Idgitaf Ungkap Penyesalan Masa Lalu, Kirim Pesan untuk Para Musisi Baru

17 hours ago 14

Liputan6.com, Jakarta - Beberapa tahun lalu, Brigitta Sriulina Beru Meliala mengekspresikan diri lewat berbagi cover lagu-lagu hits di media sosial. Kini, ia dikenal publik lewat nama panggung Idgitaf, hingga punya koleksi lagu hits yang viral dan populer.

Sejak merilis “Takut” pada 2021 lalu, ia juga sudah cukup banyak makan asam garam di industri musik Tanah Air. Dalam event Loud & Clear Spotify yang dihelat di Jakarta pada Kamis (25/6/2026) lalu, ia sempat berbagai saran kepada musisi baru yang kini tengah meniti karier.

“Berinteraksilah dengan musisi lain, secepatnya,” tutur wanita 25 tahun ini.

Ia rupanya tak ingin ada yang mengulang kesalahan seperti yang pernah ia lakukan. Idgitaf menjelaskan, hal ini terjadi di backstage sebuah acara, dan ia bertemu dengan grup Reality Club.

Saat itu, Idgitaf yang masih “anak baru” di dunia musik, merasa tak pede untuk berinteraksi dengan Fathia Izzati dkk. “Waktu itu aku merasa malu banget, dan merasa begitu inferior di hadapan mereka,” kata Idgitaf.

Namun begitu kembali ke hotel, ia merasa begitu menyesal karena tak berani menyapa pelantun “Anything You Want” ini, dan tak tahu apakah kesempatan yang sama akan muncul kembali.

“Lakukan saja, karena kalian tak akan tahu insight apa yang akan mereka bagi kepadamu. Bahkan mungkin kalian bisa mengutarakan beban yang kalian rasakan,” kata dia.

Reality Club:

Sementara itu Reality Club—yang juga hadir dalam Loud & Clear Spotify—juga sempat berbagai pesan kepada musisi baru yang tengah meniti karier. Yaitu authenticity, alias karya yang jujur dan tulus. Faiz Reality Club memahami, bahwa saat ini mudah rasanya untuk menjadikan angka atau statistik sebagai patokan keberhasilan.

“Bila bicara tentang seni, kurasa yang terbaik adalah menemukan apa yang ingin kalian lakukan, benar-benar dari dalam hati, bukan demi mengejar target atau angka,” kata Faiz.

Karya yang Otentik

Faiz juga meyakini, karya yang autentik justru pada akhirnya akan menemukan audiens yang benar-benar terkoneksi dengannya. “Lagi pula, sebuah karya musik tak selalu bisa langsung meledak sejak awal,” kata dia.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Ia menyimpulkan, “Autentisitas adalah hal yang akan menggendongmu, dan angka-angka itu akan mengikutinya.

Read Entire Article
Dunia Televisi| Teknologi |