterpurukan),” ungkap Acha Septriasa.

Dalam Suamiku Lukaku yang diproduksi Sinemart Pictures, Acha Septriasa beradu akting dengan Baim Wong, Raline Shah, Ayu Azhari, Gusty Pratama, dan Azkya Mahira. Film ini tayang di bioskop mulai hari ini, 27 Mei 2026.

Balinale 2026 Umumkan 10 Dewan Juri, Termasuk Shanty dan Marcella Zalianty dari Indonesia

Read Entire Article
Dunia Televisi| Teknologi |