Usai Minta Maaf, Pandji Pragiwaksono Belum Tahu Kelanjutan Laporan Kasus Candaan Adat Toraja

3 months ago 41

Liputan6.com, Jakarta Di tengah upaya komunikasi yang sedang berjalan, status laporan terhadap komika Pandji Pragiwaksono terkait lawakan yang dianggap menyinggung masyarakat Toraja masih menjadi tanda tanya. Setelah minta maaf secara terbuka, ia belum tahu perkembangan lebih lanjut dari sisi hukum.

Pandji Pragiwaksono tak mengetahui kelanjutan proses hukum atas candaannya yang dinilai menghina. Namun ia sudah melakukan upaya komunikasi melalui Sekjen Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN), Rukka Simbolinggi.

"Kayaknya mungkin sudah dicabut kayaknya karena permintaan maafnya sudah ya. Enggak tahu, enggak ada," kata Pandji Pragiwaksono di kawasan Wijaya, Jakarta Selatan, Kamis (13/11/2025).

Ketika ditanya mengenai ada pemanggilan dari pihak berwajib, Pandji Pragiwaksono mengaku belum dapat panggilan. "Belum ada panggilan," bintang film Mendarat Darurat menyambung. 

Pandji Pragiwaksono dikecam usai materi stand-up menyinggung prosesi pemakaman adat Toraja. Ia meminta maaf secara terbuka lewat postingan di Instagram resminya yang diunggah pada, Selasa (4/11/2025). Saat ini ada 2 proses hukum yang berjalan akibat kasus ini yaitu hukum negara dan adat Toraja. ...

96 Satwa

Lebih lanjut, Pandji Pragiwaksono menyinggung soal kabar sanksi yang diterima atas perbuatannya. Ia menjelaskan, sanksi atau keputusan adat tidak bisa ditetapkan secara sepihak alias terburu-buru.

"Menurut beliau (Rukka) sebenarnya kurang tepat soal diharuskan memberikan 96 satwa dan uang sebesar itu, karena dialognya harus dilakukan bersama dengan perwakilan 32 wilayah adat Toraja. Jadi kalau dialognya belum ada, sebenarnya hukumannya juga belum ada," jelas Pandji Pragiwaksono.

Sudah Ada Komunikasi

Pandji Pragiwaksono menegaskan, komunikasi antara AMAN dan perwakilan wilayah adat di Toraja sudah berjalan. Saat ditanya apa sudah ada perwakilan adat yang menghubungi, ia kembali merujuk pada Rukka sebagai jembatan komunikasinya saat ini.

"Ibu Rukka Sombolinggi itu dari masyarakat Toraja dan Ibu Rukka yang dialog, kontak-kontakan sama masyarakat wilayah adat di sana. Jadi, memang sudah ada komunikasinya. Ya, saya ikut sama Ibu Rukka saja," Pandji Pragiwaksono memaparkan.

Ignorant Dalam Penulisan Joke

Pandji Pragiwaksono sadar materinya telah melukai perasaan sebagian masyarakat. Karenanya, ia secara terbuka telah minta maaf lewat akun medsos.

"Saya juga sadar bahwa saya ignorant dalam penulisan joke, tidak bermaksud untuk menyinggung masyarakat Toraja dan untuk itu saya meminta maaf kepada masyarakat Toraja yang tersinggung," ucap Pandji Pragiwaksono.

Read Entire Article
Dunia Televisi| Teknologi |