3 Alasan Hanung Bramantyo Ogah Dipanggil Haji, Ngaku Masih Jauh dari Harapan Tuhan

3 hours ago 7

Jadi intinya...

  • Hanung Bramantyo menolak panggilan haji karena sejarah gelar tersebut sebagai alat kolonial Belanda untuk membatasi umat Islam.
  • Ia merasa belum mampu mengemban amanah sebagai khalifah di bumi sesuai Surah Al Baqarah ayat 30.
  • Bagi Hanung, ibadah haji adalah perjalanan personal untuk introspeksi diri, bukan untuk gelar kehormatan.

Liputan6.com, Jakarta - Tiga tahun lalu, sineas peraih dua Piala Citra, Hanung Bramantyo menjalankan ibadah haji bersama istri, Zaskia Adya Mecca. Sepulang dari Tanah Suci ia tak pernah dipanggil Pak Haji atau Mas Haji. Sutradara film Ayat-ayat Cinta dan Ipar Adalah Maut pun tak mau dipanggil haji.

Hanung Bramantyo menjelaskan alasannya ogah dipanggil haji seperti kebanyakan orang di luar sana. Mengunggah potret bersama Zaskia Adya Mecca di dekat ka’bah, ayah enam anak ini menguak tiga alasan ogah gelar hajinya dijadikan panggilan sehari-hari.

Sebab gelar haji pada awalnya bukan sebuah kehormatan, melainkan cara Belanda membatasi gerak umat Islam, agar tidak melakukan perlawanan ke Pemerintah Belanda, sepulang dari ibadah haji. Alih-alih mengharap gelar haji, saya lebih suka merenungi makna ibadah haji itu sendiri,” tulis Hanung Bramantyo di akun Instagram terverifikasi, Senin, 25 Mei 2026. Kedua, ia berpendapat ibadah haji adalah perjalanan personal mempertanyakan siapa kita dan untuk apa Tuhan menciptakan manusia. Hanung Bramantyo lantas mengutip ayat suci.

Ingatlah saat Tuhanmu berkata ke seluruh malaikat: Aku hendak menjadikan khalifah di Bumi. Lalu malaikat menjawab: Apakah Engkau hendak menciptakan makhluk yang akan merusak dan menumpahkan darah, sementara kami bertasbih memuji dan menyucikan nama-Mu? Allah kemudian berkata: Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui, wahai para Malaikatku. (Q.S Al baqarah ayat 30),” urainya.

Latar Belakang Historis Gelar Haji di Era Kolonial

Hanung Bramantyo menambahkan, khalifah itu artinya pembawa amanat suci Tuhan untuk mewujudkan keadilan dan kemakmuran di bumi. Di sisi lain, manusia malah kerap merusak alam yang adalah mahakarya Sang Khalik.

Perang dan pertumpahan darah masih terjadi hingga kini. Hanung Bramantyo pun merefleksi diri apakah telah menjadi khalifah sesuai amanat Tuhan? “Sejujurnya, saya masih jauh dari harapan Tuhan buat manjadi khalifah,” ujarnya.  

Refleksi Amanah Khalifah dan Tanggung Jawab Manusia

Saya masih sering berbuat gak adil, bahkan pada diri saya sendiri. Itu kenapa saya agak gimaaaa gitu saat orang manggil saya Haji. Masih jauh dari harapan Allah,” Hanung Bramantyo menyambung.

Setelahnya, ia mendoakan para sahabat yang menyandang gelar haji agar menjadi khalifah yang menjalankan amanat Tuhan dalam menjaga bumi. Karena kelak, manusia akan dimintai pertanggungjawaban Tuhan.

Haji sebagai Perjalanan Personal dan Introspeksi Diri

Idul Adha tinggal menghitung hari. Hari Raya ini diprediksi jatuh pada besok, Rabu, 27 Mei 2026. Untuk umat Islam di Tanah Air, Hanung Bramantyo pun menyampaikan ucapan selamat.

Ia berharap Tuhan mengampuni segala dosa. “Selamat menjalankan ibadah haji, para sahabat semua. Semoga Allah mengampuni dosa kita semua. Amin,” pungkas Hanung Bramantyo.

Ada Putri Ayudya di Balik Adegan Intim dan KDRT Film Suamiku Lukaku, Begini Kata Acha Septriasa

Read Entire Article
Dunia Televisi| Teknologi |