Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf) mengapresiasi kesuksesan film "Sore: Istri dari Masa Depan" yang telah ditonton lebih dari 1,7 juta penonton. Wakil Menteri (Wamen) Ekraf Irene Umar menyebut, pihaknya akan terus mendukung industri film Indonesia untuk menciptakan lebih banyak karya berkualitas.
"Cerita film 'Sore: Istri dari Masa Depan' begitu relateable ke banyak orang. Kedalaman visual, narasi, dan karakter untuk menghadirkan karya yang berkualitas (terlihat) lebih gencar," kata dia melalui rilis pada Lifestyle Liputan6.com, baru-baru ini.
Film ini memunculkan karakter Jonathan yang dikagetkan dengan kehadiran sosok perempuan bernama Sore yang mengaku sebagai istri dari masa depan. Perlahan, Jonathan percaya Sore mengetahui hal-hal detail tentang dirinya, bahkan terkait waktu kematiannya.
"Sore: Istri dari Masa Depan" lebih dulu hadir melalui versi web series sebelum diproduksi dalam format film layar lebar oleh sutradara Yandy Laurens. Selain visual, soundtrack-nya pun berhasil menarik atensi banyak orang. Lagu "Terbuang dalam Waktu" dari Barasuara berhasil meraih Top 1 Chart Viral 50 Indonesia dari Spotify.
Dukung Film Indonesia
Menurut data Lembaga Sensor Film (LSF), penonton film Indonesia telah tercatat sebanyak 80 juta orang. Irene menyebut, kualitas cerita film Indonesia makin berkembang dan meningkat pesat. "Kami siap dukung film Indonesia untuk punya daya saing dengan judul-judul besar film asing yang sedang tayang di bioskop," kata Wamen Ekraf.
Ia menilai, kisah unconditional love dan kesempatan kedua dalam hidup di film "Sore: Istri dari Masa Depan" punya pengembangan nuansa rasa yang mendalam. Irene berharap makin banyak film-film Indonesia yang menampilkan cerita yang tidak hanya sebagai tontonan, tapi juga tuntunan sehingga berdampak bagi para penonton.
"Film selalu punya kaitan dengan kehidupan kita. Unconditional love is real when you drop all expectations. Siapa pun harus nonton film 'Sore: Istri dari Masa Depan' supaya belajar apa itu upaya mencintai dan rasanya disayang tanpa syarat," ujar dia.
Menghidupkan Ekosistem Kreatif
Film "Sore: Istri dari Masa Depan" jadi karya kolaborasi ke-4 aktris Sheila Dara Aisha dan aktor Dion Wiyoko sebagai pemeran utama dengan penulis dan sutradara Yandy Laurens. Film Indonesia ini juga didukung Melyana Tjahyadikarta, Queen Yeap, Slingshot Pictures, Imajinari, Miles Films, Studio Artemis, Jagartha, Trinity Entertainment Network, dan Dwidaya Amadeo Gemintang sebagai jajaran produser eksekutif dan kolaborator.
Mitra partner strategis lainya adalah Artotel Wanderlust, SukkhaCitta, dan HMNS. "Kami punya perasaan gembira karena pada minggu kedua ini, film 'Sore: Istri dari Masa Depan' sudah mencapai lebih dari 1,7 juta penonton," kata produser film tersebut, Suryana Paramita.
"Membuat film itu kerja kolaboratif yang menghubungkan banyak orang, dan film Indonesia ini juga ber-partner dengan beberapa brand. Ini sesuatu yang tidak hanya sekadar film, tapi juga menghidupkan ekosistem kreatif antara bidang seni satu dengan yang lain. Semoga semua bisa lebih banyak lagi melakukan hal-hal positif secara bersama," harapnya.
Beda Film dengan Web Series
Sebelumnya dilaporkan bahwa perbedaan paling mendasar antara versi web series dan film "Sore: Istri dari Masa Depan" adalah pergantian aktris untuk karakter utama perempuan, Sore. Di web series yang rilis pada 2017, karakter Sore yang ikonik diperankan Tika Bravani, sementara untuk versi film layar lebar, posisi ini diisi aktris Sheila Dara Aisha.
Sementara itu, Dion Wiyoko tetap konsisten memerankan karakter utama pria, Jonathan atau Jo di kedua versi. Perubahan ini tidak sekadar pergantian wajah, tapi juga membawa interpretasi dan nuansa baru pada karakter Sore.
Versi film dari kisah Sore menyajikan cerita yang jauh lebih dalam dan kompleks. Dilansir dari kanal YouTube CGV Kreasi, Dion menyebut bahwa pendalaman karakter Jonathan jauh lebih signifikan di film.
"Pas pertama kali baca naskah, gue merasa karakter Jo beda banget sama web series, bukan yang beda tiba-tiba dia jadi ekstrover gitu, tapi bagaimana pendalaman karakter ini tuh jadi lebih banyak dan dalam," jelas Dion.