Sineas Ferly Halim Diapresiasi Teuku Riefky Harsya, Bahas Rumah Produksi Hingga Distribusi Film

7 hours ago 10

Jadi intinya...

  • Film Ferly Halim, "Tak Kan Kubiarkan Kau Menangis," rilis 16 Juli 2026, soroti hubungan Gen Z-orang tua.
  • Menteri Ekonomi Kreatif apresiasi Ferly Halim dan dukung pengembangan industri film nasional.
  • Pemerintah berkomitmen memperluas layar bioskop demi akses film edukatif ke masyarakat.

Liputan6.com, Jakarta - Produser sekaligus sutradara Ferly Halim tengah bersiap merilis karya barunya, Tak Kan Kubiarkan Kau Menangis di bioskop Indonesia mulai 16 Juli 2026. Film yang diproduksi Langit Pictures ini dibintangi Ari Irham, Shanty, Ariyo Wahab, Agoye Mahendra, hingga Emiliano Cortizo. Jelang perilisan, Ferly Halim menggelar pertemuan dengan Menteri Ekonomi Kreatif RI, Teuku Riefky Harsya, di Jakarta, 23 Juni 2026. Sejumlah catatan menarik dari pertemuan dengan sang menteri dibagikan Ferly Halim kepada awak media, pekan ini.

Membangun dan mengelola rumah produksi Langit Pictures, ia mengemban tanggung jawab kreatif hingga aspek bisnis seperti distribusi, promosi, serta strategi agar Tak Kan Kubiarkan Kau Menangis dapat menjangkau masyarakat luas. Bagi Ferly Halim, film bukan hanya hiburan, melainkan sarana edukasi untuk menyampaikan pesan secara emosional dan dekat dengan kehidupan banyak orang. Melalui Tak Kan Kubiarkan Kau Menangis, ia mengangkat tema hubungan gen Z sebagai anak dengan orang tua mereka, generasi milenial.

“Keluarga tempat pertama bagi anak belajar tentang kehidupan. Nilai, karakter, hingga cita-cita besar seseorang berawal dari rumah. Kadang kita lebih mudah menunjukkan perhatian dan kasih sayang kepada orang lain dibandingkan kepada keluarga sendiri,” kata Ferly Halim.

“Padahal rumah adalah tempat pertama lahirnya mimpi, harapan, dan masa depan anak,” ujarnya dalam wawancara daring dengan awak media, 29 Juni 2026. Ferly Halim bersyukur bisa berdiskusi dan diapresiasi Teuku Riefky Harsya.

Berani Berkarya dan Membangun Usaha

Apresiasi ini bukan tanpa alasan. Teuku Riefky Harsya menyampaikan, di tengah berbagai tantangan industri, khususnya akses layar dan distribusi film nasional, keberhasilan sineas muda membangun rumah produksi sendiri patut mendapat perhatian.

Menurutnya, makin banyak generasi muda yang berani berkarya dan membangun usaha di sektor ekonomi kreatif termasuk produksi film di dalamnya, maka makin kuat pula fondasi ekonomi Indonesia di masa depan. 

Memperluas Jumlah Layar Bioskop

Pemerintah, melalui Kementerian Ekonomi Kreatif, menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pertumbuhan rumah produksi nasional agar mampu berkembang sekaligus berkompetisi secara sehat di industri film.

Selain itu, penguatan ekosistem perfilman nasional juga terus didorong, termasuk upaya memperluas jumlah layar bioskop di berbagai daerah sehingga akses masyarakat terhadap film Indonesia pun makin terbuka lebar.

Tantangan Berikutnya

Sementara itu, Deputi Bidang Kreativitas Media Kementerian Ekonomi Kreatif, Cecep Rukendi menilai film dengan muatan edukasi dan nilai sosial seperti Tak Kan Kubiarkan Kau Menangis perlu memperoleh kesempatan untuk menjangkau masyarakat luas.

Pengembangan jaringan bioskop dan alternatif ruang pemutaran di daerah adalah langkah penting agar karya-karya berkualitas dapat dinikmati merata oleh masyarakat. Dalam kesempatan itu, Ferly Halim menambahkan, perjuangan sineas tak berhenti ketika film selesai dibuat.

“Tantangan berikutnya bagaimana menghadirkan film itu ke masyarakat. Kami harap makin banyak ruang dan kesempatan bagi film Indonesia untuk berkembang sehingga karya-karya yang membawa nilai edukasi benar-benar sampai ke publik,” pungkasnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Saksikan Sinetron Istiqomah Cinta Episode Senin 29 Juni Pukul 21.30 WIB di SCTV

Read Entire Article
Dunia Televisi| Teknologi |