Top 3 Tekno: Bocoran iPhone Fold hingga Deretan HP Gaming 2026 Terbaik

16 hours ago 3

Liputan6.com, Jakarta - Bocoran iPhone Fold yang disebut bakal membawa pengalaman antarmuka seperti iPad, membuat penasaran para pembaca di kanal Tekno Liputan6.com, Minggu (15/3/2026) kemarin.

Berita lain yang juga populer yaitu mengenai deretan HP gaming terbaik 2026 yang memiliki performa gahar untuk teman ngabuburit hingga mudik Lebaran.

Lebih lengkapnya, simak tiga berita terpopuler di kanal Tekno Liputan6.com berikut ini.

1. iPhone Fold bakal Punya Tampilan Ala iPad, Bisa Buka Dua Aplikasi Sekaligus

iPhone Fold kembali ramai diperbincangkan berbagai pihak menjelang peluncurannya pada September 2026 mendatang. Kabar terkini datang dari jurnalis Bloomberg, Mark Gurman.

Dia menyebutkan, ponsel lipat pertama Apple itu bakal membawa pengalaman antarmuka terinspirasi iPad. Dilansir Bloomberg via GSM Arena, Minggu (15/3/2026), tampilan UI di layar dalam iPhone Fold akan mampu menampilkan dua aplikasi secara berdampingan saat dibuka.

Phone Fold disebut tetap menjalankan iOS, bukan iPadOS. Namun, perusahaan berbasis di Cupertino itu kabarnya sudah menyiapkan penyesuaian besar pada tata letak aplikasi agar lebih nyaman dipakai di layar lebih luas.

Gurman menyebut pengguna akan melihat layout ala iPad dan elemen navigasi seperti sidebar di sisi kiri pada aplikasi tertentu.

Dalam laporan yang sama, Gurman juga mengatakan ukuran layar bagian dalam iPhone Fold bakal mendekati iPad mini. Sejumlah laporan menyebut, panel utamanya berada di kisaran 7,7 inci sampai 7,8 inci dengan rasion 4:3.

Dengan ini, ponsel baru Apple akan terasa seperti perpaduan iPhone dan tablet kecil ketika dibuka. Format ini memang sangat menarik dan cocok untuk membaca, multitasking, dan menikmati konten dengan ruang lebih lega.

Meski begitu, iPhone Fold dilaporkan tidak akan menjalankan aplikasi iPad secara langsung dan tidak membawa sistem jendela multitasking seperti yang sudah ada di iPad saat ini.

Menurut beberapa laporan, iPhone Fold akan menggunakan teknologi layar serupa dengan Oppo Find N6 yang dirancang untuk secara signifikan mengurangi lipatan pada layar bagian dalam sekaligus meningkatkan daya tahan.

Baca selengkapnya di sini

2. THR Cair, Ini HP Gaming Terbaik 2026 Berperforma Gahar untuk Teman Ngabuburit dan Mudik

Bertepatan dengan Tunjangan Hari Raya (THR) yang baru saja cair, segmen HP gaming bisa jadi incaran karena terus berkembang pesat dengan berbagai inovasi yang mendorong batas performa perangkat mobile.

Sejumlah produsen kini tidak hanya menawarkan smartphone dengan spesifikasi tinggi, namun juga merancang perangkat tersebut secara khusus untuk menghadirkan pengalaman bermain game yang lebih maksimal.

Beberapa merek seperti RedMagic hingga iQoo turut meramaikan ponsel gaming dengan menghadirkan perangkat yang dibekali prosesor kelas flagship, sistem pendingin cangggih, layar dengan refresh rate tinggi, hingga fitur-fitur yang dirancang khusus untuk menjaga performa tetap stabil saat bermain game dalam waktu yang lama.

Berikut tiga ponsel terbaik tahun 2026 untuk bermain game, sebagaimana dikutip dari GizmoChina, Minggu (15/3/2026). Cocok untuk teman ngabuburit atau mudik lebaran.

1. Red Magic 11 Pro

Red Magic 11 Pro ditenagai chipset Snapdargon Elite Gen 5 serta dilengkapi dengan RAM LPDDR5T hingga 24GB serta penyimpanan internal UFS 4.1 Pro hingga 1TB. Ponsel ini diklaim mampu meraih skor 4,35 juta poin pada benchmark AnTuTu 11, yang menjadikannya salah satu ponsel dengan performa tercepat di kelasnya.

Dari sisi layar, perangkat ini dilengkapi panel OLED BOE X10 berukuran 6,85 inci yang mendukung refresh rate 144Hz dengan tingkat kecerahan puncak hingga 2000nits.

Red Magic turut menyematkan Ultra Graphics Engine 3.0, yang memungkinkan peningkatan resolusi pada sejumlah gim hingga 2K pada refresh rate 144Hz, sehingga tampilan visual terlihat lebih tajam dan mulus saat dimainkan.

Baca selengkapnya di sini

3. Upie Guava Bongkar Cara Pakai AI di Pelangi di Mars, Bukan untuk Gantikan Kreator

Sutradara film Pelangi di Mars, Upie Guava, memberikan pandangannya tentang perdebatan panas soal AI (kecerdasan buatan) di industri kreatif. 

Saat ditemui di rumah produknya di Jakarta, Upie memilih untuk berada di posisi tidak ekstrem. “Saya tidak menolak AI. Namun, saya juga tidak ingin teknologi ini mengambil alih seluruh ruang ekspresi manusia,” kata Upie.

Bagi pria bernama asli Luthie Abdullahini ini, persoalan AI bukan sekadar soal boleh atau tidak boleh dipakai. Paling penting adalah bagaimana manusia memakainya dan di titik mana batas etika itu dijaga.

“Jadi saya bilang jadi masalah itu bukan di AI-nya, akan tetapi di sisi manusianya,” jelas Upie. AI pada dasarnya bekerja dengan menyusun prediksi dari data, literasi, dan referensi yang ada.

Ia menambahkan, “di titik itu, perdebatan soal etika pun muncul karena banyak orang mempertanyakan apakah buatan AI masih dianggap sebagai karya.”

Menurutnya, persoalan tentang AI ini tidak hitam putih. Ia menilai, manusia pun tumbuh dengan meniru, menyerap referensi, lalu memodifikasinya menjadi bentuk baru.

“Bedanya, saat manusia melakukan itu, publik mudah menerimanya. Saat mesin melakukan hal serupa, perdebatan langsung membesar. Karena itu, inti masalahnya bukan tentang teknologi. Lebih menentukan adalah kesepakatan etik manusia dalam memandang hasil karya AI,” tuturnya.

Baca selengkapnya di sini

Infografis Ponsel Black Market Diblokir via IMEI. (Liputan6.com/Triyasni)

Read Entire Article
Dunia Televisi| Teknologi |