Sarwendah Irit Bicara soal Polemik dengan Ruben Onsu, Tak Mau Anak-Anak Terdampak

23 hours ago 13

Jadi intinya...

  • Sarwendah melaporkan masalah nafkah dan pengasuhan anak ke KPAI demi masa depan buah hatinya.
  • Pihak Sarwendah membatasi pernyataan publik untuk menjaga psikologis anak-anak dari polemik.
  • Mereka bertindak sebagai pelapor di KPAI, menyerahkan penilaian kepada lembaga independen.

Liputan6.com, Jakarta - Sarwendah bersama tim penasihat hukumnya menyambangi kantor Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), untuk menindaklanjuti aduannya terkait nafkah dan pengasuhan anak. Hal itu Sarwendah lakukan demi masa depan buah hatinya.

Sarwendah tampak menghindari polemik berkepanjangan di ruang publik, dengan tidak banyak komentar setelah kunjungannya ke KPAI. Chris Sam Siwu, penasihat kuasa Sarwendah, mengatakan kliennya sengaja membatasi pernyataan ke publik demi menjaga kondisi psikologis anak-anak yang berpotensi terdampak oleh konflik orang tuanya.

"Kami berharap ada titik temu, tidak lagi ribut-ribut karena di mana pun korban dari peristiwa ini bukan lagi para orang tuanya, tetapi anak-anak. Jadi itu yang kami hindari dan kami mohon izin kepada kawan-kawan media, kami akan irit bicara ke depan karena apa, sekali lagi untuk anak-anak ya kami mohon dipahami," ujar Chris Sam Siwu di KPAI, Jakarta, Kamis (25/6/2026).

Menurut Chris, kliennya hanya menyampaikan keterangan kepada lembaga yang memiliki kewenangan menangani persoalan tersebut. Mereka juga tidak ingin terlibat dalam perdebatan terbuka yang dinilai tidak produktif.

"Kami akan bicara di lembaga-lembaga yang tepat seperti KPAI. Kalaupun nanti sampai ada gugatan, ya kami akan bicara pada saat ada gugatan masuk. Kami tunggu. Tapi sekali lagi kami ingin masalah ini selesai dengan baik," lanjutnya.

Tanggapi Laporan Ruben Onsu?

Chris juga meluruskan anggapan kedatangan mereka ke Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) merupakan respons atas laporan pihak Ruben Onsu. Ia menegaskan, pihaknya hadir sebagai pelapor, bukan pihak yang dilaporkan.

"Hari ini kami hadir bukan karena laporan RO, tapi karena laporan kami. Kami jelaskan semua kronologis seperti apa. Jadi kami datang ke sini bukan karena panggilan sebagai teradu, tapi sebagai pengadu," tegas Chris.

Terkait pernyataan yang sebelumnya disampaikan pihak Ruben, Chris memilih untuk tidak menanggapinya. Chris menyerahkan penilaian kepada lembaga yang berwenang.

"Sebagai pengadu maka kami sampaikan fakta yang mungkin berbeda dengan apa yang disampaikan Bang Minola, tapi kami hormati. Nanti biar yang menilai adalah lembaga yang independen," katanya.

Soal Bukti yang Diserahkan ke KPAI

Mengenai bukti-bukti yang telah diserahkan ke KPAI, Chris enggan membeberkannya. Ia menilai, dokumen seperti percakapan maupun surat-surat sebaiknya disampaikan di forum yang tepat.

"Kami pikir itu menjadi materi kami nanti di setiap lembaga. Kami tidak pas kalau kami sampaikan menjadi konsumsi umum. Yang pasti bukti yang kami punya, kami ajukan untuk menjaga kepentingan anak," tuturnya.

Sebut Tak Akan Terpancing

Chris juga menegaskan bahwa Sarwendah tidak akan terpancing untuk saling menyerang melalui media. Fokus utama mereka saat ini adalah mencari penyelesaian terbaik demi masa depan anak-anak.

"Kami tidak akan berbalas pantun dengan Bang Minola karena kasihan nanti anak-anak melihatnya, ini kenapa orang tuanya terus-terusan begitu. Jadi kami serahkan kepada lembaga-lembaga yang memang pas untuk menilai secara objektif," pungkas Chris.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Fariz RM Merasa Dikhianati Orang yang Pernah Dibantu, Soroti Etika dalam Kasus Hak Cipta

Read Entire Article
Dunia Televisi| Teknologi |