7 Potret Dapur di Warung Burger Aldi Taher yang Viral, Curi Perhatian

5 hours ago 2

Liputan6.com, Jakarta - Bisnis kuliner milik Aldi Taher belakangan ini ramai diperbincangkan publik. Bukan hanya karena sosoknya yang unik dan sering viral, tetapi juga karena usaha burger yang ia jalankan menarik perhatian banyak orang. Banyak yang penasaran, seperti apa sebenarnya dapur di balik burger yang ramai dibicarakan ini.

Menariknya, dapur warung burger ini justru terlihat sederhana dan jauh dari kesan restoran besar. Namun dari kesederhanaan itu, justru terlihat sistem kerja yang cepat, efisien, dan fokus pada produksi. Berikut tujuh potret dapur di warung Aldi Taher yang jadi kunci di balik produk burger viral akhir-akhir ini, dirangkum Liputan6.com dari akun Instagram @alditaher.official pada Rabu (15/4/2026). 

Area Grill Jadi Pusat Produksi Cepat

Area grill menjadi jantung utama dari dapur burger ini. Terlihat penggunaan grill besi berukuran besar yang mampu menampung banyak patty sekaligus dalam satu waktu. Dengan suhu tinggi dari gas LPG, proses memasak berlangsung cepat dan menghasilkan asap tebal yang khas.

Penggunaan spatula logam lebar menunjukkan bahwa dapur ini memang dirancang untuk produksi cepat. Selain itu, desain semi-outdoor dengan ventilasi alami membantu mengurangi panas berlebih. Kombinasi ini membuat dapur tetap fungsional meski digunakan dalam intensitas tinggi.

Area Assembly yang Praktis dan Efisien

Setelah proses memasak, burger langsung masuk ke area assembly. Meja stainless yang datar digunakan untuk menyusun roti dan isian dengan cepat. Semua peralatan seperti pisau, loyang, dan sarung tangan sudah tersedia dalam satu titik agar proses tidak terhambat.

Sistem ini menunjukkan pola kerja ala fast food sederhana. Roti yang langsung disusun di meja mempercepat alur produksi tanpa banyak perpindahan. Hal ini membuat pelayanan bisa lebih cepat, terutama saat pesanan sedang ramai.

Detail Grill Tunjukkan Skala Produksi Besar

Jika dilihat lebih dekat, grill yang digunakan memiliki garis paralel untuk menghasilkan efek “grill mark” pada daging. Ini bukan hanya soal tampilan, tetapi juga memberi nilai jual visual pada burger. Penggunaan alat heavy-duty menandakan dapur ini memang ditujukan untuk produksi dalam jumlah banyak.

Di sekitar area ini juga terlihat botol saus seperti tomat dan mustard yang siap digunakan kapan saja. Terdapat pula kompor tambahan untuk memasak bahan lain. Semua elemen ini mendukung dapur agar tetap fleksibel dalam memenuhi berbagai pesanan.

Secara keseluruhan, dapur ini memiliki pembagian area yang cukup jelas. Bagian kiri digunakan untuk persiapan bahan, bagian tengah untuk perakitan, dan bagian kanan untuk memasak. Pembagian ini membuat alur kerja menjadi lebih terorganisir meskipun ruangnya tidak terlalu besar. Penggunaan peralatan seperti tabung gas LPG besar dan meja portable menunjukkan konsep dapur yang fleksibel. Selain itu, desain semi outdoor dengan ventilasi alami membantu mengatasi asap dari proses grilling. Hal ini membuat dapur tetap nyaman digunakan dalam jangka waktu lama.

Read Entire Article
Dunia Televisi| Teknologi |