Roblox Mulai Batasi Akun Anak di Indonesia, Fitur Apa Saja yang Berubah?

3 hours ago 3

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah Indonesia mulai memperketat perlindungan anak di ruang digital, termasuk di platform game online. Paling terkini adalah Roblox, di mana saat ini sudah mulai menyesuaikan layanannya dengan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak (PP TUNAS).

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mengatakan, pemerintah terus melakukan pembaruan terhadap implementasi PP TUNAS. 

Pada tahap awal ini, pemerintah menyasar delapan platform digital, termasuk Roblox. Platform game ini mendapat perhatian khusus karena memiliki karakteristik berbeda dari media sosial, tetapi tetap menghadirkan ruang interaksi bagi anak-anak.

“Roblox menjadi salah satu platform yang telah menyampaikan komitmen kepatuhan setelah melalui pembahasan intensif, mengingat karakteristiknya sebagai platform game yang memiliki perbedaan dengan media sosial,” jelas Meutya dalam Konferensi Pers Update Kepatuhan Roblox terhadap PP TUNAS di Kantor Kementerian Komdigi, Jakarta Pusat, Kamis (30/04/2026).

Roblox Terapkan Verifikasi Usia di Indonesia 

Salah satu perubahan utama yang akan mulai diterapkan Roblox adalah verifikasi usia atau age verification untuk seluruh pengguna di Indonesia. Dari sekitar 45 juta pengguna Roblox di Indonesia, diperkirakan 23 juta merupakan anak di bawah usia 16 tahun.

“Bagi pengguna yang tidak melakukan verifikasi maka fitur komunikasi seperti chat akan otomatis dinonaktifkan. Ini penting untuk mencegah interaksi dengan pihak yang tidak dikenal,” tegas Meutya.

Lewat kebijakan ini, anak-anak yang belum terverifikasi tidak dapat menggunakan fitur chat secara bebas. Pemerintah menilai, pembatasan tersebut penting untuk mengurangi risiko anak berkomunikasi dengan orang asing di dalam game.

Roblox juga menerapkan pembatasan konten permainan berdasarkan klasifikasi usia. Artinya, akses terhadap katalog game di Roblox tidak akan sama untuk semua pengguna.

Contohnya, anak di bawah 13 tahun, pengguna usia 13–15 tahun, dan pengguna di atas 16 tahun akan memiliki akses yang berbeda terhadap katalog game.

Roblox Hadirkan Fitur Screen Time

Dalam aspek perlindungan dari risiko adiksi, Roblox menghadirkan fitur pengaturan waktu bermain (screen time) yang dapat dikendalikan oleh orang tua. 

Langkah ini menjadi upaya untuk memastikan anak tidak mudah terpapar konten yang belum sesuai dengan usia mereka. Selain itu, Roblox juga menghadirkan fitur yang memungkinkan orang tua untuk mengatur durasi dan waktu akses anak terhadap permainan.

Sementara itu, Vice President Global Public Policy Roblox, Nicky Jackson Colaco, menyatakan PP TUNAS menjadi salah satu legislasi penting dalam perlindungan anak di ruang digital.

“Fitur-fitur yang kami hadirkan di Indonesia merupakan salah satu yang paling ketat secara global dan disesuaikan secara khusus dengan kebutuhan regulasi di Indonesia,” ujarnya.

Menurut Nicky, pengguna yang belum melakukan verifikasi usia akan secara otomatis dimasukkan ke dalam akun anak tanpa akses komunikasi.

Orang tua juga akan mendapatkan kontrol penuh terhadap aktivitas akun anak tanpa perlu melakukan pengaturan tambahan.

“Kami berterima kasih atas kepemimpinan Menkomdigi dan dedikasi tim Komdigi. Indonesia menjadi salah satu negara yang memimpin dalam keselamatan anak di ruang digital, dan kami bangga dapat menjadi bagian dari upaya ini,” tutup Nicky.

Roblox Siapkan 3 Kategori Akun Berdasarkan Usia Pengguna

Sebelumnya, platform game Roblox melakukan perubahan kebijakan paling signifikan sejak pemberlakuan verifikasi usia pada tahun lalu.

