Migi Rihasalay dan Wisnu Aji Pamer Busana Mawar Hitam Berdarah di Face of Indonesia 2026

4 hours ago 11

Jadi intinya...

  • Koleksi 'Mawar Hitam Berdarah' hasil kolaborasi Migi Rihasalay dan Wisnu Aji memukau Grand Finale Face of Indonesia 2026.
  • Ajang Face of Indonesia 2026 diselenggarakan pada 27 Juni 2026 di She La Vie Grand Ballroom, Alam Sutera.
  • Konsep 'Mawar Hitam Berdarah' melambangkan perjuangan hidup dan pengorbanan untuk mencapai kesuksesan.

Liputan6.com, Jakarta - Malam puncak ajang Face of Indonesia 2026 di Alam Sutera, Tangerang Selatan, pada 27 Juni 2026, menyisakan sejumlah catatan mengesankan. Selain deret para pemenang, ada kolaborasi desainer Migi Rihasalay dan Wisnu Aji yang menyajikan koleksi busana baru berkonsep teaterikal, Mawar Hitam Berdarah. Ada 14 looks busana teaterikal berbahan kain kanvas lukis buatan tangan yang merefleksikan keberanian, air mata, serta perjuangan dalam mengharumkan nama Indonesia. Semangat yang diusung Mawar Hitam Berdarah adalah penghormatan untuk para pejuang.

“Tema ini diangkat untuk menghormati mereka yang telah berjuang mengharumkan nama Indonesia,” kata Migi Rihasalay. Salah satu yang mencuri perhatian publik dan para pencinta mode yakni ornamen bunga mawar merah darah. Ada banyak bunga di Indonesia, mengapa harus mawar? Migi Rihasalay menyatakan, mawar simbol proses jatuh bangun manusia untuk mencapai kesuksesan. Di balik kesuksesan ada perjuangan dan pengorbanan.

“Mawar melambangkan jatuh bangun manusia untuk sukses,” beri tahunya. Sementara itu, Wisnu Aji menambahkan, koleksi busana Mawar Merah Berdarah dengan desain elegan bukti kekuatan fesyen berbasis seni murni. Proyek ini bermula dari rasa saling kagum.

“Sebuah kebanggaan bisa kembali bekerja sama dengan Migi Rihasalay. Setelah sekian lama saya mengagumi karyanya, akhirnya di Face of Indonesia 2026 kita dipertemukan kembali,” ungkap Wisnu Aji. Migi Rihasalay pun bangga bisa berkarya lagi bareng Wisnu Aji.

Refleksikan Ujian dari Sang Khalik

Dalam kesempatan itu, Migi Rihasalay menyadari, bagi sebagian orang frasa Mawar Hitam Berdarah terkesan seram. Ia menyebut, Mawar Hitam Berdarah dijadikan tajuk bukan untuk mencari sensasi atau gaya-gayaan di depan para pencinta mode.

“Ini merefleksikan Tuhan memberi banyak ujian, namun di dalamnya tersimpan keberanian untuk jadi kuat. Ornamen bunga tetap jadi elemen kunci yang memperkuat narasi visual, sejalan dengan filosofi perjuangan yang disampaikan,” ulas Migi Rihasalay.

Karya dan Manifestasi Perjalanan Hidup

Mereka yang berhasil menuntaskan perjuangan hidup pada akhirnya akan mekar seindah mawar. Wisnu Aji menyampaikan, kolaborasi ini lahir dari perjuangan masing-masing desainer yang disatukan menjadi representasi rasa di hati mereka. 

Ia membeberkan, “Karya yang tercipta manifestasi dari perjalanan hidup penuh tantangan. Kemudian, diwujudkan dalam tarian visual melalui busana.” Kolaborasi ini puncak dari kesamaan visi kreatif Wisnu Aji dan Migi Rihasalay.

Ini Bukan Kali Pertama

Ini bukan kali pertama Migi Rihasalay dan Wisnu Aji berkolaborasi. Mei 2026, keduanya merancang Golden Garuda Sovereign dengan tone emas menyala. Gaun dengan logo garuda di dada ini dipakai Dela Deniya untuk mewakili Indonesia di MGI All Stars di Bangkok, Thailand.

Karya ini mengangkat simbol garuda sebagai representasi kekuatan, kejayaan, dan identitas Indonesia dalam balutan fashion modern. “Garuda emas lambang keteguhan hati, keberanian, dan semangat juang perempuan Indonesia di panggung dunia,” Migi Rihasalay memaparkan.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

King Nassar Jadi Juri D'Academy 8 Indosiar, Siapkan Hadiah Spesial untuk Peserta

Read Entire Article
Dunia Televisi| Teknologi |