Mulai pertengahan Mei 2026, Roblox akan menerapkan segregasi (pemisahan) akses game secara ketat berdasarkan kelompok usia untuk meningkatkan standar keamanan bagi pengguna di bawah umur.

Langkah ini menandai pergeseran fokus perusahaan, dari yang semula hanya membatasi akses obrolan (chat), kini merambah pada pembatasan akses ekosistem game secara menyeluruh. Demikian sebagaimana dikutip dari Engadget, Rabu (15/4/2026).

Berdasarkan kebijakan baru ini, pengguna akan diklasifikasikan ke dalam tiga jenis akun utama. Di Amerika Serikat (AS), pembagian tersebut meliputi:

  • Roblox Kids (Usia 5–8 tahun): Kategori paling restriktif dengan fitur obrolan nonaktif secara otomatis. Pengguna hanya bisa mengakses konten dengan label kematangan Minimal dan Mild.
  • Roblox Select (Usia 9–15 tahun): Pengguna dapat mengakses konten berkategori Moderate. Fitur obrolan dibatasi hanya untuk kelompok usia sebaya atau "teman terpercaya" yang telah disetujui orang tua.
  • Roblox Reguler (Usia 16+): Pengguna mendapatkan akses fitur penuh, namun konten dengan label Restricted (Terbatas) tetap terkunci hingga pengguna genap berusia 18 tahun.

Roblox menyatakan proses migrasi akun secara global ditargetkan rampung pada Juni 2026. Pengguna yang belum melakukan verifikasi usia melalui kartu identitas atau pemindaian wajah akan secara otomatis dimasukkan ke dalam profil "Kids-like" dengan akses fitur yang sangat terbatas.

Verifikasi Pengembang dan Peran AI

Untuk memastikan keakuratan label kedewasaan pada jutaan game buatan pengguna (User-Generated Content), Roblox memperkenalkan prosedur verifikasi baru bagi para pengembang.

Mereka wajib memverifikasi identitas dan membayar biaya berlangganan Roblox Plus sebesar USD 5 per bulan sebagai bentuk komitmen jangka panjang.

Guna meminimalkan risiko salah pelabelan, Roblox mengandalkan moderasi berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk memantau aktivitas dalam game dan percakapan secara real-time.

Meski muncul kekhawatiran adanya celah keamanan sebelum AI mendeteksi pelanggaran, Roblox mengklaim bahwa sistem akan memprioritaskan pengguna di atas 16 tahun untuk mencoba game baru terlebih dahulu sebagai lapisan filter awal.

Kendali Orang Tua yang Lebih Responsif

Merespons tuntutan keamanan, dua fitur kontrol orang tua baru juga akan diluncurkan pada Juni 2026:

  • Pemblokiran Mandiri: Orang tua dapat memblokir game tertentu dan mengelola akses obrolan langsung hingga anak berusia 16 tahun. Sebelumnya, remaja di atas 13 tahun memiliki celah untuk membuka blokir tersebut sendiri.
  • Persetujuan Kasus per Kasus: Orang tua dapat memberikan izin khusus bagi anak untuk memainkan game di luar kategori usianya, misalnya saat ingin bermain bersama saudara kandung yang lebih tua.

Tantangan Efektivitas Sistem

Meski langkah ini ambisius, efektivitas verifikasi usia otomatis tetap menjadi sorotan. Menanggapi laporan mengenai kerentanan sistem yang mungkin dikelabui pengguna anak-anak, Chief Safety Officer Roblox, Matt Kaufman, menegaskan bahwa pihaknya terus melakukan evaluasi.

"Jika terjadi kesalahan, kami menyediakan berbagai cara bagi pengguna untuk mengoreksinya," ujar Kaufman.

Ia menambahkan bahwa platform secara konsisten memantau perilaku pengguna dan membandingkannya dengan data verifikasi usia. Jika ditemukan anomali perilaku yang tidak sesuai dengan profil usia, pengguna akan diminta untuk melakukan proses verifikasi ulang.

Read Entire Article
Dunia Televisi| Teknologi |